Menantu Terabaikan

Menantu Terabaikan
bab 23.kegusaran Mona


__ADS_3

Dengan menghentakkan kaki nya,karena dicuekin Gea,Mona berjalan memasuki ruangan pak Gunawan.


Tok...tok...tok


"permisi pak."


"o...kamu Mona."


"ya pak saya sudah bisa bekerja lagi."


"bagus lah kalo kamu sudah sehat."


"apakah saya sudah bisa memeriksa jadwal bapak hari ini ?"


"o..jelas boleh,karena kau sudah masuk."


"kalo begitu ,jadwal bapak dimulai dengan meeting dengan pak Burhan sekitar sejam lagi."jelas Mona


"o..ya untuk itu saya sudah tau dan saya sudah mengajak Gea untuk menemani saya meeting."


Seketika raut muka Mona berubah karena ia tak menyangka ,baru sehari tak masuk kantor posisinya langsung terancam.


Namun ia harus bersikap biasa aja didepan Pak Gunawan.


"ok baik la Pak,kalo begitu saya permisi dulu."


Mona pun langsung keluar dari pintu ,menuju ruangan nya dengan hati kesal sekali pada Gea.


"awas kau ya Ge"batin nya


sehari baru tak masuk kerja posisinya sudah terancam oleh Gea yang selama ini ternyata mahir dalam berbicara meyakinkan para klien.


Sementara itu ketika Gea memasuki ruangannya langsung diberondong pertanyaan oleh Popy.


"kenapa Buk dipanggil pak bos?"


"nggak apa apa ,cuma diminta nemani Pak Gunawan meeting sejam lagi."jawab Gea


"lho kan ada si Mona?"


"tadi pak Gun nggak tau kalo Mona dah masuk ,dia menyangka kalo Mona masih sakit."


"o...tu kan bener kata gue,kalo lama lama posisi nya bakalan diganti dengan Lo."


"nggak juga la Buk,"


"klo Lo naik pangkat ,jangan lupa traktir gue ya."ujar Popy sambil mengedipkan mata nya pada Gea.


"apaan sih Bu,udah ah mau konsen ama nih berkas ."jawab Gea lalu mulai fokus pada berkas berkas dihadapannya .

__ADS_1


Setelah kurang lebih sejam Pak Gunawan keluar dari ruangan nya menuju ruangan Gea untuk mengajaknya meeting.


"Mona saya pergi meeting dulu ,kalo ada hal yang mendesak tolong kamu handle dulu ya."


"baik Pak ,jadi meeting nya dengan Gea pak?"


"ya jadi ,Gea yang akan menemani saya hari ini ,next meeting berikut nya mungkin dengan kamu kembali,untuk saat ini kamu dikantor saja dulu."jelas Pak Gunawan lalu meninggalkan Mona menuju ruangan Gea.


Ia merasa Gea takkan mampu bernegosiasi dengan klien pak Gunawan,karena selama ini jika ia yang menemani Pak Gunawan meeting akan selalu berhasil.


Pak Gunawan selalu dapat proyek proyek yang besar ,karena Mona selalu tau cara memuaskan para klien nya .


"kita lihat aja Gea ,apa kamu sanggup bernegosiasi dengan para klien tanpa kamu beri servis ."guman Mona sambil tersenyum sinis .


"Ge,kamu sudah siap?"tanya Pak Gunawan


"sudah Pak."


"ayok kita berangkat,berkas berkas nya jangan lupa dibawa."ujar Pak Gunawan lagi


Setelah semua lengkap ,mereka pun berjalan keluar kantor dimana sudah standby mobil yang akan membawa mereka menuju klien yang sudah menunggu di sebuah kafe terkenal.


Tak lama mereka pun sampai dan langsung memasuki kafe yang sudah diatur untuk kliennya.


"assalamualaikum pak Burhan,apa kabar nya nih,?"tanya Pak Gunawan pada kliennya itu.


"o..iya Pak, Alhamdulillah juga kalo begitu ,semoga kita semua sama sama diberikan nikmat sehat oleh Allah."


"amiiin.


"oh iya Pak,ini saya kenalkan pegawai saya Gea,yang akan menjelaskan secara detail prospek kerja sama kita .


