
Menjelang sore Pak Hasan pun pulang dari toko nya dan langsung masuk kedalam rumah nya.
"assalamualaikum
"waalaikum salam Pak,dah pulang?"
"sudah Bu,itu mobil Arman ya,dah pulang mereka?"
"iya Pak,siang tadi sampai
"alhamdulillah.mereka pulang dengan selamat, sekarang mereka dimana?"
"mereka berdua dikamar Pak.
"o...ya sudah biarkan saja ,mereka pasti capek habis perjalanan jauh."
Bu Marni pun diam saja ,tak ingin membahas lagi dan langsung menuju dapur untuk menyiapkan makan malam.
Ketika ia sibuk memasak ,datang Gea menghampirinya.
"Bu,ada yang bisa Gea bantu Bu
Bu Marni menoleh sejenak lalu melanjutkan memotong sayuran
"ya kan bisa dilihat kalo ibu lagi masak,dan sudah tentu pasti ada yang perlu dibantu."jawab Bu Marni tanpa melihat ke arah Gea
"o..ya maaf Bu,kalau begitu biar Gea aja yang memotong sayuran nya
Bu Marni pun menyerahkan sayuran yang akan dimasak pada Gea .
Kedua nya tak banyak bicara ,hanya Gea yang sesekali memulai menyapa Bu Marni,namun Bu Marni hanya menjawab sekedar nya saja membuat Gea sedikit merasa tak enak hati.Tapi ia mencoba untuk memahami sifat ibu mertuanya itu.
Tak lama disaat kedua nya sedang asyik memasak,datang Pak Hasan yang beru selesai mandi.
"loh kok nak Gea malah masak,kan baru sampai?
"eh bapak ,sudah pulang dari toko Pak."Gea lalu menyalami Pak Hasan.
"iya barusan bapak pulang dari toko,kamu kenapa sudah kedapur aja, istirahat saja dulu."
"sudah tadi Pak,tak apa apa sekalian Gea belajar masak dengan ibu."jelas Gea
"o..ya sudah tak apa apa kalau begitu, tapi kalo lelah jangan dipaksa ya.
"iya Pak
Bu Marni yang mendengar pembicaraan mereka langsung merengut,seolah tak senang jika suami nya terlalu memanjakan Gea
"cuma potong sayur aja dibilang capek ,"batin Bu Marni kesal ..
Pak Hasan melirik Bu Marni yang manyun langsung menegur nya secara halus.
"enak kan Bu sekarang ,sudah ada temannya ,juga ada yang bantuin sekarang.
__ADS_1
"biasa aja la Pak.
"apanya yang biasa Bu,sekarang kan sudah punya menantu perempuan jadi seharusnya bisa dianggap sebagai kawan ,contoh nya ya kawan masak seperti saat ini,ya kan nak Gea "jelas Pak Hasan sambil tersenyum dan dijawab juga dengan senyuman oleh Gea .
"ya terserah bapak aja la ."jawab Bu Marni dengan malas.
"Gea jangan sungkan sungkan bertanya pada ibu ya Ge ,anggap aja ibu ini ibu Gea juga."
"ya Pak
"juga jangan segan segan minta ajarkan memasak pada ibu, Ibu mu ini jago memasak Lo ."puji Pak Hasan pada istrinya berusaha membuat Bu Marni senang.
"eh kak Gea dah ikut masak aja."sapa Andre yang baru ikut nimbrung didapur
"iya Ndre
"nggak capek kak
"ya nggak la,tadi juga udah istirahat
"o..ya...trus gimana perjalanan nya kemarin kak seru nggak.?"tanya Andre lagi
"ya seru la ,makanya buruan nikah Lo ."ujar Arman yang tiba tiba datang menghampiri mereka
"wah malah pawang nya yang jawab "kelakar Andre
"kamu ngapain Ge?"tanya Arman yang senang melihat Gea membantu ibu nya
Mereka pun berkumpul didapur sambil berbincang ringan,sayang tak ada Ayu yang melengkapi
"ayu kok belum pulang ya Bu,padahal hari dah sore ."tanya Gea kembali berusaha mendekatkan diri pada mertua nya
W
"dia tidak pulang,ikut acara perkemahan disekolah ."jawab Bu Marni yang lagi lagi tak menoleh pada Gea
"kok di izin kan Bu?"memang nya nggak apa apa tu dia disana tanpa ada pengawasan keluarga."tanya Arman
"ya nggak apa apa la,ayah juga sudah mengizinkan nya,lagian disana guru guru nya juga ikut."jawab Bu Marni sambil menoleh kearah Arman ,berbeda sekali ketika Gea yang bertanya ia sama sekali tak menoleh ke menantu nya itu.
