Menantu Terabaikan

Menantu Terabaikan
bab 30...akhirnya pulang dengan selamat


__ADS_3

flashback dikit ya


Setelah hampir sejam terkurung diruangan Pak Rafael,tenaga nya pun terkuras habis karena berteriak teriak berharap ada orang yang lewat,Arman terdiam sejenak mengumpulkan tenaga nya ia bertekad harus keluar dari sana.


Tak berapa lama terdiam ,ia kembali mencari sesuatu didalam laci dimeja Pak Rafael.


Ia menemukan selembar kertas dan mengambil pena,lalu ia menulis kan sesuatu diatas kertas itu.


Setelah selesai ia kembali kedepan pintu dan berjongkok berusaha mengeluarkan selembar kertas tadi lewat celah celah dibawah pintu.


Ia berharap ada orang yang lewat dan membaca kertas tersebut.


Usaha Arman pun akhirnya berhasil, perlahan ia mendengar suara langkah kaki seseorang dibalik pintu.


Ia pun kembali berteriak-teriak berharap orang yang dibalik pintu mendengar kannya.


"tolong....tolong....siapa pun diluar tolong saya.!!!


Tok...tok...tok....


"hallo ada orang didalam ?"


Orang yang diluar pun mengetok pintu dan bertanya.


"iya Pak ,ada, tolong saya Pak,saya terkurung didalam."


"maaf Pak,bapak siapa?"


"saya Arman Pak."


"ok... Pak Arman tunggu sebentar saya ambil kunci cadangan dulu."ujar orang yang diluar ,ia pun meninggalkan Arman kembali untuk mengambil kunci cadangan.


Ternyata ia adalah seorang OB yang berniat membersihkan ruangan Pak Rafael.


Tak lama setelah menunggu beberapa saat Arman mendengar pintu dibuka dari luar


"ceklek "


Nampak seorang lelaki paruh baya memakai seragam ob sedang menatap Arman.


"Pak Arman?"tanya ob itu


"iya Pak Rusdi, Alhamdulillah terima kasih Pak sudah membukakan pintu buat saya.


"kok bisa terkunci dari luar Pak?"tanya ob itu


"saya nggak tau Pak , seperti nya ada yang sengaja mengunci saya dari luar."


"emang siapa Pak orang nya?"


Arman pun menceritakan kepada Pak Rusdi tersebut tentang alasan ia berada didalam ruangan Pak Rafael dan mendadak dikunci oleh seseorang.


"seperti nya memang ada yang sengaja menjebak bapak diruangan ini,karena setahu saya OB yang ciri ciri nya seperti bapak bilang itu tak ada disini Pak.


Atau nanti kita bisa cek cctv dulu pak untuk memastikan siapa dalang nya."


"benar juga Pak."


"mari Pak,kita keruangan cctv sebentar tapi kita harus lapor sekuriti terlebih."ujar Pak Rusdi.


"ya sebentar Pak ,saya mau menelpon seseorang dulu,karena dari tadi dia menunggu saya."


"o..ya Pak,silahkan ."

__ADS_1


Arman pun segera menghubungi Gea untuk mengabari keadaannya sekarang.


Flashback selesai yaaa


Arman dibantu sekuriti dan Pak Rusdi tadi mengecek cctv dan benar saja saat orang asing yang menyuruh Arman menemui Pak Rafael terlihat jelas di cctv.


Sekuriti dan Pak Rusdi pun dengan mantap mengatakan kalau orang tersebut bukan lah salah satu ob dikantor ini,meskipun ia memakai pakaian seragam ob seperti Pak Rusdi.


Dan benar saja dugaan Arman,bahwa ada seseorang yang sedang menjebaknya hingga terkurung diruangan itu.


"siapa dia ya?"kenapa dia mau menjebak Saya.?"batin Arman.


Arman pun berniat menyelidiki masalah ini dengan lebih serius ,jika benar benar diperlukan ia akan meminta bantuan kepolisian karena ini merupakan suatu tindakan kriminal.


Namun terlebih dahulu mereka harus menunggu kepulangan Pak Rafael dari luar kota,karena bagaimanapun mereka harus berkonsultasi dulu dengan si pemilik perusahaan.


Kebetulan Pak Rusdi dan sekuriti tadi mau membantu Arman menceritakan kepada bos nya nanti.


Setelah menyelesaikan masalah nya ,Arman pun segera pulang kerumah nya,karena sudah ada Gea yang menunggu disana dengan cemas.


"assalamualaikum."


"waalaikum salam, Alhamdulillah akhirnya kamu sampai juga Man."jawab Bu Marni.


Arman pun menyalami Bu Marni dan langsung duduk disamping Gea.


"apa sebenarnya yang terjadi mas?"


"Ayu buatkan dulu minum buat Abang mu!"pinta Bu Marni,Ayu yang kepo pun tak bisa menolak permintaan ibu nya,ia segera kebelakang membuatkan minum buat Abangnya.


