Menantu Terabaikan

Menantu Terabaikan
bab 69 jaga hatimu buat mas ya


__ADS_3

Dimeja makan saat sarapan Gea bersikap biasa aja ,tak memperlihatkan kesedihannya ,ia juga menyapa ibu mertua nya.


Setelah selesai sarapan ia juga membantu membersihkan meja makan ,tak ada yang berubah dari sikap gea.Ketika akan berangkat pun ,ia pamit pada kedua mertuanya.


"hati hati dijalan yang Ge!"ujar Pak Hasan


"iya Pak,kami berangkat dulu.


Arman pun mengantarkan Gea ke kantor nya.


"ibu lihat kan ,setelah apa yang ibu perbuat tadi pagi,namun Gea tetap menyapa ibu dan tak menyimpan dendam ."ujar Pak Hasan pada Bu Marni setelah melihat anak dan menantunya berangkat kerja.


"emang dia ibu apain?"tanya ketus Bu Marni


"astaghfirullah Bu,ibu masih merasa benar setelah berkata kasar pada Gea ."Pak Hasan tak habis fikir dengan istrinya yang merasa tak bersalah.


"orang tua nya saja tak pernah membentaknya Bu,namun ibu,belum sampai sebulan jadi mertua,malah ibu bentak bentak dia."kesal Pak Hasan.


"ya salah dia sendiri,kenapa merecoki ibu memasak."


"dia hanya berniat membantu mu Bu,benar benar ya ...capek bapak menjelaskan pada ibu,tapi ibu tetap tak mengerti dan merasa tak bersalah.


Jangan salah kan siapa siapa,jika suatu saat Arman pindah dari rumah ini."ancam Pak Hasan


"enak saja,mana bisa Arman meninggal rumah ini,walau bagaimanapun ibu nggak rela kalau ia jauh dari ibu."


"maka nya ibu jaga sikap ,jangan mau menang sendiri,kalo nggak ibu akan kehilangan anak dan menantu mu."


Pak Hasan pun meninggalkan Bu Marni ,malas memperpanjang masalah.


Ia pun berniat pergi ke toko nya,dari pada ribut terus dengan istrinya.


Sementara itu Arman mengantar Gea kekantor nya


Kedua pasangan suami istri ini pun kembali melakukan aktifitas mereka seperti biasa.


"hati hati ya mas ,kabari kalo dah sampai."ucap Gea sambil menyalami suaminya


"iya ,nanti mas jemput makan siang ya."jawab Arman sambil mengecup kening Gea


"iya mas


Gea pun masuk kedalam kantor nya,lalu menarik nafas panjang ,karena sedari tadi ia berusaha menyembunyikan kesedihan nya didepan suami dan keluarga suami nya.


Ia tak ingin memperkeruh suasana,dan berusaha selalu sabar menghadapi ibu mertua nya.


"Hay pengantin baru kok murung?"tanya Popy yang sama sama memasuki kantor


"nggak apa apa kok Bu."


"kalo ada masalah dirumah atau ada masalah lain cerita ke gue Bu,biar dada Lo terasa lapang ,jangan ditanggung sendiri Bu ."ujar Popy lagi


"Popy..."akhirnya pertahanan itu pun luruh,air mata yang sedari tadi ditahan Gea langsung meluncur membasahi pipi nya.


Ia menangis dalam pelukan sahabat nya

__ADS_1


"sabar.... sabar Bu, menangis la jangan ditahan,ada gue disini."ujar Popy sambil menepuk lembut punggung Gea .


Kesedihan Gea tak luput dari pandangan Pak Gunawan yang kebetulan lewat dan tak sengaja memperhatikan mereka.


"Gea kenapa?kok sedih sekali gitu."tanya Pak Gun dalam hatinya.


Ia mengurungkan niatnya untuk masuk keruangan nya,ia terus memperhatikan kedua karyawan nya itu.


Setelah agak tenang ,Gea kemudian menceritakan segala sesak didada nya pada Popy.


Popy yang dari awal sudah menebak sikap Bu Marni yang tak menyukai Gea,namun ia tak mau terlalu ikut campur.


"sabar Ge....sabar....coba kamu cerita dari hati ke hati dengan Arman ,atau apa nggak sebaiknya kalian pindah saja , ngontrak berdua aja kalo begitu."usul Popy.


"entah la Pop,tapi kami kan belum sebulan nikah dan tinggal dsana,aku merasa nggak enak kalo meminta mas Arman untuk pindah.


"ya habis mau gimana lagi,daripada kamu sakit hati."


"aku akan fikir kan lagi Pop, terimakasih sudah mau mendengarkan curhatan gue ."


"ah Lo Ge ,kayak sama siapa aja,Lo dah gue anggap saudara gue,jadi kalo ada apa apa jangan sungkan sungkan cerita ke gue ya ."


Gea pun mengangguk ,kedua nya pun kembali mulai bekerja,tanpa mereka sadari sedari tadi Pak Gun mendengar kan keluh kesah Gea .


