Matahari Tenggelam

Matahari Tenggelam
Bab 33_Cerita


__ADS_3

***@***


Pintu terbuka ketika aku mengambil segelas air dan memberikannya pada Aaron. Ada Alan dengan senyumnya yang menyapa. Aaron langsung memalingkan wajahnya.


"Kalian harus bicara," ucapku pelan padanya.


"Alan masuklah," aku melangkah menghampirinya.

__ADS_1


"Aku keluar sebentar... perutku rasanya protes ingin makan yang anget-anget," aku sedikit mengeraskan suaraku agar Aaron juga mendengarnya.


Hubungan mereka seharusnya juga membaikkan? Aku melangkah pergi dan menutup pintu.


Alan melangkah pasti mendekati Aaron yang masih memalingkan wajahnya, menggeser tempat duduk kemudian duduk dengan sangat tenang. Sepi... mereka saling diam. Aaron tidak berniat memulai percakapan.


"Sebenarnya aku sedih hubungan kita sangat buruk," Alan memulai. "Kau tahu... ketika aku kecil Papa selalu bercerita tentangmu. Papa selalu bilang bahwa aku punya adik yang lucu dan sangat tampan, aku selalu marah pada Papa jika dia menyebutmu lebih tampan dari ku lalu Papa akan bilang kalau dia hanya menggodaku saja tapi ternyata Papa memang benar bahwa kamu memang lebih tampan dari ku. Kamu mempunyai sorot mata yang tajam seperti Papa." Alan menghela nafasnya, ia berhenti sejenak, matanya memperhatikan adik yang disayanginya dengan perasaan yang teramat sedih. Aaron masih saja memalingkan wajahnya.

__ADS_1


"Bertemu denganmu adalah mimpiku sepanjang aku kecil hingga aku berumur empat belas tahun. Aku sudah cukup tahu, mengerti dan memahami situasi yang sebenarnya terjadi. Aku tidak marah dengan Papa, karena aku terlanjur menyayangimu hanya dari cerita-cerita Papa tentangmu. Hingga Papa benar-benar mempertemukanku padamu, aku ingin memelukmu kala itu tapi kamu tidak pernah mau menatapku apa lagi memelukku. Dipertemuan pertama kita, kau langsung membenciku."


Aaron sama sekali tidak bersuara, dia masih betah memalingkan wajahnya, dia terus diam, hanya sesekali menarik nafasnya dalam.


"Kau tahu... ketika kamu memutuskan meninggalkan rumah dan bilang bahwa kamu tidak akan pernah menganggapku sebagai saudaramu karena aku adalah anak haram dari seorang pelacur, ucapanmu sangat arogan Ron. Seketika itu juga perasaanku berubah, kamu tidak selucu dan semanis yang Papa ceritakan. Kamu sangat angkuh. Kau tahu... bahwa malam itu Mama terus menerus menangisi keputusanmu meninggalkan rumah. Aku dan Papa bahkan tidak bisa menenangkannya, aku mulai tidak menyukaimu. Iya aku tahu bahwa aku dan Mama adalah penyebab terpuruknya Tante ratna tapi seharusnya kamu mau mendengarkan penjelasan Papa."


Kisah ini seperti dongeng sedih, Alan masih terus menatap Aaron yang sama sekali tidak bergeming ditempatnya.

__ADS_1


"Apa kamu tahu... masakan siapa yang setiap pagi kamu makan? Apa kamu pikir itu adalah benar dari Ibu kos? Tidak, itu masakan Mama, Mama sengaja mengantarkan untukmu, setiap hari. Aku tidak pernah lagi makan pagi bersama Mama karena dia memilih mengantar sarapan untuk mu lalu akan kembali pulang setelah membereskan kamar kos mu. Kamu tidak pernah menyadari itu bukan?? kamu hanya berpikir itu semua pelayanan dari kos"


Aaron menahan nafasnya, benar... dia memang tidak tahu tentang hal itu. Setiap pagi petugas kos akan mengetuk pintunya dan memberinya sarapan dan ketika dia pulang ke kos kamarnya sudah sangat rapi. Pemilik kos memberitahunya bahwa itu adalah pelayanan dari kos dan dia percaya begitu saja.


__ADS_2