Menantu Terabaikan

Menantu Terabaikan
bab 37 beraktivitas seperti biasa


__ADS_3

Sesuai dengan saran Jak ,Rafael tak lagi memikirkan masalah sabotase kemarin ,ia lebih fokus pada pekerjaan nya,lagian perusahaan pun masih aman tak ada kebocoran data atau apa la.


Keadaan kantor berjalan seperti biasa ,para karyawan kembali pada pekerjaan mereka dan pada lebih giat bersosialisasi kepada nasabah agar mencapai target mereka.


Begitu juga dengan Arman,ia pun beraktivitas seperti biasa,ia tak pernah membahas lagi kasus nya pada Pak Rafael,karena Pak Rafael pun tak pernah mempertanyakan masalah itu pada nya.


Tak jauh beda dengan Siska dan Lidia,mereka sebisa mungkin tak ingin membicarakan masalah masalah kemarin, sesuai dengan permintaan Jak pada nya agar tak membuat Pak Rafael curiga pada nya.


Masalah Arman bagai hilang menguap terbawa angin.


Sementara itu dikantor Gea , karier Gea semakin lama semakin meningkat,beberapa kali ia kembali diminta oleh Pak Gunawan untuk menemani nya meeting,dan dengan senang hati Gea menemani beliau meeting,dan tak jarang juga Gea memenangkan proyek membuat Pak Gunawan sangat menyayangi beliau.


Berbeda dengan Mona yang semakin lama semakin kesal melihat keberhasilan Gea.


Ia sangat tidak suka jika Pak Gunawan lebih memilih memperhatikan Gea dan mengabaikannya.


Gea juga merasa tak enak hati pada Mona,karena secara tidak langsung ia telah merebut pekerjaan Mona.


Ia sering menolak ajakan Pak Gunawan,namun Pak Gunawan berdalih dan berkata klien nya lebih senang mendengar presentasi dari Gea ,Gea pun tak bisa menolak lagi karena perintah atasannya tak mungkin dibantah.


Seperti saat ini Pak Gunawan kembali mengajak Gea untuk meeting.


"Ge ,kamu siap siap ya , setengah jam lagi kita meeting dengan Pak Arsyad dari PT Buana karya dikantor nya."


"maaf Pak kerjaan saya lagi numpuk dan harus diselesaikan sore ini?"tolak Gea secara halus


"kamu lagi mengerjakan apa memang nya?"


"ini pak."jawab Gea sambil menunjukkan berkas berkas yang menumpuk diatas meja Gea.


"oh ...bentar,Mona ....Mona ..."


"ya Pak."jawab Mona "ada apa Pak?"


"tolong kamu bantu dulu kerjaan Gea ."ujar Pak Gunawan


"lho Pak,saya mana ngerti kerjaan Gea Pak,saya kan beda bagian ama Gea."jawab Mona yang kesal dengan Pak Gunawan yang menyuruh nya mengerjakan tugas Gea


"loh Gea aja bisa membantu tugas kamu,kenapa kamu nggak bisa ."sergah Pak Gunawan lagi


"ya sudah pak...tak apa,nanti saja saya kerjakan setelah meeting."usul Gea karena tidak enak mendengar perdebatan bos nya dengan Mona.


Pak Gunawan pun meninggalkan ruangan Gea membiarkan Gea mempersiapkan diri untuk meeting nanti.


Melihat Pak Gunawan melangkah keluar ,mona pun mendekati Gea


"eh Lo jangan kecakapan ya,apa yang Lo janjikan pada para kliennya Pak Gunawan,hingga mereka tertarik dengan Lo."hardik Mona

__ADS_1


"apaan sih ,aku nggak ngerti maksudnya kamu Mon."


"alah ngeles aja Lo,pasti Lo merayu para klien itu kan?"


"astaghfirullah kok kamu ngomong gitu Mon,aku nggak mungkinlah bersikap seperti itu.Aku itu benar benar meeting dengan mereka ,dan Pak Gunawan sendiri yang mengajak aku, nggak kamu lihat tadi ,aku berusaha menolak nya."jawab tegas Gea.


"alah alasan aja Lo."


"terserah ya penilaian kamu seperti apa,lagian aku nggak perduli, selagi aku masih bekerja dengan baik."jawab Gea lagi sambil terus memeriksa berkas berkas kerjaan nya tanpa menghiraukan ocehan Mona .


"liat aja Lo pasti akan menyesal karena telah berurusan dengan gue."batin Mona.


Ia pun pergi melangkah keruangan nya dan di koridor ia berpapasan dengan Popy yang berusaha keluar dari pantry.


