Matahari Tenggelam

Matahari Tenggelam
Bab 40_Pertolongan


__ADS_3

***@***


Libur panjang tengah semester telah dimulai. Jhuly berencana menghabiskan liburannya dengan pulang kampung kerumah neneknya. Erfan sudah mencatat jadwal liburannya, selain menghabiskan harinya dengan menoton kartun kesukaannya dia juga berencana mengunjungi seseorang yang disebutnya Boss, hanya Erfan yang mengetahui dimana Aaron berada, minggu kedua dia akan terbang kesana, sementara Bintang tidak ada jadwal liburan yang akan dia lalui.


Hari minggu di hari pertama libur tengah semester.


Setelah selesai lari pagi dengan Tantenya. Lia menyuruh Bintang membeli jeruk dan beberapa makanan kecil dipasar modern, hari ini mereka berencana menghabiskan liburan dengan menonton film-film romantis dan horror.


Setelah semua pesanan Bintang dapatkan, ia segera pulang, tepat ketika dia turun dari bis seorang ibu pengendara motor tiba-tiba datang kearahnya dengan kecepatan sedang, Bintang terlonjak kaget berusaha untuk menghindar tapi motor ibu itu lebih cepat dari gerakannya. Brak... Bintang terserempet dan membuat semua yang ditangannya jatuh betantakan, buah jeruk seperti bola ping pong yang menggelinding kesegala arah. Bintang dan Ibu itu terjatuh di atas aspal. Beberapa orang yang melihat langsung menghampiri mereka dan menolong keduanya.

__ADS_1


"Heii dasar anak muda kurang ajar, kurang didikan, goblok, kenapa turun bis tiba-tiba??" Ibu itu mengomel dan dengan tertatih menghampiri Bintang


"Liat-liat kalau mau turun, matamu dimana? Matamu buta apa? Sekarang bagaimana? kamu mau ganti rugi? Itu motor baru, baru satu bulan yang lalu saya beli. Sekarang gara-gara kamu motor saya rusak." Ibu itu terus mengomel dan marah, beberapa orang mencoba menenangkannya tetapi tidak ada yang didengar dan dianggap oleh si Ibu. Bintang diam sambil memegangi sikunya yang terasa sangat perih, seseorang memberinya minum.


"Jangan ada yang ngebelain dia, orang dia yang salah kok, dia yang tiba-tiba turun bis, bikin celaka orang aja," Ibu itu marah pada orang yang mencoba menasehatinya.


"Masih mending kamu cuma lecet doang. Trus gimana itu motor saya? MAHAL... kamu tau nggak... kamu mau ganti rugi berapa? Kenapa? kenapa diam aja, tahu dan sadar kalau salah ya. Kamu sekolah dimana, aku akan datang ke sekolhanmu dan mengadukan prilaku burukmu pada kepala sekolah."


Pria dengan kemeja putih dengan kaca mata hitam yang menutupi matanya.

__ADS_1


'Kakak yang waktu itu...' batin Bintang.


"Kenapa ibu?" tanyanya sopan pada si ibu. Ibu itu langsung memasang wajah memelas sebagai korban. Dia dengan sedih menceritakan kronologi yang baru saja dia alami. Kronologi menurut cara pandang dia, sebagian ada yang memprotes dan membela Bintang, sebagian lagi membela Ibu itu, sebagian lagi cuek dan hanya sibuk merekam kejadian yang menghebohkan.


"Motor itu baru saya beli satu bulan yang lalu Mas... sekarang... spionnya rusak, bodynya lecet kacanya, lamp..."


"Apa ini cukup?" potong pria berkemeja putih itu memberikan cek, ibu itu menerima cek dengan wajah puas, sementara Bintang mengigit bibirnya khawatir, dia sangat tidak setuju dengan ganti rugi sebanyak itu , itu hanya kerusakan sederhana dan dia memberikan ganti rugi senilai harga motor baru dan bahkan lebih.


"Silahkan beli motor yang baru lalu sisanya untuk mengobati luka-luka di kaki dan lengan Ibu" Ucapnya ramah, ibu itu seketika berubah menjadi sangat bahagia dan tidak ada lagi raut muka yang marah dan menyeramkan.

__ADS_1


"Tapi... saya minta Ibu minta maaf sama dia karena ibu sudah mengatakan hal-hal yang menyakitinya dan lagi... tolong kendarai kendaraan Ibu dengan aman, jangan sembrono dijalanan" Ibu itu mengangguk dengan patuh dan tersenyum. Kemudian ia menghampiri Bintang, Menghaturkan maaf sedalam-dalamnya.


Wajah garang dan buas itu seketika sirna dengan cek ditangannya. Sebagian penonton merasa bahwa Ibu itu mengambil keuntungan dan sebagian lagi menyalahkan betapa bodohnya pria berkemeja putih itu dengan begitu mudah memberi ganti rugi, kemudian kerumunan perlahan mulai bubar.


__ADS_2