Matahari Tenggelam

Matahari Tenggelam
Bab 54_Tidak Akan Goyah


__ADS_3

Bintang masih duduk ditempatnya ketika jam istirahat.


"Siang ini ama si boss nggak?" Atik, teman sekantornya berdiri disamping meja.


Bintang mengangguk. "Iya," jawabnya dengan senyum.


"Okey, baiklah girl, bersenang-senanglah... aku ke kantin duluan, bye...," Atik melambai dan segera melangkah pergi. Bintang mengecek ponselnya lagi.


"Sayang, aku sedikit telat ya. Macet," pesan Keenan yang pertama dibukanya.


"Iya... hati-hati nyetirnya," balas Bintang. Tepat setelah itu pesan Aaron masuk.


"Cinderella," hanya itu pesan yang Aaron kirim. Bintang segera menghapus semua pesan Aaron diponselnya. Dia sudah punya pacar dan serius untuk kedepannya, lalu Aaron adalah masa lalunya.


Beberapa menit kemudian Keenan menghubunginya dan bilang jika dia sudah berada di bawah. Bintang dengan senyumnya segera menghampiri Keenan.


"Maaf membuat mu menunggu," ucap Keenan setelah melajukan mobilnya.


"Tidak apa-apa," Bintang menatapnya dari samping. 'Kau yang selalu ada untuk ku selama ini. Kau yang membuat ku tersenyum melewati hari-hari yang menurutku suram. Kau datang dengan cinta dan perhatian mu pada ku. Aku tidak akan goyah. Dia adalah masa lalu ku'

__ADS_1


"Kau merindukan ku?" Keenan bertanya ketika menyadari Bintang memperhatikan dirinya.


Bintang mengambil tissue dari dalam tas miliknya. Kemudian, dengan sangat perhatian, ia mengusap kening Keenan.


"Apa cuacanya sangat panas? Kau berkeringat," ucapnya, tanggannya masih membersihkan kening Keenan dari samping. Keenan menjadi sangat bahagia dengan ini.


"Aku hanya sedikit pusing," Jawabnya. Tangan Bintang langsung terhenti. Dia duduk dengan benar dan membuang tissue ditempat sampah.


"Kau pasti kelelahan. Setelah makan siang... kau harus pulang dan istirahat, jangan kembali ke kantor."


"Tapi kau harus ikut dengan ku."


"Yang benar saja... aku harus kembali bekerja."


"Pecat saja," Bintang menantangnya. "Kau pasti akan terus merindukan ku setiap detik."


"Hahaaa... tidak akan. Banyak gadis dikantor, aku akan menggoda gadis-gadis cantik dengan bebas," Keenan balik mengancamnya. Bintang kesal setengah mati mendengarnya.


"Yaa... silahkan saja goda gadis-gadis itu dan aku akan menggoda laki-laki tampan diluar sana. Kau pikir kau saja yang mau dengan ku?" Bintang tak mau kalah.

__ADS_1


"Jangan lakukan itu..., kau akan membuat ku menangis darah jika kau melakukan itu."


"Jadi?"


"Okey, kau bossnya. Aku menurut pada mu," ucap Keenan masam tapi kemudian tersenyum.


"Bagus," Bintang mengangguk puas.


Mereka makan siang di restoran cepat saji.


"Bagaimana kabar paman?" tanya Keenan disela-sela makannya.


"Emm, baik. Mereka baru saja kembali dari liburan. Sabtu aku berencana kesana, apa kau mau ikut?"


"Tentu," jawab Keenan. Setelah menyelesaikan makan siangnya, Bintang meminta izin ke toilet sebentar. Tepat ketika dia berdiri dan hendak melangkah, matanya melihat Aaron yang tengah membawa makanan dan bersiap untuk duduk. Mata mereka bertemu sesaat. Bintang segera duduk kembali.


"Kenapa?" tanya Keenan. Bintang menggeleng pelan dan meminta Keenan untuk segera mengantarnya kembali ke kantor.


Keenan menggandeng tangannya dengan mesra. Dia mencintai gadis ini, dia akan menjaganya dengan sangat baik, itu yang paman pesan ketika memberi restu dan dukungan untuknya. Dia tahu latar belakang Bintang, seorang gadis yatim piatu yang tinggal bersama tantenya. Dia bisa membayangkan bagaimana kesedihan Bintang setiap harinya. Keenan ingin gadis ini merasa memiliki cinta yang banyak di dunia ini.

__ADS_1


Bintang menunduk ketika langkahnya melewati Aaron.


Aaron memperhatikannya, bahkan hingga Bintang benar-benar keluar dari restoran ini. Hatinya terasa sakit. Dia menunduk dan memakan makanannya dengan diam, dia memakan makanannya tanpa rasa, sebenarnya....dia bahkan tidak sadar jika makanan itu masuk kedalam mulutnya. Yang ada dalam pikirannya adalah sepotong adegan mesra yang baru saja dia lihat di depan matanya.


__ADS_2