"kasihan sekali kamu Ge dapat mertua seperti itu,jika kamu menikah dengan ku aku bakal jamin kamu akan merasakan bahagia karena disayang mertua."batin Pak Gunawan,lalu ia meninggalkan ruangan Gea dan kembali keruang nya.


Diruang nya Pak Gunawan berfikir keras,awal nya ia ingin mengubur dalam dalam perasaannya pada Gea ,namun melihat kesedihan Gea diperlakukan buruk oleh mertuanya membuat Pak Gun berniat merebut Gea dari Arman dan membahagiakannya.


"kupastikan akan membuatmu selalu bahagia Ge ."batin Pak Gunawan.


Suara ketukan pintu membuat Pak Gun sadar dari lamunannya dan melihat Mona dengan lenggang lenggok masuk dan menghampiri nya.


"Pak... nanti siang kita ada meeting ya Pak."ujar Mona mendayu dayu


"o...ya sudah nanti saya akan ajak Gea ."jawab Pak Gunawan tanpa melihat Mona ,membuat Mona sedikit terkejut dan kesal karena Pak Gun memilih Gea untuk meeting.


"loh Pak kok sama Gea ,biasa kan sama Mona ."ujar Mona lalu semakin mendekat dengan Pak Gun dengan rok span ketatnya dan kemeja yang dua kancing nya sengaja dia buka untuk menggoda pak Gunawan.


"Mona harap jaga sikap kamu,silahkan keluar karena saya sedang sibuk ."ujar Pak Gun yang menghentikan langkah kaki Mona .


Dengan kesal ia membalikkan tubuhnya lalu pergi meninggalkan ruangan itu dengan menghentakkan kaki nya .


"Gea lagi ....Gea lagi....kenapa sih duda lapuk tuh,kemarin kemarin dia dah mau tunduk pada ku sekarang kok malah kembali pada Gea ."batin Mona yang gagal merayu Pak Gunawan.


Tak lama Mona keluar dari ruangannya, Pak Gunawan juga keluar menuju ruangan Gea


"Gea kamu siang ini temani saya meeting ya ,karena meeting nya menjelang siang ,maka kita sekalian makan siang aja dengan klien ya "ujar Pak Gun


"dengan saya Pak?"tanya Gea


"iya Ge ,saya mau meeting sekaligus makan siang bareng kamu nanti."jawab Pak Gunawan lagi


"loh biasa nya kan sama Mona Pak,lagian kerjaan saya lagi numpuk Pak."tolak Gea ,karena ia malas keluar kantor lagian dia juga sudah janji akan makan siang bareng dengan suami nya


"nggak bisa Ge,klien kali ini kayak nya lebih pas klo kamu yang presentasi nanti , ketimbang Mona ,ini berkas nya tolong kamu pelajari ,masih banyak waktu kok,nanti saya jemput kamu lagi."tanpa menunggu jawaban Gea , Pak Gunawan berlalu menuju ruangannya.

__ADS_1


Gea dengan malas meraih berkas tersebut dan membukanya untuk diperiksa dan dipelajari.


Ia menarik nafas nya ,kesal karena tak bisa menolak perintah atasannya,kesal juga mengecewakan suami nya karena gagal makan siang bareng.


Perlahan ia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Arman lewat chatting untuk mengabarkan kalo ia tak bisa makan siang bareng .


"assalamualaikum mas ."


"waalaikum salam sayang,ada apa ?kangen ya


"ih GeEr


"baru sebentar tadi mas antar kamu sekarang malah sudah kangen aja ."


"mass....


"iya sayang ada apa,mas kangen juga Lo,apa mau mas kesana buat meluk kamu?


"mas jangan becanda terus dong,Ge serius nih."


"mas nggak becanda kok,mas beneran sayang Ama kamu


"iya deh....


"ok deh ,ada apa sayang?"


"Gea cuma mau ngabarin kalo Gea nggak bisa makan siang bareng kamu mas."


"loh kenapa sayang?"


"maaf mas,Gea ada meeting menjelang siang dan sekaligus menjamu klien makan siang


"o...kamu mau makan bareng bos kamu


"iya mas bukan Ama bos aja,tapi Ama klien juga


"o..ya sayang..nggak apa apa ,nanti mas makan siang dikantin aja


"sekali lagi Gea minta maaf ya mas."


"iya sayang,nggak apa apa pesan mas cuma satu ."


"apa tu mas.


"tolong jaga hati mu buat mas."


Seketika pipi Gea bersemu merah membaca chating dari suami nya


"iya mas,mas juga disana jaga hati mas buat Gea ya.


"don't worry hunny, i love you.


"love you too


Sumpah ni author jadi kangen nih Ama Pak Su alias Pak suami gara gara membaca chat merasa Gea Ama Arman 😊😊😊

__ADS_1


Pak Su love you too😊😊😊


__ADS_2