Gea yang melihat interaksi yang berbeda antara dirinya dan Arman dimata Bu Marni berusaha bersabar.
Baginya ini merupakan tantangan yang harus dijalani nya,walau bagaimanapun ia sudah memilih untuk menikah dengan Arman ,jadi ia juga harus siap dengan segala konsekuensi yang akan dihadapi nya kelak.
Gea tetap fokus pada sayuran yang sedang dikerjakannya.
Pak Hasan juga memperhatikan sikap dari istri nya itu terhadap Gea .
"Bu...Bu ...semoga kelak hatimu bisa menerima Gea sebagai menantu mu,"doa Pak Hasan dalam hati nya.
"Man apa kamu mau ibu buat kan teh hangat."tanya Bu Marni
"o...tak usah la Bu,biar nanti Gea aja yang membuatkannya."jawab Arman
__ADS_1
"o..ya sudah , seperti nya kamu tak membutuhkan ibu lagi."ujar Bu Marni
"ibu kok ngomong gitu ,Arman masih belum mau minum Bu,nanti Arman bisa buat sendiri.
Setelah selesai masak , Bu Marni lalu menuju kamarnya untuk segera mandi.
Melihat istri nya pergi meninggalkan dapur , Pak Hasan lalu menghampiri Gea yang masih membersihkan sisa sisa masak tadi.
Pak Hasan duduk tak jauh dari Gea yang sedang bekerja
"Ge ."ujar Pak Hasan,seketika Gea lalu menoleh kearah mertua nya itu
"iya yah.ada apa ?
"bapak tau ibu kamu merasa sangat tidak nyaman dengan sikap ibu mertua mu."
"bukan begitu ayah,Gea nggak apa apa kok
"iya bagus la nak,bapak harap kamu tak terlalu memikirkan sikap ibu mu,dia memang seperti itu orangnya,mungkin karena belum terlalu dekat.
"iya Pak."
"oleh sebab itu ,bapak minta dengan sangat ,agar kamu mau bersabar menghadapi sikap ibu mu.
Bapak juga akan selalu berusaha untuk menasehati nya."ucapan Pak Hasan itu juga didengar oleh Arman ,karena Arman masih duduk bersama mereka didapur.
"iya Pak ,Gea akan berusaha untuk mengambil hati nya ibu."ujar Gea lagi.
"terimakasih ya nak,semoga kalian berdua selalu.diberikan limpahan kesehatan dan kebahagian
amiiin.."doa Pak Hasan.sambil berlalu meninggalkan mereka .
"amiiin "jawab Gea dan Arman dengan kompak
"sudah selesai kan Ge masak nya?"
"sudah mas
"ya udah ,yuk mandi dulu dah sore juga
"mas aja duluan ,Gea mau nyapu dulu sebentar.
Arman pun membiarkan Gea menyelesaikan pekerjaannya dan melangkah kekamar nya.
Sesampai dikamar ia langsung kekamar mandi.
Namun ketika ia melepas baju nya ,ia melamun teringat dengan perkataan bapak nya mengenai sikap ibu nya .
Ia menyadari bahwa ibunya masih belum mau menerima kehadiran Gea sebagai menantu nya.
Ia jadi berpikir ulang tentang akibat yang akan terjadi jika ia tinggal dengan ibu nya dalam waktu yang lama seperti yang diinginkan ibunya itu.
"apa yang harus aku lakukan ... aaarrrggggg....
__ADS_1