
"Honey... makan yang bener, jangan sambil senyum-senyum gitu," suara Tante membuyarkan lamunku. "Lagi mikirin cowok ya?" lanjut Tante yang membuatku malu. "Dasar anak muda."
"Tante... apa salah jika aku mengharapkan seseorang yang telah punya pacar?" Tanyaku pelan.
"Salah," jawab Tante cepat.
"Tante kenapa cepet banget jawabnya, kenapa nggak mikir dulu gituuu...," protesku. Tante tertawa.
"Bagaimana perasaanmu jika ada orang yang suka pada pacarmu?"
"Tidak masalah, selama pacar ku tidak menyukai orang itu," jawab ku. Tante terkekeh.
"Denger ya, honey... menyukai sesuatu yang sudah dimiliki orang lain itu wajar tapi... jangan sampai kamu berfikir untuk merebutnya apalagi menginginkannya."
Aku terdiam. Benar yang dikatakan Tante. Agrrhh... aku harus bagaimana sekarang??
***@***
Aku perlahan turun dari bis dan langsung disambut gerimis. Aku berlari kecil menuju sekolah tapi tiba-tiba ada seseorang yang memayungiku dengan jaketnya, aku segera mengurangi irama langkah ku menjadi lebih lambat dan segera menoleh ke arahnya.
__ADS_1
"Hai," sapanya dengan senyum. Aku tersenyum membalasnya, Aaron. Aku diam membiarkannya. Posisi dia yang memegang jaket membuat tubuhnya teramat dekat denganku, tapi aku juga tidak bisa menggeser posisiku. kita berjalan bersama tanpa suara.
"Aaron...," sebuah suara memanggil ah bukan, tepatnya beberapa suara. Suara milik cewek-cewek fans Aaron pastinya. Aku dan Aaron terus saja berjalan.
"Terimakasih," ucap ku setalah sampai diteras sekolah. Dia hanya melempar senyum dan segera pergi.
"Hey...," panggil ku menghentikan langkahnya dan membuat diamenoleh. "Nama ku Bintang," kataku memperkenalkan diri. Aaron menjawabnya dengan senyuman dan melambaikan tangan, kemudian dia pergi lagi.
"Jangan lupa nanti malam...," ucapnya setengah teriak tanpa menoleh.
***@***
"Cafe20... cafe20," gumamku pelan. Bertemu dengan Aaron di cafe? Sebagai ucapan terimakasih? Apakah tidak berlebihan. Cringg.... Ah sial, kunci rumah terjatuh ketika aku mengambil ponsel dari dalam tas ku. Aku segera jongkok dan mencarinya. Rasanya, kunci itu terjatuh tidak jauh dari sini tapi kenapa tidak ketemu-ketemu, hingga bis datang dan orang-orang mulai naik tapi aku malah masih sibuk mencari kunci. Ahh ayolah kunci, dimana kamu, aku sedang buru-buru.
"Kau... Sedang mencari apa??" tanya sebuah suara.
"Kunci rumah," jawabku cepat dan menoleh kearahnya. Hhh Alan... Duuhh... mimpi apa aku?? Dia lalu ikut jongkok.
"Boleh ku bantu?" tanyanya yang segera kujawab dengan anggukan. Aishhh aku jadi tidak fokus dibuatnya, aku malahan sibuk mencuri-curi pandang kearahnya, memperhatikan wayahnya yang cute ini. Pantas saja banyak yang suka... Kamu keren banget Alan uuhhhh, kau meleleh hatiku.
__ADS_1
"Kalau aku bisa nemuin kuncimu, ada hadiahnya nggak??" Tanyanya sambil mendekat kearahku. Ohh God... aku semakin grogi.
"Emm... baiklah. Karena kunci itu sangat penting sekali buat ku maka hadiahnya adalah...," ohhh dia memandangiku sambil tersenyum... Tidaaaakkk aku tidak kuat dengan sorot matanya yang tajam itu. Rasanya aku semakin tenggelam.
"Aku akan mengabulkan apa yang kamu inginkan."
"Berapa keinginan?"
"Satu"
"Hahaaa... Kamu seperti Jin teko, yang iklan diTV itu," katanya sambil tertawa dan mencubit pipiku. Ohhh God... dia mencubit pipiku. Aku segera mengelus pipiku bekas cubitan tangannya berharap sisa tangannya masih ada. Laluu... dia menunjukkan sebuah kunci kecil didepan mataku. Iyaaa benar itu adalah kunciku. Dengan senyum, aku segera mengambilnya.
"Kamu hanya kurang berkonsentrasi," ujarnya. Aku mengangguk. Bagaimana bisa aku konsentrasi?? Bagaimana aku bisa fokus kalau ada kamu disini. Yang ada... Kamu mengalihkan pandanganku.
"Kamu mau kemana?" tanyanya sambil berdiri dan aku mengikutinya. Aku tidak mungkin bicara jujur padanya bukan?
"Aku... Emmm ingin membeli kaset DVD," bohongku.
"Oh ya... Kebetulan sekali, aku juga mau nyari kaset. Kita bisa barengan," ucapnya yang langsung ku iyakan. Apakah ini kebetulan? Atau sudah ditakdirkan? Akhirnya... Aku bisa jalan bareng dengan Alan meskipun bukan kencan. Tidak apa-apa mungkin suatu saat nanti bisa berubah. Ku harap begitu. Ini sungguh awal yang baik... terima kasih kunci, hahaaa.
__ADS_1