Menantu Terabaikan

Menantu Terabaikan
Bab 10 Kisah cinta Gea 2


__ADS_3

Mendengar semua penjelasan dari Arman,kembali membuka lembaran kisah sedih yang dulu pernah dialami Gea,yaitu ketika masih berpacaran dengan Andi.


Setiap orang tua pasti ingin yang terbaik buat anak anak nya ,itu la yang mungkin menjadi alasan orang tua Andi dulu ketika menolak Gea .


Orang tua Andi pasti Ingin Andi memiliki pasangan yang ideal yang pantas mendampingi Andi kelak,mengingat Andi akan menjadi seorang polisi.


Gea pun tak bisa berbuat apa apa ,ia sadar akan dirinya yang hanya sebagai seorang karyawan biasa ,ditambah dengan sikap Andi yang tak pernah membantu Gea untuk mengambil hati orang tua nya.


Andi seolah olah menyetujui kehendak orang tua nya.


Atau juga mungkin Andi masih terlalu labil menjadi seorang laki laki,karena ia tak bisa tegas mengambil keputusan buat dirinya sendiri.


Yah ..bagi Gea ,masa lalu biarlah masa lalu dan menjadi kenangan pahit buat dirinya.


Ia berharap calon mertua nya kini mau menerima ia sebagai menantu nya dan menyayangi nya selayak nya anak sendiri.


"kok masih melamun juga ,Ge ?nggak usah dipikirin ya."ujar Arman meyakinkan kekasih hati nya sambil memeluk Gea.


Gea hanya menganggukkan kepala nya dan mulai mengukir senyuman di bibir nya buat Arman.


"percaya sama mas Ge,apa pun yang terjadi mas tetap akan memilih kamu menjadi satu satu nya istri mas,tak akan ada yang lain."ujar Arman sambil menggenggam tangan Gea dan membawa genggaman itu ke dada nya.


Pasangan yang romantis yang membuat pengunjung sekitar jadi iri .


Tak lama setelah selesai makan kedua nya pun berniat meninggalkan mall tersebut kembali kerumah.


"yuk kita pulang,atau ada yang mau kamu cari dulu,biar mas temani?"tanya Arman mengajak Gea pulang.


"aku nggak pengen beli apa apa mas,kita pulang aja."jawab Gea diikuti anggukan kepala Arman.


Ketika mereka berjalan meninggalkan mall ,tak sengaja mereka berpapasan dengan seorang ibu ibu paru baya bersama seorang gadis


Karena Arman mengenal wanita itu maka ia pun menyapa nya.


"eh Tek Ma ,apak kabar Tek?"tanya Arman sambi menyalin wanita paru baya itu.


"kamu Man, Alhamdulillah etek sehat sehat aja,ayah ibu giman kabar nya?"


"Alhamdulillah juga Tek ,sehat sehat kami semua.eh Lo bocil udah gede ya sekarang."ujar Arman pada gadis disebelah Tek Ma sambil mengacak acak rambut gadis itu.


"ih...bang Arman,kan jadi kusut nee rambut Rima ,rese amat sih bang."sahut Rima seraya memperbaiki rambut nya yang diacak acak Arman tadi.


"etek kapan datang dari kampung Tek?"


"Sudah dua hari etek disini Man,rencana lusa etek balik kampung lagi."jelas Tek Ma.


"o...iya Tek ini kenalkan calon istri Arman."

__ADS_1


"saya Gea Tek."


Gea pun menyalami Tek Ema memperkenalkan dirinya.


"wah sudah mau nikah aja ya kamu Man?"


"Alhamdulillah Tek."


"kapan rencana nya Man?"


"insyaallah segera Tek."


"eh kak Ge nggak salah tu pilih bang Arman,bang Arman tu jelek Lo lalu suka ngupil " kata Rima sambil mengejek Arman.


"elo tu yang suka ngupil dasar bocil."jawab Arman lagi.


Gea hanya bisa senyum senyum melihat mereka ,ia pun belum mengerti tentang siapa Tek Ema dan Rima itu.


