Matahari Tenggelam

Matahari Tenggelam
Gara-gara cake


__ADS_3

Lia bukan takut pada dosa yang di bicarakan Bintang, bukan juga memikirkan perasaan orang-orang yang di sebutkan Bintang tetapi dia lebih kepada rasa rindu yang sudah lama tak dia rasakan, cake yang penuh dengan kenangan.



'Apa tante mu menerimanya?' pesan Evan pada Bintang


'Tentu' balas Bintang cepat


'Awal yang bagus, terima kasih Bintang'



Tengah malam Lia sulit memejamkan matanya, hingga dia merasa kesal pada dirinya sendiri. Besok dia harus berangkat lebih pagi karena ada berkas-berkas yang harus dia siapkan.



"Agrhhhh..." Lia melempar selimutnya dengan kesal, cake itu... iya ini gara-gara cake itu, kenapa hanya cake saja membuat dirinya merasa sangat gelisah. Lia akhirnya mengambil Hpnya, menimang-nimang hampir setengah jam lalu dia mencari nama seseorang didaftar kontaknya 'Si bodoh' nama yang dia pilih, lalu mengetik pesan



"Terima kasih cakenya Evan" antara ragu dan bimbang tapi pada akhirnya dia mengirim pesan itu juga, dia lupa bahwa saat ini sudah lewat tengah malam, dia menunggu sesusatu... sepuluh menit baginya terasa sangat lama, tiga puluh menit, satu jam, dia menunggu dan terus memperhatikan Hpnya, hingga matanya tanpa sadar terpejam dengan sendirinya.

__ADS_1



Disebrang sana ketika pukul 04.30 Evan perlahan membuka matanya lalu pertama yang dia ambil setelah bangun tidur adalah segelas air putih. Matanya masih terasa sipit ketika dia mengambil Hp dan mengecek beberapa pesan di Hpnya. Ada satu nomor yang tidak dia kenal, nomor dengan belakang 2233, Evan segera membukanya



'Terima kasih cakenya Evan' dia membaca dalam hati dan langsung membuka matanya lebar, dia segera membuka foto profil dari sang pengirim pesan untuk meyakinkan, benar, pesan itu dari seseorang yang sangat dia rindukan. Tanpa pikir panjang dia langsung menghubungi nomor itu, beberapa saat berdering



'Si bodoh calling' tulisan yang tertera dilayar Ho Lia.




Pagi hari Lia bangun sedikit telat dan langsung menuju dapur, sudah ada bintang disana sedang memasak.



"Haduuhh sayang, maafin Tante ya" ujarnya sambil memakai celemek.

__ADS_1



"Heheee kalau bikin sup ama dadar telur sih gampang Tan... Tante buruan mandi gih, Hari ini Tante harus betangkat pagi kan?" Bintang mengambil wortel yang ada ditangan Lia lalu mendorongnya agar segera pergi meninggalkan dapur.



"Dandan yang cantik ya Tan" ucap Bintang.



Lia kembali ke kamarnya dan dia mengingat sesuatu... pesannya pada Evan, dengan cepat dia mengecek Hp dan Evan tidak membalas pesannya. Tapi lalu dia seperti mengingat sesuatu 'Si bodoh calling' itu mimpi atau nyata? Dia segera mengecek panggilan masuk dan dia menemukan nomor Evan disana. Lia menepuk keningnya pelan dan mengerti bahwa mungkin dia mengigau saat Evan telfon.



Satu jam kemudian setelah sarapan selesai dia segera menuju garasi



"Jangan lupa kunci pintu ya kalau pergi" pesan yang sama dia sampaikan pada Bintang setiap hari sebelum berangkat ke kantor.


__ADS_1


"Baik Tante..." Bintang melambaikan tangannya dan segera membersihkan peralatan makan, semenit kemudian terdengar teriakan Lia, Bintang tersenyum menang dan bilang Yess...


__ADS_2