Popy heran melihat Mona yang jutek dan terkadang mengomel sendiri.


"ih kenapa tu anak,kok ngomel sepanjang jalan.?"guman Popy yang langsung masuk keruangan nya dan Gea


"eh itu Mona Kenapa?"tanya Popy pada Gea yang masih sibuk dengan berkas nya.


Gea hanya menarik nafas panjang nya dan mengangkat kedua bahu nya seolah olah malas membahas Mona.


"Lo nggak mau cerita Ge?"


"bukan nggak mau Pop,tapi ni...lihat ..."jawab Gea sambil menunjuk beberapa berkas ditangan nya tanda dia sangat sibuk.


"okey...okey...gue nggak akan tanya tanya lagi,...


"mas Arman maksud Lo,emang dia disini?bukannya dia kerja ya?"tanya Gea sambil berdiri celingukan untuk memastikan keberadaan Arman


"mana mas Arman nya Pop?Lo nggak lagi ngerjain gue kan?"tanya Gea sambil menatap Popy yang sedari tadi menahan tawanya.


"tapi Lo sibuk.... mendengar nama Arman langsung deh tegak ,nah tu berkas nya langsung dibuang "ujar Popy sambil menunjuk kelantai ,dan benar saja berkas tadi yang dikerjakan Gea berserakan dilantai.


Gea pun mengikuti arah tunjukan Popy dan benar berkas berkas tadi tanpa sadari berserakan dilantai.


Ia pun dengan segera memungut lembaran kertas kertas itu.


"astaghfirullah untung aja berkas nya nggak hilang,kalo hilang bisa mati gue?"guman Gea


"puas Lo ,jadi nambah deh kerjaan gue "ujar Gea lagi pasa Popy yang senyum senyum


"habis Lo gue tanyain Mona ,Lo malas jawab ,tapi begitu disebut Arman langsung berdiri kan Lo"


"ya itu karena gue lagi malas bahas Mona,tadi dia kesini marah marah."


"Lo kok bisa ,emang ada apa?"

__ADS_1


"iya dia marah Ama gue karena gue diajak Pak meeting,sedang dia disuruh memeriksa berkas berkas dimeja gue,eh ...dianya nggak mau,terus malah marah marah nggak jelas ke gue."jelas Gea


"o... berarti dia jealous Ama lo.dan mungkin dia nggak terima karena kerjaannya Lo ambil."


"tapi gue nggak ngambil kerjaan nya Pop,gue disuruh pak Gunawan,padahal udah gue tolak tapi ada aja alasan Pak Gunawan agar gue ikut."jelas Gea


"ya udah deh nggak usah dipikirkan dia tu,yang penting kita kerja baik baik aja,dan tak merugikan orang lain,sana lanjut aja kerjaan lo..ujar Popy lagi


"eh satu lagi Arman nya bohongan ...mana la mungkin dia disini,he...he..."ujar Popy diiringi tawa mengejek pada Gea


"popyyyyyy....."teriak Gea kesal pada sohib nya itu


Tak berapa lama ia dan Pak Gunawan pun berangkat menuju perusahaan Pak Arsyad,. mendampingi Pak Gunawan.


Begitu sampai dikantor Pak Arsyad, Gea tak sengaja berpapasan dengan seorang anak laki laki berseragam sekolah,ia mengenali anak itu


"Diki."sapa Gea


"eh kak Gea."jawab Diki


"kamu nggak sekolah ,kok kamu ada disini?"


"iya kak Diki sekolah kok,lagi nemani teman kak didalam.


"teman .?""


"iya kak tu dia udah selesai kayaknya ."jawab Diki seraya menunjuk Rama yang sedang berbicara dengan seseorang didepan pintu ruangan .


Gea pun menoleh kearah yang ditunjuk oleh Diki


"Lo itu teman kamu


"iya kak,dan yang diajak nya ngobrol tadi adalah papa nya Rama kak, Pak Arsyad


"kebetulan ayah nya Rama adalah sponsor acara persami kami,jadi kami kesini ingin membahas masalah persami kak.


"o...begitu ...ya udah kakak tinggal dulu ya,kakak ada meeting dengan Pak Arsyad."jawab Gea sambil menyusul Pak Gunawan yang telah berjalan mendahuluinya.


"ya kak."jawab Diki


Rama pun menghampiri Diki,


"gimana Ram?"


"beres la,nih bukti nya."jawab Rama sambil menunjuk transferan yang masuk melalui m banking nya.


"wah enak juga ya punya bokap pengusaha ."

__ADS_1


"biasa aja kali ,yok balik.


Kedua nya pun melangkah meninggal kan kantor ayah nya Rama ,


__ADS_2