Menantu Terabaikan

Menantu Terabaikan
Bab 13.Bibit bibir pelakor


__ADS_3

Sampai diruangan nya Siska menghempaskan pantat nya dikursi kerja nya.


Sikap Arman yang terlihat dingin dan cuek memotivasi dirinya untuk lebih berusaha mendekati Arman.


Ia sebenarnya tidak terlalu tau kalo Arman selama ini telah memiliki pacar.


Padahal ia pernah mendengar selentingan gosip anak anak bahwa Arman akan segera menikah,namun ia tak mempercayai gosip tersebut.


"aku pasti bisa dapat kan hati nya Arman."gumam nya dalam hati.


"woiii ngelamun aja,mikirin apa Lo,?"


"Lidia elo ngagetin gue aja."


"lagian elo melamun apa an sih,nggak lihat tu berkas berkas Lo menggunung, masih numpuk".


"nggak...gue nggak mikirin apa apa.itu...,"mendadak Siska merapikan penampilannya begitu melihat Arman berjalan ke arah nya,dan hal itu tak luput dari pengawasan Lidia,sehingga ia mengerti apa yang dilamunkan sahabat nya itu tadi


"fiks Que tau sekarang,pasti Lo masih mikirin gebetan Lo kan?"


"apa an si Lid,kepo deh...siapa sih yang Lo maksud?"


"alah Sis ...sis nggak usah bohong ama que,Lo lagi mikirin Arman kan?"


"nggak ah sotoy deh Lo."


"Arman tu bentar lagi mau nikah Lo Sis,telat selangkah deh Lo kayak nya."


"Lo kok tau Lid?"


"apa yang nggak gue tau semua gosip dikantor ini ya pasti la gue tau."berarti benar kan Lo dari tadi mikirin doi?"


Siska pun mengangguk kan kepala nya , membenarkan apa yang dipikirkan Lidia tentang dirinya.


"gue udah suka Ama dia Lid dari lama,kadang gue juga udah cari cari perhatian ke dia,tapi pantas aja kadang dia cuek Ama gue, rupa nya dia udah punya pacar."


Ujar Siska lemas.


"alah Lo tenang aja Sis,orang yang udah nikah aja bisa tiba tiba cerai kok,apa lagi ini yang baru pacaran."


Siska terhenyak dengan apa yang dikatakan Lidia,


"maksud Lo apa an Lid?"


"ya Lo rebut la Arman dari pacar nya ,gitu aja kok lemot buk."


"tapi gimana cara nya,selama ini dia cuek Ama gue."


"udah Lo tenang aja ,ntar gue bantuin Lo kok."


"seriusan Lo mau bantuin gue Lid?"


"ya iya la,gue kan hobi tu mengembangkan bibit bibit pelakor kayak Lo."ujar Lidia lagi sambil tertawa.


"rese Lo,Lo mau jadiin gue pelakor gitu?"

__ADS_1


"ya iya la,demi cinta Lo buat doi,gue pasti akan bantu sohib gue ini."ujar Lidia lagi sambil menepuk nepuk pundak Siska yang masih terbengong bengong.


"udah deh..kelamaan Lo mikirnya,ayok kerja aja dulu,nanti kita ngobrol lagi sepulang kerja."


Lidia pun meninggalkan Siska dan menuju ke kursi kerja nya .


"apa iya gue harus jadi pelakor demi mendapatkan Arman?"batin Siska.


Sementara itu di meja Arman dia sudah bersiap melanjutkan kerja nya yang tertunda tadi karena istirahat.


Namun sebelum memeriksa berkas berkasnya ia merogoh kantong nya mengambil hp untuk chatting an dengan Gea


"ngabari Gea dulu deh."batin nya


"assalamualaikum calon istriku."


"waalaikum salam calon suamiku,udah selesai makan siang nya mas?"


"sudah calon istriku,sholat Zuhur juga sudah."


"Alhamdulillah,calon suami ku memang yang terbaik."


"ya udah mas lanjutkan kerja dulu ya."


"ya mas ,semangat kerja nya ya ."balas Gea lagi sambil memberikan emoticon hati pada Arman.


Arman pun senyum senyum sendiri dan itu diperhatikan oleh Siska,karena ruangan mereka hanya terhalang sekat kaca .