"assalamualaikum Pak,saya Gea."ujar Gea memperkenalkan dirinya dengan sopan


"ya...saya Burhan."jawab Pak Burhan sambil menatap serius pada Gea.


"masak iya dia bisa dibooking,sikap nya aja sopan dan beradab ditambah seperti nya anak nya alim sekali,jangan jangan yang mereka bilang tentang sekretaris Pak Gunawan yang bisa dibooking itu salah."batin Pak Burhan


"maaf Pak, apa bisa kita mulai meeting kita."tanya Gea


"o..ya .silahkan Ge."jawab Pak Burhan yang terkejut seketika tersadar dari lamunannya.


Meeting pun dimulai ,dengan santun Gea menjelaskan proposal nya dan juga dengan senyuman yang tulus dari Gea .


Pak Burhan sangat menyukai presentasi yang disampaikannya Gea.


Ia melihat Gea sangat santun dan lemah lembut membuat nya mengagumi Gea .


Setelah selesai melakukan presentasi Gea kemudian minta izin dan duduk kembali.

__ADS_1


Dilanjutkan dengan Pak Gunawan dengan sedikit tambahan dan menjelaskan kembali keuntungan kerja sama ini.


Pok...pok...pok..


Pak Burhan bertepuk tangan sebagai tanda kalo ia sangat setuju dengan kerjasama yang diajukan Pak Gunawan.


"ok Pak Gunawan,saya sangat menyukai presentasi Gea dan bapak sendiri,jadi saya putuskan akan ikut dalam kerjasama ini,semoga kedepan kerja sama kita akan menguntungkan kita berdua."


"amiiin Pak.


Gea tak berhenti mengucap syukur atas keberhasilan nya hari ini .


Ia sama sekali tak menyangka presentasi nya disukai oleh Pak Burhan.


Melihat Gea berulangkali berucap syukur , membuat Pak Burhan sangat mengagumi Gea.


Ia kembali mematahkan stigma yang disampaikannya oleh orang orang kalo sekretaris Pak Gunawan adalah seorang yang gampang di booking untuk kelancaran proyek kerjasama.


"ok la Pak Burhan terimakasih atas kerjasamanya, semoga kedepan nya lebih baik dan lancar,kalo begitu kami izin pamit dulu ya Pak "ujar Pak Gunawan.


"o..iya Pak, terimakasih juga karena bapak sudah mau mengajak saya untuk bekerjasama."jawab Pak Burhan sambil berjabat tangan dengan Pak Gunawan.


Disaat ia ingin berjabat tangan dengan Gea,Gea hanya menangkupkan kedua tangan nya didada...


Membuat Pak Burhan bertambah kagum ,karena Gea tipe perempuan yang tak mau bersentuhan dengan yang bukan muhrimnya.


Pak Gunawan dan Gea pun pergi meninggalkan kafe itu menuju kembali ke kantor.


"saya tidak menyangka ya Ge, ternyata kamu jago dalam menarik hati klien."ujar Pak Gunawan mengusir keheningan disaat mereka berada didalam mobil .


"maaf Pak,jangan berlebihan,saya hanya menjelaskan proposal yang bapak beri ke saya tadi sebelum berangkat."


"tapi kamu hebat Ge,saya aja nggak nyangka kalo kerjasama kita akan diterima Pak Burhan.".


"itu tanda nya memang rezeki kita Pak."


"iya Ge,saya mengucapkan terimakasih atas bantuan kamu tadi ya,nanti saya kasi kamu bonus,karena ini yang kedua kaki nya kita dapat proyek dan itu semua berkat kerja keras kamu."


"Alhamdulillah Pak, terimakasih kalo begitu ."


Tak lama mobil yang membawa Pak Gunawan dan Gea telah sampai pas didepan kantor mereka.


Mereka pun keluar dari mobil dan langsung memasuki kantor .


"permisi pak ,saya kembali keruangan saya dulu."pamit Gea pada Pak Gunawan diikuti dengan anggukan dari Pak Gunawan.


Sesampainya diruang kerjanya,Gea langsung diberondong pertanyaan oleh Popy yang tak sabaran dengan hasil meeting pagi ini ....


"gimana hasil nya Ge?"

__ADS_1


__ADS_2