"biasa la Ge,mereka berdua ni klo dah ketemu pasti rusuh,harap maklum aja ya Ge."kata Tek Ema.


"iya Tek ,nggak apa apa kok,nama nya juga saudaraan."jawab Gea.


"ih...siapa juga mau saudaraan Ama bang Arman yang tukang ngupil... Week". ujar Rima sambil mengejek Arman .


"awas Lo Abang jitak kin ntar "....ujar Arman sambil berjalan mengarak ke Rima.


"kak tolong aku kak,itu calon mu kumat kak." ujar Rima membuat Gea geleng geleng kepala.


"udah to mas becanda nya.,malu tu dilihatin orang."


Arman pun tak berkutik mendengar perkataan Gea.


"ih kalo ada pawang nya aja langsung tunduk..."ejek Rima lagi.


"tadi kak Ge manggil apa kak,mas gitu ya...o...jadi panggilan sayang nya mas to...."ujar Rima kembali senyum senyum pada Arman.


"kenapa Rim,emang Kakak salah ya manggil Abang mu dengan mas?"tanya Gea heran.


"ah...itu...nggak apa apa kok kak,bang Arman kan memang udah kayak mas mas ."kekeh Rima


"udah...udah jangan becanda lagi...yok Rima,tadi katanya mau buru buru cari perlengkapan mu,ayok.,nanti kesorean kita " ajak Tek Ema pada Rima.


"o..iya sudah nanti kabar kabar aja etek ya..semoga diberi kelancaran buat kalian berdua."doa Tek Ema lagi.


"amiiin.... makasih Tek doa nya , Arman dan keluarga pasti akan mengabari ."ujar Arman lagi.


"mas Arman kami balik dulu ya MAS ."pamit Rima lagi namun seakan mengejek Arman kembali dengan sebutan MAS... membuat Arman kembali melotot pada nya,namun kembali ditahan Ama Gea.

__ADS_1


Setelah berpamitan Arman dan Gea melanjutkan langkah nya keparkiran dan meninggalkan mall tersebut.


"Tek Ema itu siapa Mas?"tanya Gea seraya berjalan menuju motor mereka.


"itu adik nya ibu di kampung Ge.sini mas pakai kan helm mu,kita langsung pulang ya."ujar Arman sambil memakai kan helm dikepala Gea membuat Gea tersipu dengan perhatian kecil dari Arman.


Romantis sekali .


Arman pun melajukan motor nya meninggalkan mall menuju rumah Gea...


Tak berapa lama mereka sampai dirumah Gea...


"assalamualaikum...


"waalaikum salam,Ge udah pulang."jawab Bu Yati


"Mari masuk nak Arman ."ajak Bu Yati lagi.


"ya Bu."


Mereka pun masuk kedalam rumah...


"mas mau Gea buatin minum lagi nggak?"


"nggak usah la Ge,mas nggak haus kok,nggak apa apa la."


"eh ya mas Rima kok tadi kayak nya aneh gitu ya pas aku manggil kamu dengan mas?"tanya Gea mengingat tingkah aneh Rima tadi ...


"nggak apa apa la Ge,Rima itu anak nya emang gitu ,jahil amat.klo mas pulang kampung klo jumpa dia pasti riuweh terus ,bawaan nya mau kelahi aja Ama tu bocil."


"emang umur nya dah berapa mas?"


"nggak tau juga mas,tapi dia kalo nggak salah sekarang kelas 1 atau kelas 2 SMA gitu."


"berarti sebaya Ayu dong, adik kamu?"


"iya ,kira kira seperti itu la.


"atau apa aku ganti aja manggil nya,jangan mas lagi gimana?"


"terserah kamu aja la sayang,mas nggak masalah kamu mau manggil mas apa...atau mau manggil papa juga nggak apa apa"


"ih kita kan belum resmi,masa Uda papa mama aja."


"ya udah kita cepat cepat resmiin aja gimana ,biar mas bisa manggi papa mama...he um."tanya Arman sambil mengerlingkan mata nya kearah Gea,membuat pipi Gea merona karena malu.


"apa an sih mas."

__ADS_1


__ADS_2