
"Terimakasih Kak evan, jawaban Kakak membuatku lega sekarang" Evan tersenyum lalu mengusap rambut Bintang pelan.
"Sekarang gantian bantuin Kakak doong"
"Siaaap" Bintang seolah memberi hormat "Oh iya..." Bintang mengingat sesuatu dia segera mengeluarkan kaca mata Evan dari dalam tasnya "Ini..."
"Terimakasih sudah mengantarnya" ucap Evan sangat ramah. Tepat setelah itu telfon Evan berdering, dia segera mengangkatnya.
"Iya, taruh saja dimeja saya, saya sedang ada urusan" jawabnya dan segera mengakhiri telfonnya.
Bintang melihat jam dipergelangan tangannya, sudah jam satu lebih, dia merasa dia sudah menyita waktu istirahat Evan.
"Oke, Kakak antar pulang ya"
"Tidak... tidak, Kakak pasti sibuk banget, aku bisa pulang sendiri Kak"
"Kalian memang benar-benar mirip, selalu saja menolakku"
"Bukan begitu, aku hanya tidak ingin merepotkan Kak evan"
"Tidak boleh ada penolakan hari ini, ayo Kakak antar pulang" Evan segera membayar tagihan
__ADS_1
"Sebelum pulang kita mampir beli cake dulu ya, bawain buat tante mu"
"Baik"
Evan melajukan mobilnya pelan dan lima belas menit kemudian dia memarkirkan mobilnya didepan toko cake langganannya. Bintang berjalan menjejerinya.
"White chocolate durian cheesecake" Evan memesan, Bintang memperhatikan Evan dengan seksama,
'yang dipesan Kak evan itu mungkin kesukaan tante, Kak evan bahkan tahu cake kesukaan tante' Bintang merasa semakin menyukai laki-laki didepannya ini, laki-laki yang tepat untuk Tantenya, batinnya.
"Kau mau apa?" tanya Evan namun bintang masih bengong memperhatikannya "Hei..." Evan mencolek sedikit hidung Bintang untuk menyadarkannya tepat dengan adegan itu Erfan masuk ke dalam toko dan dengan sangat jelas melihat mereka berdua.
"Tambah satu coklat ya"
Erfan diam memperhatikan mereka, wajah bintang penuh senyum, Bintang yang dilihat Erfan kali ini bukan seperti bintang yang sering murung sepanjang hari disekolah. Erfan mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam, dia melangkah keluar dan duduk disebelah parkiran.
Erfan menekuk wajahnya, entah kenapa dia merasa sedih melihat Bintang hari inu. Bukankah ini yang sangat diinginkan oleh seseorang yang dipanggilnya Boss? ini adalah harapan seseorang itu, bintang melupakannya dan menemukan laki-laki lain yang bisa membuatnya bahagia.
Erfan mengeluarkan Hpnya, mengetik beberapa kalimat namun akhirnya dia menghapusnya.
__ADS_1
Bintang keluar dan jalan beriringan dengan Evan, Evan bahkan membukakan pintu untuknya, benar-benar seperti pasangan yang romantis. Erfan mengigit bibirnya, dia merasa kecewa tapi juga merasa sedikit lega. Dia kembali mengetik pesan
'Keinginan dan harapanmu terpenuhi boss, dia sudah bahagia saat ini" Send, akhirnya Erfan mengirimkan pesan itu juga.
***@****
Lia pulang ke rumah dan membuka pintu dengan pelan, jam 20.00. Bintang yang tengah menonton Tv segera menoleh dan menyambutnya.
"Tante... aku siapin air hangat ya" Ucapnya, Lia mengangguk lalu mengistirahatkan pungungnya di shofa, lelah... tentu saja, setiap hari dia harus lembur dikantornya atau bahkan tak jarang dia harus keluar kota.
"Tante..." Bintang menghampiri Lia yang terpejam, dia menaruh cake dari Evan yang tadi siang dibawanya diatas meja. Lia membuka matanya ketika bintang duduk disebelahnya, aroma cake yang khas membuat hidunngnya langsung bereaksi.
Dia membenarkan posisi duduknya dan langsung melihat cake yang tersaji dimeja, matanya langnya berputar melihat bintang tajam.
"Evan yang mengirim ini?" tanyanya langsung, karena selain Evan tidak ada yang tahu cake kesukaannya, Bintang nyengir dan mengangguk.
"Buang saja" perintah Lia dingin
"Kak evan dengan segenap hati membelikan inu lho tan... cake ini ada beberapa perasaan. Satu... perasaan pembuatnya yang sepenuh hati memberikan cita rasa pada penikmat cakenya. Dua... karyawannya dia sepenuh hati melayani pelanggan. Tiga... pembelinya yang penuh dengan cinta memesan untuk orang yang tercinta, jadi Tante akan berdosa kalau membuangnya. Membuang makanan itu dosa lho Tan..."
"Hei anak kecil sejak kapan kamu pandai berceramah?" Lia berdiri dan membalikkan badannya "Biarkan disitu aku akan memakannya setelah mandi" ucapnya tanpa menoleh dan langsung pergi. Yess bintang melompat senang.
__ADS_1