"kayak nya ada orang iseng dikantor mas Ge."


"maksud nya mas?"


"iya tadi ketika mas sudah mau pulang , seseorang menyamar sebagai ob memberitahu kalo mas dipanggil atasan keruangan nya dilantai 5.


"tapi kamu nggak apa apakan mas?"


"nggak Ge,mas nggak apa apa kok."


"apa mungkin dikantor ada yang iri Ama kamu Man"celetuk Popy?"


"mungkin juga Pop,tapi aku nggak tau mau nuduh siapa."


"kamu kenal nggak sama orang yang menyuruh kamu keruangan bos mu tu?"tanya Bu Marni


"nggak kenal Bu,Arman pikir dia ob baru, tapi setelah dicek ternyata dia bukan salah satu pegawai dikantor Bu."


"yang penting kamu sekarang bersyukur bisa pulang dengan selamat dan tak terjadi apa apa,lain kali kamu harus lebih berhati hati lagi,jangan mudah percaya sama orang."nasehat Bu Marni.


"ya Bu."


"eh Pop,makasih ya udah repot repot nganterin Gea kemari."


"santai aja la ,lagian kasihan gue liat dia cemas mulu...


mukanya dah panik aja dari tadi."


"Pop,ngomong bisa di rem dikit nggak "sergah Gea malu pada Arman dan Bu Marni.


Popy hanya bisa senyum senyum melihat kelakuan sohib nya yang menjadi salah tingkah didepan calon mertua.


"eh betewe dah gelap nih,gue pulang duluan aja ya."sahut Popy yang langsung berdiri hendak pamit.

__ADS_1


"ya udah Pop,gue bareng Lo aja ,"ujar Gea


"Lo kok bareng Popy,Ge.kamu nanti aja mas antar pulang."


"Loh Man ,kamu baru sampai Lo,pasti capek kan."ujar Bu Marni menolak Arman mengantar Gea.


"nggak apa apa Bu,Arman nggak capek kok,udah Ge kamu sama mas aja.Pop sekali lagi makasih ya ,hati hati dijalan."ujar Arman.


"kamu pasti capek mas,biar aku pulang dengan Popy aja."ujar Gea merasa kalo Bu Marni tak setuju jika Arman mengantar nya pulang.


"udah nggak apa apa,mas nggak capek kok,nanti bentar lagi mas antar ya."


Gea pun hanya bisa mengangguk,tak bisa menolak Arman.


"hati hati Pop,makasih ya gue dah nyusahin Lo."


Popy pun mengangguk dan tersenyum


" Lo kayak Ama siapa aja Ge ...Ge."ujar Popy seraya melangkah keluar rumah menuju motor nya .


"gue pamit ya ."


"wah ngeri juga tu calon mertua Gea,jelas amat nggak suka Ama Gea,nasib mu Ge... Ge...."batin Popy yang juga merasa kalo Bu Marni kurang menyukai Gea.


Karena sedari tadi ketika Mereka menunggu Arman pulang, Bu Marni tak banyak bicara bahkan masuk kekamar nya , setelah dengar Arman pulang ,baru ia keluar dari kamar nya.


Berbeda dengan Ayu dan Andre.Kedua saudara Arman itu bertolak belakang dengan sikap Bu Marni.


Adik adik Arman sangat menerima keberadaan Gea,sedari tadi Ayu berusaha membuat Gea tenang.


Andre tak bisa menunggu Abang nya pulang,karena dia harus bersiap masuk kerja.


Hari ini dia dapat shif malam lagi.


Sementara itu Bu Marni merasa kesal karena Arman bersikeras buat mengantar Gea pulang.


Tak lama setelah Popy pulang,Pak Hasan pun sampai dirumah dari toko nya.


Ia juga heran karena sudah ada Gea dirumahnya.


"assalamualaikum."


"waalaikum salam ."


"Loh ada Gea rupanya,sudah lama Ge?"


"belum lama kali kok yah."


"o...ya sudah,bapak masuk kedalam dulu ya."


"iya Pak."jawab Gea.


"kamu disini bentar ya Ge,mas mau mandi dulu."


"beneran kamu nggak capek mas."


"buat kamu mas nggak akan capek Ge."jawab Arman sambil menoel hidung Gea,membuat Gea terkejut dengan tindakan Arman yang tiba tiba.


"gombal aja bisa nya ,dasar bucin."tiba tiba Ayu nyeletuk melihat tingkah Arman .


"apaan sih Lo dek."


"dah sana mandi bang, keringat Abang dah banjir tu."

__ADS_1


"ih mana ada , ngarang aja kamu tu."


"ya sudah ,kamu disini dulu temani kak Gea ya,mas mandi dulu."ujar Arman sambil berlalu dari hadapan Ayu menuju kekamar nya.


__ADS_2