
Saat istirahat Bintang duduk di belakang sekolah, membaca bukunya, mempelajari rumus-rumus matematika, mempersiapkan diri untuk ujian. Sesekali dia menyedot jus alpukadnya.
"Hai..." sapa sebuah suara tapi Bintang tetap diam dan masih sibuk menghafal rumus-rumus. Erfan lagi, pikirnya.
"Hai cewek... sombong ya" ucapnya lagi sambil mendekatkan wajahnya, bintang segera menghindar dan berdiri, melihat sosok yang sekarang berdiri didepannya. Seorang cowok dengan tubuh yang tinggi dan badan yang atletis, wajahnya bersih dengan mata yang indah namun sorot matanya sangat mengerikan.
"Maaf kamu salah orang" Bintang menunduk lalu berjalan melewati si cowok jangkung, tapi langkahnya tertahan oleh tarikan cowok jangkung di lengannya.
"Waww sombong juga ternyata" ucapnya lalu dia mundur dua langlah dan berdiri didepan Bintang., menatap wajah Bintang yang sekarang terangkat karena menatapnya juga.
"Ck... ck.. benar-benar cantik" komentarnya setelah memperhatikan Bintang beberapa detik, Bintang memalingkan wajahnya seketika, dari nada bicaranya Bintang sudah bisa menebak bahwa cowok didepannya berniat tidak baik, dia mencoba menarik tangannya tapi mustahil.
"Kenapa ada cewek secantik ini disekolah yang luput dari pandanganku... aku benar-benar merasa bersalah karena tidak memperhatikan mu cantik" dia terus menatap lekat Bintang yang memalingkan wajah
"Pantas saja Aaron sampai menghajar Alan karena dirimu, saat ini jika ada Aaron disini maka aku yang akan menghajarnya" ucapnya mengusik Bintang, Bintang kembali menatap cowok di depannya lagi, pandangannya sinis.
"Kau pikir kau bisa menghajar Aaron? Mimpi saja" ucap Bintang, yang disambut tawa olehnya
"Aku sukaa... aku suka gaya mu sayang" jawabnya dan menatap Bintang dengan seringai
"Benar-benar cantik yang alami, di dunia ini sungguh sangat sulit menemukan cewek yang tanpa make up dan kamu... kamu bahkan sangat cantik meskipun tanpa make up" Dia memegang dagu Bintang dengan kuat, membuat Bintang tidak bisa berpaling dari pandangannya, karena kedua tangan Bintang langsung dipegang oleh si cowok jangkung dengan satu genggaman.
"Lihatlah bibir ini sangat merah alami, siapa yang lebih dulu mencicipinya? Hmm? Alan atau Aaron?" Bintang merasa jijik pada cowok di depannya ini, dia ingin sekali menonjok wajahnya tapi Bintang bahkan tidak bisa menggerakkan tangannya
"Mereka semua meninggalkanmu sendiri disini, sangat disayangkan. Bagaimana jika aku juga mencicipinya?" senyumnya menyetingai, lalu mendekatkan wajahnya ke Bitang.
"Lepasin, atau aku teriak" ucap Bintang namun dia tidak menggubrisnya, dia semakin mendekatkan wajahnya
"Tolooooong...." teriak bintang sangat keras, Bintang berharap ada orang yang mendengar teriakannya.
"Hahaaa... kau mau minta tolong sama siapa sayang? Anak buahku sudah jaga di sekitar sini, tidak ada yang akan datang untuk menolongmu" mendengar itu membuat Bintang gemetar, dia merasa takut
__ADS_1
"Bajingan... lepaskan aku"
"Ohh jangan buru-buru cantik ku, aku bahkan belum melakukan apapun, mari nikmati kebersamaanmu dengan ku sayang" cowok itu mendekatkan wajahnya lagi tapi kemudian seseorang datang dan langsung meninju keras wajahnya yang mulus, pukulan telak Erfan langsung membuatnya terjatuh ditanah.
