
Jam dinding sudah menunjukkan pukul 02.48 namun mata Bintang belum bisa terpejam. Jantungnya masih berdebar hingga saat ini. Dia sudah beberapa kali meminum air putih untuk mengembalikan detak jantungnya seperti semula tapi tetap tidak bisa, menghabiskan beberapa gelas hanya membuat dirinya bolak-balik kekamar kecil. Dia mengambil ponselnya dan mencari pesan yang dia dapat petang tadi. Ia menyimpan kontaknya kemudian mengecek foto profilnya, dia berharap ada foto Aaron sana tapi yang muncul adalah gambar gitar listrik yang mengkilat.
"Kau belum tidur?" pesan yang langsung dia terima ketika membuka profil Aaron. Bintang menyunggingkan bibirnya. Aaron tentu tahu dia sedang online karena aplikasi yang pintar ini.
"Kamu sendiri belum tidur," balas Bintang.
"Aku sedang memikirkan mu," balas Aaron dengan cepat. Pipi Bintang menjadi memerah membaca balasan Aaron, sudut-sudut bibirnya berkedut menahan senyum yang tak tertahan dibibirnya. Dia tidak tahu harus membalas apa, hingga ponselnya kembali menerima pesan dari Aaron.
"Kamu kenapa belum tidur? Apa sedang memikirkan ku juga?" Bintang tertawa kecil membaca pesan ini.
"Aku sudah punya pacar dan itu artinya kau tidak boleh memikirkan ku, jelas?" balas Bintang.
"Ini pikiranku, tidak ada hubungannya dengan pacar mu. Jelas?" balas Aaron yang membuat Bintang terdiam lagi. Dia memikirkan balasan tapi ia tidak menemukan kalimat yang ingin dia tulis, hingga dia tertidur dengan sendirinya.
_Pagi hari setelah mandi. Bintang segera memoles wajahnya ringan lalu segera berlari kecil dan memakai sepatu kerjanya. Dia bangun telat pagi ini.
__ADS_1
"Kejutan...," seseorang sudah berdiri didepan pintunya. Bintang tersenyum padanya dan seseorang itu langsung memeluknya sebentar.
"Kau sudah pulang? Bagaimana perjalanan mu kali ini?" tanya Bintang sambil berjalan ke halaman rumahnya. Seseorang itu dengan sigap membukakan pintu mobil untuknya.
"Aku pulang dini hari," jawab seseorang itu dan segera menutup pintu mobil.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Bintang mengecek ponselnya dan nama Aaron ada di daftar teratas pada deretan teman-teman yang mengirim pesan untuknya. Bintang membiarkan pesan itu dan memilih membuka pesan teman-temannya.
"Babe, apa kau begadang semalam?" tanya seseorang itu sambil melihat Bintang dengan gemas. Mendapat pertanyaan itu Bintang langsung menoleh.
"Aku hanya tidak bisa tidur semalam," jawabnya.
"Hufff," dia meniup poninya lembut.
"Hahaaa, itu membuat mu semakin lucu," komentarnya dengan tawa kecil. Bintang langsung menoleh dan menatapnya dengan tajam.
__ADS_1
"Kau meledek ku?"
"Hmmmm... tidak, kau paling cantik sayang," dia mengusap pipi Bintang dengan lembut.
"Ck, kau paling pandai merayu ku Keenan," Bintang meninju bahu Keenan pelan. Keenan tersenyum dan kembali fokus pada setirnya.
Tidak mudah untuk mendapatkan hati Bintang. Keenan harus berjuang dengan gigih. Mereka bertemu disebuah acara yang diadakan oleh paman Bintang. Mereka berkenalan disana dan ternyata Keenan adalah putra dari Presiden perusahaan tempat Bintang bekerja, itu artinya... Keenan adalah Bossnya. Hubungan baik antar kedua keluarga membuat Keenan mendapat dukungan. Sejujurnya pada saat itu Bintang ragu untuk menerima ungkapan cinta Keenan padanya namun apa salahnya mencoba, mencoba mencairkan hati yang membeku, mencoba menghidupkan kembali hati yang telah lama mati. Seseorang yang dia tunggu bahkan tidak ada kabar sama sekali, entah dia masih hidup atau sudah mati, tidak ada yang tahu. Seseorang yang bahkan menginginkannya menemukan laki-laki lain dan hidup bahagia. Jadi.... Bintang mencoba itu.
Keenan memperlakukannya dengan baik, lambat laun Bintang mulai benar-benar mengubur kisah lama semasa SMA. Kisah yang perlahan akan dia hapus dan benar-benar melupakannya. Namun... kini, dia datang kembali, mengusik hati terdalam Bintang.
"Sayang, aku ada rapat diluar pagi ini, kita bertemu nanti pada jam makan siang, okey," ucap Keenan setelah menghentikan mobilnya di depan pintu gedung utama.
"Baik, kamu hati-hati," jawab Bintang dan membuka pintu mobil. Namun lengannya tertahan oleh sentuhan lembut tangan Keenan. Bintang menoleh dan menatapnya.
"I love you," Keenan mendekatkan dirinya dan mencium rambut Bintang.
__ADS_1
"Too...," Jawab Bintang sambil memamerkan senyumnya. Kemudian, Bintang segera keluar dari mobil.
"Sampai ketemu nanti siang sayang," ucap Keenan melambaikan tangannya.