
Rama dan Ayu sama sama saling terdiam mendengar pertanyaan Diki mengenai hubungan mereka yang tiba tiba sekarang menjadi lebih dekat .
Kedua nya tak memungkiri bahwa kedua nya sering jalan bareng bahkan saat ini aja mereka sedang asyik ngobrol berdua, walaupun mereka berdua juga tak tau hubungan mereka seperti apa.
"loh kok diam ,pada kesambet dua dua nya ,bisa bisa nya kompakan berdua saling diam."ujar Diki
"eh tadi nyariin gue ada apa Dik?"tanya Rama mengalihkan pertanyaan Diki
"ya nggak ada cuma mau nyari Lo aja,kan Lo panitia nya mana tau ada hal hal lain yang kurang makanya gue nyariin Lo."jelas Diki seolah tau kalau sahabatnya itu mengalih kan pertanyaan nya tadi
"Alhamdulillah sejauh ini masih aman Dik,sejak pembukaan tadi hingga malam ini belum ada keluhan dari peserta,mudah mudahan acara kita lancar dua hari kedepan ya."jawab Rama
"aminn,ya udah gue balik ke pos dulu gabung Ama anak anak yang lain,lagian disini gue cuma jadi nyamuk ."Diki pun meninggalkan Rama dan Ayu
"kayak nya aku harus balik juga nyusul Diki ,kamu nggak apa apa kan kalo ku tinggal ."
"ya nggak apa apa la ,kan didalam juga ramai ada guru juga yang mengawasi
"ok.deh,kalo ada perlu apa apa ,kamu jangan sungkan sungkan untuk menelpon aku ya ,"ujar Rama yang dibalas dengan anggukan kepala dari Ayu.Rama pun segera menyusul Diki .
"wah nggak nyangka deh gue Yu,Lo kok bisa akrab gitu ya Ama tu cowok ."tanya Desi saat Ayu masuk kedalam tenda
"iya Yu,kenalin ngapa ke kita kita,tu kan cowok yang pidato tadi yang ketua panitia, ganteng amat Yu.,"Fani teman Ayu yang lain pun menambahi
"ganteng dari mana ,biasa aja kok dia nya."jawab Ayu santai
"waduh neng neng mata Lo picek ya ,cowok seganteng tu Lo bilang biasa biasa aja,dia bukan cowok Lo kan?"tanya Fani lagi
"nggak mungkin la bukan cowok Ayu,doi aja rela nunggu Ayu dari tadi ."tambah Desi
Ayu yang malas membahas Rama langsung membaringkan tubuhnya.
"Yu kalo kalian nggak pacaran gue deketin dia boleh nggak ?Fani masih penasaran dengan Rama terus aja mengorek informasi dari Ayu
"serah Lo deh,deketin aja Sono , Ayu yang mulai terlelap asal saja menjawab pertanyaan Fani yang mulai jatuh hati pada Rama .
"Desi Lo jadi saksinya kalo suatu saat Ayu marah ke gue karena merebut cowok nya , karena Ayu sendiri yang menyuruh gue deketin tu cowok ."Fani terlalu kepedean memastikan kalo Rama bakalan suka pada nya.
Desi hanya mengangkat bahunya pelan ,seolah menjawab bahwa dia nggak mau ikut campur..
__ADS_1
"Yu,tu cowok namanya siapa "tanya Fani lagi namun sayang nya Ayu sudah nggak bisa menjawab lagi karena Ayu sudah tidur.
"yah...dah tidur aja nih anak , menurut Lo mereka pacaran nggak Des?"
"ya mana gue tau ,gue kan nggak terlalu dekat Ama Ayu,ni aja karena ada acara ginian makanya bisa dekat Ama Ayu,biasanya dia kan dekat Ama Rina,sayang Rina nggak kepilih.
"trus Lo tau nggak nama cowok tu siapa?"
"ya nggak tau juga nona,gue kan nggak ada ngomong apa apa Ama tu doi,ya nggak mungkin juga gue nanyain nama nya
"ya udahlah..tidur lagi yuk ...