"Kau... tidak apa-apa Bintang?" Dia segera menghampiri Bintang yang masig ketakutan.
"Erfan..." Bintang memegang lengan Erfan
"Maaf Bintang aku datang terlambat" ucap Erfan, Bintang menggelengkan kepalanya "Kita harus segera pergi dari sini" Erfan menarik tangan Bintang dan mengajaknya berlari pergi ketempat yang lebih ramai sebelum srigala dan anak buahnya pulih.
Erfan menyembunyikan wajahnya ketika dia melewati beberapa siswa.
"Erfan..." Bintang menghentikan langkahnya yang juga menghentikan langkah Erfan "Kau terluka Erfan, kita ke UKS" ucap Bintang pelan memperhatikan luka Erfan, 'itu pasti karena dia melawan anak buah cowok tadi' batin Bintang.
"Aku tidak apa-apa" Jawab Erfan tak kalah pelan. Bintang tak mendengarkannya, dia langsung menarik tangan Erfan dan membawa ke Uks. Erfan diam mengikuti bintang, tapi ternyata tidak ada petugas saat ini.
"Aki akan membersihkan lukamu dulu" Bintang menaruh kotak obat disebelah Erfan dan dia duduk di depan Erfan. Membersihkan luka diwajah Erfan lalu mengobatinya, Erfan sesekali melirik Bintang yang serius mengobatinya, wajah Bintang sangat dekat dengannya kali ini, Erfan memejamkan matanya.
"Selesai..." ucap bintang. Erfan kini membuka matanya lagi
"Erfan... terima kasih sudah datang"
"Tidak perlu Bintang, ini tugasku melindungimu" jawab Erfan "Anggap saja untuk boss Ron" kata Erfan lagi sambil tersenyum, bintang menatapnya, Ron... nama itu lagi "Jika yang datang menyelamatkanmu adalah boss Ron, maka dia tidak akan membiarkan cowok brengsek itu begitu saja, Boss ron pasti akan mematahkan tangannya yang berani menyentuhmu" Erfan menunduk
"Begitu ya..." bintang tersenyum pahit, erfan mengangguk "Hmm untung saja dia tidak disini, kalau dia sampai disini aku tidak tahu bagaimana caranya menjelaskan pada polisi haahaaa.... dia tidak bisa begitu saja mematahkan tangan seseorang bukan?" Bintang mencoba tertawa tapi Erfan tetap tidak mengangkat wajahnya.
__ADS_1
"Hei.." Bintang menepuk pundak Erfan pelan, tak ada reaksi "Heii..." Bintang mengulangi.
"Aku gagal melindungimu Bintang... aku pasti mengecewakannya"
"Apa Ron memintamu untuk itu?" tanya Bintang yang langsung membuat Erfan mengangkat wajahnya dan menatap Bintang lalu segera menggelengkan kepalanya. Bintang menarik nafasnya panjang.
"Jangan salahkan dirimu lagi Erfan, aku sangat berterima kasih untuk pertolonganmu" Bintang tersenyum dan mengulurkan tangannya "Mari kita berteman mulai detik ini" ucapnya, Erfan menatapnya tapi lalu perlahan membalas uluran tangan Bintang.
"Maafkan sikapku yang kemarin-kemarin ya" ujar Bintang, dia mengingat bagaimana buruknya perlakuan dirinya pada Erfan.
"Tidak masalah teman..." jawab Erfan tersenyum.
Matahari tenggelam musim pertama selesai๐
***@***
Catatan penulis.
Terimakasih yang tak terhingga untuk para pembaca setia, lope... lope buat kalian. ๐
Nantikan "Matahari tenggelam musim kedua" ya๐ jangan lupa ikuti karya-karya F.A queen ya๐๐๐
Terima kasih mangatoon udah nampung inspirasi yang dangkal ini.
Tetap semangat dan terus belajar.
Kalian luar biasa๐๐
__ADS_1