Matahari Tenggelam

Matahari Tenggelam
Bab 41_Tamu Tak Diundang


__ADS_3

"Bintang... kamu tidak apa-apa?" ucap pria itu sambil memegang lengan Bintang dan mengeceknya, Bintang menggelengkan kepalanya pelan. "Mau ku antar ke rumah sakit?" tanyanya.


"Tidak... tidak perlu Kak" tolak bintang.


"Ok, apa rumahmu jauh dari sini? Aku antar pulang ya"


"Rumahku tidak jauh dari sini, aku bisa jalan pulang sendiri," tolak Bintang lagi dengan ramah.


"Ayolah... hanya mengantarmu pulang, anggap saja ini balas budi payungmu," ucapnya tulus, kali ini bintang mengangguk. Bintang dipersilahkan masuk kedalam mobil, Bintang duduk dibangku penumpang.


"Kak... terimakasih sudah menolongku dan membantuku, aku akan menggantinya. Ganti rugi yang Kakak berikan kepada Ibu tadi" ucap Bintang sopan.


"Hahaa... tidak masalah gadis kecil, ocehannya bikin sakit kepala dan aku cukup puas membuatnya langsung diam" Dia tertawa tanpa beban. Nominal ganti rugi itu bagi Bintang sangat banyak, harus bagaimana dia menggantinya, mungkin dia akan mencicilnya dan bekerja paruh waktu sepulang sekolah. Bintang menundukkan kepala dan berpikir keras untuk melunasi hutangnya pada kakak didepannya ini.


"Heii gadis kecil... aku tidak memintamu untuk menggantinya" Mendengar itu Bintang langsung mendongakkan kepalanya, melihat kedepan tak percaya. "Sungguh" ucap pria itu meyakinkan.


Bintang diam lagi, tidak minta membayarnya? Mustahil, mereka baru saja bertemu dua kali ini dan dia rela mengeluarkan uang sebanyak itu?!! Bagaimana jika yang dimaksud adalah tidak meminta uang kembali tapi sesuatu yang lain dari uang, tubuh misalnya... Bintang melirik pria didepannya dengan jijik dan penuh curiga. Mereka lalu diam sepanjang perjalanan, pria itu sesekali melirik luka ditangan Bintang.

__ADS_1


"Pertigaan belok kanan Kak... Rumah bercat putih paling ujung, sebelah kanan," ucap Bintang memberitahu letak rumahnya.


"Ok" mobil berjalan mengikuti petunjuk Bintang lalu tak lama mobil parkir dihalaman rumah yang dimaksud, kemudian dia segera keluar mobil dan segera membukakan pintu untuk Bintang.


"Biar ku bantu" ucapnya sambil mengulurkan tangan.


"Aku bisa sendiri kak" jawab Bintang.


"Ohh oke baiklah" dia mundur dan membiarkan Bintang keluar. Tepat saat itu pintu rumah terbuka dan Lia berdiri di depan pintu. Matanya terbelalak, begitu juga dengan seseorang yang berdiri disamping Bintang, dia segera membuka kaca mata hitamnya.


"Lily ku sayaaang..." ucapnya setengah teriak, dia langsung berjalan cepat dan segera menghamburkan pelukannya pada Lia, sementara Lia berusaha melepaskan pelukannya.


"Lilyku?? sejak kapan aku jadi Lilymu? Heyy stop jangan kaya' anak kecil," Lia mendorong tubuh atletis itu namun tidak berhasil. Mata Lia lalu mengarah pada Bintang yang berjalan tertatih.


"Astagaa kau apakan ponakanku??" Lia berteriak lalu pelukan itu segera terlepas, Lia segera menghampiri Bintang, melihat Bintang yang penuh luka lecet. Ia mengarahkan pandangannya pada seseorang itu, matanya menatap dengan tajam.


"Evan... kau apakan keponakanku?" tatapan Lia sangat mengerikan. 'Keponakan?' batin Evan 'Kebetulan yang indah' Evan tersenyum.

__ADS_1


"Tante... kakak itu yang menolongku" jelas Bintang singkat, Lia segera memegangi lengan Bintang.


"Terima kasih sudah menolong keponakanku, sekarang silahkan pulang" ucap Lia setelah dia berdiri didepan Evan.


"Kamu masih kejam seperti dulu Ly... aku sudah menolong keponakanmu lho dan mengantarnya pulang dan bahkan kamu tidak mengajakku masuk"


"Memangnya siapa yang menyuruhmu menolong keponakanku?"


"Aku hanya menolongnya saja, aku hanya tidak tega melihat gadis kecil diomelin ibu-ibu dan dipermalukan dipinggir jalan."


"Intinya kamu harus segera pulang" usir Lia. Bintang tersenyum geli melihat Tantenya, saat ini tantenya terlihat seperti remaja yang tengah bertengkar dengan pacarnya.


"Kak... mari masuk, aku yang mengundangmu" ucap Bintang mempersilahkan.


"Pintar gadis kecil..." Evan segera menggandeng Bintang dan berkedip nakal pada Lia.


"Kamu... dasar keponakan durhaka, bagaimana kamu bisa menyetujuinya untuk masuk ketika Tantemu tidak mengizinkan dia masuk" oceh Lia, tapi keduanya tidak menghiraukan, mereka meninggalkan Lia dan segera masuk kedalam rumah.

__ADS_1


__ADS_2