
***@***
Sepulang sekolah aku mencoba menghubungi Aaron tapi hingga panggilan ke sepuluh dia tidak menjawabnya. Dia ini... tidak tahu kalau aku telfon atau sengaja tidak menjawabnya? Lalu aku mencoba sekali lagi... dan yess diangkat.
"Apa??" ucapnya terdengar judes setelah tersambung.
"Ron...,"
"Apa?? Bahkan untuk makan siang dengan mu saja sangat susah," Aaron memotong ucapanku. Suaranya terdengar marah "Kamu pikir itu lucu? Meminta ku datang dan kamu meninggalkan ku begitu saja. Apa?? Kamu mau nyomblangin aku dengan temanmu? Kamu pikir aku cowok nggak laku? Jangan hubungi aku lagi, benar-benar memuakkan," Klik, telfon terputus. Aaron mematikannya bahkan sebelum aku menjawab sepatah katapun.
Aaron sepertinya benar-benar marah padaku, aku beberapa kali mengirim pesan padanya tapi tak ada yang dibalas, dia juga tidak menerima panggilan telfonku.
Biasanya setelah selesai latihan band, dia pasti keluar belakangan tapi hari ini dia keluar bareng teman-temannya, dia pasti sengaja menghindariku. Dia sangat tahu kalau aku tidak akan mendekati dia jika dia bersama teman-temannya. Aku diam membiarkannya melewatiku begitu saja, padahal aku sudah menunggunya sejak dua jam yang lalu.
***@***
Sore ini aku mengajak Alan kepantai.
"Kamu sering kesini?" tanyanya yang ku jawab anggukan.
"Sendiri?" tanyanya lagi.
"Iya... baru kali ini aku ditemani seseorang," jawabku. Dia merangkul pundakku
__ADS_1
"Apa kamu suka pantai?" Tanya ku.
"Tidak... Aku suka kamu," jawabnya yang membuatku tersenyum dan langsung meninju pelan bahunya.
"Oh iya, kemarin aku melihatmu disekitar studio sekolah, ada apa? Apa ada yang mengganggumu?"
"Tidak, aku hanya ingin menemui Ron" jawabku jujur. Iya... tidak seharusnya aku membohonginya kan?
"Ron??" Dia menatap mataku "Aaron??" Tanyanya dan ku jawab anggukan, aku menunduk, tidak berani membalas tatapannya. "Ron... kedengerannya panggilanmu sangat spesial, sejak kapan kalian jadi begitu dekat?"
"Ku mohon jangan salah paham denganku, aku ingin menemuinya karena sahabatku ada masalah dengan dia."
"Kenapa kamu yang harus menjelaskan dan menyelesaikan masalah mereka?" tanyanya lagi. Aku sangat tidak suka situasi seperti ini.
"Ku mohon jangan salah paham denganku," ucapku. Alan diam dan langsung memelukku.
"Aku hanya takut kehilanganmu, Bintang," bisiknya. Aku membalas pelukannya.
Ombak masih terdengar sangat jelas, angin masih terasa sangat menyejukkan. Bagaimana denganku kini? Aku bahkan tidak paham dengan diriku sendiri.
***@***
Ketika lonceng istirahat berbunyi aku segera keluar kelas dan berlari kebelang sekolah, aku sangat kesal dengannya. Aku tahu aku salah tapi tidak seharusnya dia menghindariku begini.
__ADS_1
Setiap hari ketika istirahat aku selalu berlari kebelakang sekolah, berharap ada dia disana tapi tak pernah ku temukan dia. Hari ini aku masih membawa harapan yang sama... dan yess ada dia disana tapi... dia tidak sendirian, ada seorang cewek di sampingnya, bersandar manja dibahu Aaron. Aku menghentikan langkahku, memperhatikan mereka, rasanya aku ingin kembali saja dan berharap tidak melihatnya tapi tidak... aku harus bertemu dengannya dan meminta maaf. Aku berjalan menghampirinya, berdiri tepat didepannya.
"Apaan sih ini cewek, ganggu aja," komentar perempuan disamping Aaron, dia masih bersandar manja. "Sayang apa kamu kenal dia?" tanyanya pada Aaron. Aaron mengangkat wajahnya dan menatapku.
"Tidak," jawabnya sinis.
"Mungkin dia salah satu penggemarmu sayang."
"Mungkin," jawab Aaron masih menatapku sinis.
"Aaron...," ucapku membalas tatapannya, mata kita bertemu. Entah kenapa ada yang terasa nyeri di dadaku, apa aku kurang minum?
"Aku tahu aku salah dan aku ingin minta maaf padamu," ucapku.
"Oke, selesai. Pergilah, aku sudah memaafkanmu," Aaron masih sinis. Aku tak menatap matanya lagi, benar-benar menyebalkan, sangat menyebalkan.
"Heii... kenapa masih berdiri disitu? Masih nunggu apa lagi, jangan harap kamu bisa godain pacarku ya," perempuan itu menendang sepatuku, aku melirik kearahnya sekilas dan kembali menatap Aaron.
"Ok Aaron, kamu bilang kamu tidak mengenalku. Ok... mulai sekarang kita orang asing," ucapku lalu segera membalikkan badanku dan pergi meninggalkan mereka.
'kenapa jadi seperti ini, kenapa malah jadi kacau. Kenapa dia begitu marah dan bahkan bilang kalau dia tidak mengenalku. Aku hanya mengenalkannya pada Jhuly, kenapa dia sampai marah seperti ini. Aaron menyebalkaaaaaaann....'
***@***
__ADS_1