
Seperti biasa ketika berjumpa pasti Andre dan Ayu seperti tom dan Jerry,dan tak ada yang mau mengalah.
"udah ah...kalian ini kok masih ribut aja,kalian bukan anak kecil lagi Lo."
Arman kembali menggeleng kan kepala nya melihat kedua adiknya itu
"tu dengar bang,bang Andre tu bukan anak kecil lagi dan seharusnya sudah menikah sejak dulu,nggak takut tu Ama umur wleeek. "bukannya mendengarkan kata Arman, Ayu malah makin gencar meledek Abang nya.
"kamu tu ya...awas kalo dapat Abang pites sekalian ."Andre pun langsung berlari mengejar Ayu yang udah keburu kabur kedalam untuk mencari perlindungan.
"ibu...Abang Andre mau mukul Ayu...Bu...
"ada apa Yu."Bu Marni terkejut sekalian heran melihat Ayu yang berlari ketakutan kearah nya.
"bang Andre Bu ,mau nimpuk Ayu.. tolongin
Ayu berlindung dibelakang ibu nya ketika Andre datang
"apa an sih Ndre,sama adik kok nggak aku kalah.
"Ayu tu ngeselin Bu,mau Andre pites dia
"kutu kali main pites aja ."sahut Ayu yang masih berlindung dibelakang ibu nya dan masih juga menggoda abangnya itu .
"kalian kok masih ribut aja , bukan nolongin Abang angkat barang .Arman masuk kedalam dengan menenteng koper kopernya
"eh...iya bang ...gara gara ni si Upik abu Andre jadi lupa nolongin Abang."Andre pun bergegas membantu Arman membawa barang barang nya
"awas Lo ...kalo ini Lo selamat ,tapi lihat aja ntar ."ancam Andre pada ayu
"nggak takut tu.."ayu malah membalas mencibir Andre
"kak Ge biar Andre aja yang bawa koper nya."
Dengan sigap Andre membantu Gea membawa koper yang sedang diangkat Gea .
"makasih Ndre ."
"masih banyak ya kak?"
"nggak kok..cuma itu aja,barang kami nggak banyak kok Ndre
"kamu dah makan Man?"tanya Bu Marni ketika melihat Arman masuk dengan koper koper nya
"udah siang tadi Bu."Arman menjawab sambil menyalami ibu nya
"emang nggak lapar lagi?"
"belum la Bu,ntar aja...ibu sehat sehat aja kan?"
"iya ibu sehat kok.."
__ADS_1
"Alhamdulillah.. senang Arman mendengar nya,ibu nggak kangen ya Ama Arman.
"ya kangen la ,masak nggak,sini peluk ibu
Arman pun memeluk tubuh mungil sang ibu
Terlihat senyum bahagia di wajah Bu Marni ketika melihat Arman yang pulang dan langsung memeluk nya.walau bagaimana pun ia sangat merindukan anak sulungnya itu .
Namun mendadak senyum itu perlahan hilang ketika Gea menghampiri nya
"Bu....sehat Bu?"
Gea pun menyalami ibu mertua yang hanya mengangguk pelan .Gea yang melihat sikap mertuanya yang sangat jauh dari harapan nya,menjadi sangat sedih.
Ia menyangka setelah tak berjumpa beberapa bulan sikap mertuanya akan berubah,namun ternyata Bu Marni masih tetap seperti yang dulu.
Karena tak mendapat respon yang baik dari mertuanya ,Gea pun meninggalkan ruangan itu melangkah masuk kekamar nya.
"Gea masuk kekamar dulu ya Bu."walau kesal ia tetap berpamitan pada mertuanya yang lagi lagi hanya diam saja.
Arman juga menyadari sikap ibunya yang tak berubah hanya bisa terdiam ,ia juga merasakan kepedihan yang dirasakan Gea.
Ia berharap ibu nya mau merubah sikap nya dan lebih menyayangi Gea ,namun harapan tinggallah harapan .
Arman menyadari keadaan ini sangat lah tak adil buat Gea .
Dikeluarga Gea ,Arman diterima dengan baik oleh Pak Joko dan Bu Marni,bahkan mertua nya tak segan memarahi Gea jika ia lalai menjalankan tugas nya sebagai istri dan mengabaikannya suaminya.