"pasti dia lagi chating an dengan pacar nya,sampai senyum senyum gitu,benar kata Lidia kayak nya aku benar benar harus jadi pelakor nih".batin Siska.


"mbak Gea,tadi mbak Gea dipanggil keruangan pak bos."ujar salah satu ob dikantor nya


"o...iya ya mbak,kapan atasan manggil saya?"


"barusan aja mbak,tadi berpapasan sama saya didepan."


"ok...saya langsung kesana ya, terimakasih ya mbak."


Gea pun langsung melangkah kan kaki nya menuju ruangan atasan nya.


"tok...tok...


"masuk."jawab orang yang ada didalam ruangan itu yang tak lain adalah atasan Gea yaitu Pak Gunawan.


"permisi pak,apa benar bapak memanggil saya?"tanya Gea.


"o...iya Ge,saya perlu bantuan kamu siang ini."


"apa yang bisa saya bantu Pak?"


"nanti sekitar sejam lagi temani saya meeting diluar,karena Mona sekretaris saya mendadak sakit ,dan dia minta izin pulang tadi,jadi tolong kamu gantiin tugas Mona dulu ya."jelas pak Gunawan.


"baik pak."angguk Gea.


"ya sudah ini ada proposal meeting kita nanti ,tolong kamu pelajari sebentar masih ada waktu kan."Pak Gunawan menyerahkan berkas yang berisi bahan bahan materi buat meeting mereka.

__ADS_1


Gea pun menerima berkas .


"ada lagi yang lain pak?".


"nggak ada Gea,kamu boleh keluar dan tunggu diruang kamu,nanti saya jemput sejam lagi.."


"baik Pak,kalo begitu saya permisi dulu."


Gea pun meninggalkan ruangan Pak Gunawan menuju kemeja nya untuk mempelajari berkas berkas itu.


"ada masalah Ge?"tanya Popy sahabat Gea dikantor


"nggak kok Pop,aku cuma diminta menemani Pak Gunawan meeting sejam an lagi."


"loh si Mona kemana?"


"izin sakit kayak nya."jelas Gea sambil terus membaca berkas itu.


"o..ya udah sukses ya Ge".


Gea hanya tersenyum membalas ucapan Popi.dan kembali bersiap siap untuk mengadakan persentase di meeting nanti.


Padahal ia tak yakin akan mampu mendampingi Pak Gunawan,karena selama ini ia tak pernah ikut meeting.


Pak Gunawan selalu ditemani oleh Mona yang memang sekretaris nya beberapa bulan ini.


"bismillahirrahmanirrahim,mudah mudahan bisa "doa Gea dalam hati nya .


Setelah hampir sejam an Pak Gunawan terlihat keluar dari ruangan nya dan sudah berpenampilan rapi,ia pun menuju keruangan Gea untuk menjemput nya meeting diluar.


"kamu udah siap Ge?"


"sudah Pak."


"ayok kita berangkat,berkas berkas tadi sudah kamu pelajari?"


"insyaallah sudah pak."


"ok la ayok berangkat,jangan lupa dibawa berkas berkas tadi ya."


Gea pun mengikuti langkah Pak Gunawan menuju keparkiran, walaupun ia tidak tau lokasi meeting mereka hari ini,namun sebagai karyawan ia wajib mematuhi atasannya.


Tak lama mereka pun sampai di sebuah hotel ternama ,dan rupa nya klien Pak Gunawan sudah menunggu dhotel itu karena kebetulan klien nya dari luar kota dan menginap dihotel itu.


Jadi ia memutuskan untuk meeting di restoran yang ada didalam hotel.


"kita meeting disini pak?" tanya Gea ketika memasuki hotel.


"iya Ge, kebetulan Pak Erik itu menginap disini ,jadi sekalian aja meeting disini dari pada ribet mencari tempat lagi."jelas Pak Gunawan.


"o.. Gitu ya Pak."


"kamu kok kayak baru pertama aja kehote,Mona malah sangat bersemangat setiap saya ajak meeting dihotel."jelas pak Gunawan.


"ya itu kan Mona pak,bukan saya."batin Gea.

__ADS_1


Ya mau gimana lagi,namanya juga kerja ,mana bisa menolak.


__ADS_2