Karena hari pun dah larut malam ,maka anak anak pada disuruh tidur oleh guru mereka ,namun sebagian ada juga yang bergantian jaga .
Lokasi perkemahan yang berada ditengah hutan dan dikelilingi oleh pohon pohon membuat udara dimalam hari menjadi sangat dingin,sehingga Ayu yang sedang terlelap menggigil dengan sendiri nya.
Ia pun terbangun dan berusaha mencari sweater dan selimutnya,namun sayangnya ia tak menemukan sweater nya.
Dengan kedinginan ia pun meraih ponselnya untuk memeriksa kembali isi tas nya ,namun tetap tak menemukan sweater nya.
Disaat galau kehilangan sweater ponsel Ayu berbunyi dan terlihat satu nama yang benar benar dinanti nya
"hallo
"tadi udah tidur tapi kebangun."jawab Ayu sambil menahan dingin
"kamu kenapa, kok bisa kebangun
"dingin kali Ram disini , sweater malah nggak kebawa lagi..."
"o...ya udah Kamu tenang dulu , bentar ku antar sweater nya
"iya
Dengan sigap Rama lalu berlari menuju posisi kemah rombongan Ayu.Sementara itu Ayu sendiri sudah berdiri menunggu rama didepan tenda nya dengan bibir yang bergetar.
"kenapa nunggu diluar ,kan dingin."Rama lalu melepaskan sweater yang dipakai nya lalu memasang kannya ke tubuh Ayu yang sedang menggigil.
"loh kamu pakai apa?
__ADS_1
"nggak apa apa ,aku gampang ntar pakai punya Diki dulu.
"o....beneran ada
"ada ,anak anak banyak kok bawa sweater, sweater kamu nggak kebawa ya ?"
"iya ,kayak nya ketinggalan,lagian nggak tau juga cuaca nya bakal dingin seperti ini.
"nama nya juga tengah hutan ,sekalian pakai ini ya."Rama lalu memakai kan kupluk buat Ayu .
"makasih Rama.
"iya ,apa masih dingin ?"perlahan Rama meraih kedua tangan Ayu lalu menggosok gosok kedua tangan itu agar menjadi hangat.
"ya udah ,kamu masuk lagi ya ,lanjutkan tidur nya ,karena besok pagi aktivitas sesungguhnya akan dimulai "ujar Rama melepas kedua tangan Ayu.
Ayu pun mengangguk dan mulai berjalan masuk kedalam tenda diperhatikan oleh Rama .
Namun sesat ia menoleh lagi ke Rama
"makasih ya ."ujar nya pelan namun dimengerti oleh Rama dengan balasan anggukan kepala nya .
Setelah memastikan Ayu masuk kedalam tenda ,Rama lalu pergi kembali ke pos nya.
"romantis sekali,pasti diantara mereka ada hubungan ,nggak mungkin cuma sahabatan."ucap Fani dalam hati yang sedari tadi memperhatikan Rama dan Ayu .
Ada sedikit rasa cemburu dihati Fani melihat kemesraan yang diperlihatkan oleh Rama pada Ayu.
Terlihat jelas sekali perhatian Rama ke Ayu yang membuat Fani sedikit iri.
"besok gue minta kepastian Ama ayu kejelasan hubungan nya Ama tu cowok."batin Fani.
Sementara Ayu yang sudah hangat dengan sweater yang diberikan Rama kembali merebahkan tubuhnya didalam tenda .
Perlahan ia memikirkan tentang kedekatan nya dengan Rama yang tanpa status.
Dia juga merasakan perhatian dan ketulusan Rama namun ia juga tak mungkin nembak Rama duluan dan ia juga nggak mau kegeeran karena belum tentu juga Rama menyukai ,apa lagi menelisik sikap Rama kebelakang yang sangat dingin dan jutek.
"apa iya Rama suka Ama gue?tapi perhatian yang diberikannya buat gue kegeeran ...aaarrrggggg Rama Napa sih Lo buat perasaan gue nggak menentu."batin Ayu
__ADS_1