"Arman heran dengan ibu."
"emang ibu kenapa ."jawab enteng Bu Marni
"Arman sangka kepergian Arman kemarin bisa lebih menyadarkan ibu dan bisa memperbaiki sikap ibu pada menantu ibu ,tapi ternyata Arman salah ,ibu sama sekali tak pernah berubah.Arman jadi ragu untuk tetap tinggal disini."
"maksud kamu apa Man ?"
"melihat sikap ibu seperti ini membuat Arman berpikir untuk mempertimbangkan kembali saran saran dari teman teman ."
"maksud kamu apa nak, saran saran apa dari teman teman kamu?"Bu Marni semakin tak mengerti maksud dari Arman .
Perlahan Arman menarik nafas nya
"maafkan Arman Bu,mungkin Arman akan mempertimbangkan untuk membeli rumah ."jawab Arman lalu perlahan meninggalkan ibu nya yang masih mematung sendiri.
Bu Marni mulai sedikit ketakutan ,karena jika Arman membeli rumah maka ia akan kehilangan anak nya kembali.Ia tak mau Arman jauh jauh dari nya .
Sementara dikamar Gea berusaha menahan air mata yang telah menganak agar tak jatuh membasah pipinya..Ia tak ingin Arman melihat kesedihan nya.
Ceklek
Arman pun masuk kedalam kamar dan mendapati Gea sedang terduduk sambil membolak balik pakaian mereka .
__ADS_1
"kamu lagi apa Ge ?"
"eh mas ...ini Ge lagi menyusun pakaian pakaian kita ."Gea pun pura pura menyibukkan diri dengan koper koper yang baru saja dibawa masuk oleh Andre
"emang kamu nggak capek ,biarkan aja la dulu."
"capek apaan ,Gea kan nggak ngapa ngapain dari tadi mas ."Gea tetap melanjutkan pekerjaan tanpa menghiraukan suami nya.
Arman lalu menarik tubuh Gea kedalam pelukannya.
"tapi mas yang lelah,temani mas sebentar aja ya."
Arman membawa tubuh Gea berbaring ditempat tidur .
"mas hari masih sore Lo."Gea pun berpikiran yang macam macam
"emang kenapa kalo hari masih sore,emang mas mau ngapain?"Arman kembali mempererat pelukannya .
"tu mas ngapain peluk peluk Gea gini?"
"emang pelukan doang nggak boleh ya ...heum...Pelukan Ama bini sendiri aja kok."
Gea jadi salah tingkah melihat kelakuan Arman yang mendadak manja .
"tenang sayang mas tau kok hari masih sore ,tapi sesekali ngambil sore nggak apa apa kali ya ."ujar Arman sambil mengedipkan mata nya pada Gea
"mass...ih...genit amat sih..."Gea lalu mencubit pinggang Arman
"aduh....aduh...sakit Ge ,kamu tu kdrt mah namanya."
"maka nya jangan macam macam mas
"nggak kok,mas nggak macam macam ,mas kan cuma mau satu macam aja ..."kembali Arman memeluk erat Gea
"mas...hari bentar lagi Magrib
"iya mas tau,tapi mas lelah Ge ,mas cuma mau baring aja sebentar sambil meluk kamu,aroma tubuh mu obat lelah mujarab bagi mas ."Arman memeluk tubuh Gea dan sibuk menghirup aroma harum rambut istri itu.
Perkataan Arman membuat Gea sejenak melupakan kesedihannya,ia pun tak menolak ketika Arman memeluk tubuh nya .
"capek banget ya yank."Gea mengusap lembut punggungnya Arman
"heumm..biarkan begini sebentar ya yank...mas betul betul lelah dan butuh kamu untuk mencharge kembali tenaga mas ."
"ya tapi ingat jangan ketiduran, bentar lagi Magrib ."
"he eh ...
Gea pun membiarkan Arman istirahat sebentar menjelang magrib .
Pak Suuu..... pengen dipeluk juga kayak Gea ☺️☺️☺️
__ADS_1
yah nasib Pak suami malah lagi keluar kota...😔😔😔peluk guling aja deh