
***@***
Bintang memperhatikan jalan dari balik kaca bus yang dia tumpangi, seperti biasa perjalanan bus ini sangat terasa lambat. Meskipun dia memutar lagu-lagu Noah sepanjang perjalanannya tetapi tetap saja itu tidak membantu dirinya tersenyum.
"Bintang..." seseorang menyenggol pelan lengan Bintang. Sebenarnya seseorang itu beberapa kali memanggil namanya tapi tidak ada sahutan. Bintang segera menoleh dan melepas earphone ditelinganya.
"Erfan..." dia melemparkan senyum ramah setelah melihat seseorang yang duduk disampingnya adalah Erfan. "Sejak kapan naik bus?" tanya Bintang.
"Mulai hari ini," jawab Erfan santai.
"Ohhh," ujar Bintang singkat dan memasang earphone ditelinganya lagi. Erfan dengan cepat melepaskannya, Bintang segera menoleh menatap tajam Erfan.
"Apaan sih."
"Aku punya tebak-tebakan, jawab ya..." Erfan mencoba akrab dengan Bintang, Erfan bukan tipe cowok yang pandai bicara dengan perempuan tapi kali ini dia harus bisa.
"Nggak," Jawab Bintang singkat dan merebut earphonenya dari tangan Erfan.
"Ahh ayolahh...,"
__ADS_1
"Nggak," Bintang memakai earphonenya kembali dan Erfan segera mengambilnya lagi.
"Erfan," suara Bintang tinggi, ia menatap kesal Erfan. Erfan nyengir memamerkan giginya, memasang wajah polos tanpa dosa.
"Oke kalau kamu nggak suka tebak-tebakan, aku ganti cerita lucu ya," Erfan mencoba lagi membujuk Bintang.
"NGGAK... kamu ngerti NGGGAK?" suara Bintang makin meninggi, dia merasa sangat kesal sekali dengan Erfan, dia tidak menghiraukan orang-orang didalam bus yang menoleh kearahnya karena suaranya yang kencang.
Bintang ingin sendiri, bintang ingin diam, bintang tidak ingin bicara dengan siapapun saat ini. Erfan tersenyum kecewa dan mengembalikan earphone pada Bintang.
"Maaf Erfan, aku sedang tidak ingin bicara dengan siapapun," ucap Bintang dan kembali memakai earphonenya, pandangan matanya kembali memperhatikan keluar kaca bus. Erfan mengeluarkan Hpnya dan diam-diam mengambil gambar Bintang.
Erfan diam dan tidak berani mengganggu Bintang lagi.
'Boss... kenapa kamu bisa suka sama cewek galak seperti ini? Selera Boss Ron payah jadi lekaslah sembuh dan segera hadapi dia sendiri, okey" Send.
Erfan mengirim pesannya lagi. Kemudian menyandarkan punggungnya dan diam hingga mereka sampai dihalte sekolah.
Disekolah ketika istirhat tiba.
__ADS_1
Bintang segera pamit pada Jhuly ketika dia sudah mendapatkan jusnya, Jhuly sudah hafal kebiasaan Bintang sekarang. Menghabiskan jam istirhat di belakang sekolah.
Sejujurnya Jhuly sangat bingung dengan sikap Bintang, dia mencoba membujuk Bintang agar tidak murung lagi tapi sepertinya belum mempan.
Jhuly memang tidak tahu kenapa Bintang berubah tapi dia sangat yakin semua itu ada hubungannya dengan Aaron yang tiba-tiba keluar sekolah. Tidak ada satupun siswa yang tahu alasan Aaron pindah sekolah kecuali Bintang dan Erfan.
Bintang membuka bukunya, membaca dengan teliti setiap kata, dia tidak punya cara lain untuk mengisi kekosongannya.
Sebenarnya Bintang sudah terbiasa dengan kesendirian, Bintang tidak begitu mempunyai teman jadi dia terbiasa dengan kesendirian tapi kehadiran Aaron mengubah segalanya. Bintang mulai mengenal warna dunia, dalam hari-hari Bintang tak hanya ada hitam dan putih.
Kedatangan Aaron dalam hidupnya membuat hari-harinya lebih indah dari pelngi, namun saat ini Bintang merasa bahwa hari-harinya lebih gelap dari pada mendung yang bergelayut dilangit.
"Bintang..." Erfan tanpa permisi langsung duduk di samping Bintang, Bintang meliriknya sekilas dan melanjutkan bacaannya.
"Mau cemilan?" tawar Erfan penuh senyum tapi tak ada balasan dari Bintang.
"Atau mau coklat?" tawarnya lagi. Erfan menggelengkan kepala melihat Bintang yang super cuek padanya. "Atau mau cake?"
"Apa yang membuatmu kesini?" Bintang akhirnya bersuara, suara yang terdengar dingin.
__ADS_1