
Setelah mandi untuk yang ke dua kali nya , Gea dan Arman bersiap siap untuk pulang kerumah Gea .
Gea yang sedari tadi terus mengerucutkan bibirnya karena ulah Arman ,lagi ini dia mandi sampai dua kali.
"jangan manyun aja to Ge,ntar mas cium lagi Lo ."goda Arman.
"maasssss..
"he....he....makanya jangan manyun terus,kamu tu gemesin tau nggak
Setelah dengan drama yang lumayan lama mereka pun keluar dari kamar mereka.
Ketika hendak pergi mereka melihat diruang tamu ada Tek Ma dan Mila.
"eh ada Tek Ema,kapan sampai Tek?"sapa Arman sambil menyalami Tek Ema dan diikuti oleh Gea
"baru sampai Man
"lai sehat kan Tek?"
"Alhamdulillah sehat Man.Kalian mau pergi ya,kok dah rapi sekali.
"o...iya Tek,kami mau pulang kerumah Gea , kebetulan Gea sangat merindukan kedua orangtuanya."jelas Arman .
Setelah basa basi sebentar ,Arman dan Gea pun pamit pada Tek Ema dan juga Bu Marni.
Sepanjang obrolan mereka ,Gea memperhatikan kalo pandangan Mila tak pernah lepas dari Arman,walau Arman tak menyapanya ,Gea pun juga begitu ,tak ada percakapan berarti diantara dia dan Mila .
Gea hanya sesekali tersenyum pada Tek Ma.
Tak berapa lama Gea dan Arman pun sampai dirumah orang tua Gea . Bu Joko sangat bahagia ketika melihat Gea pulang.
Tak dipungkiri memang ia sangat merindukan anak semata wayangnya itu.
Karena selama ini Gea tak pernah pergi jauh dari mereka ,namun karena sudah menikah ,tentu nya mereka mengikhlaskan Gea untuk mengikuti kemana suami nya membawa nya.
"assalamualaikum Bu
"waalaikum salam,Gea .... alhamdulilah kamu pulang nak.
"iya Bu,Gea sangat rindu pada ibu dan ayah."Gea lalu memeluk ibu nya .
Tak berapa lama pelukan mereka pun terlepas, Bu Yati mengusap lembut wajah anak nya dengan penuh kasih sayang.
"Bu...apa kabar nya."Arman pun menyalami mertuanya
"Alhamdulillah ibu sehat sehat nak.
"ayo mari kita langsung makan , kebetulan ibu sudah masak,bentar lagi pun ayah mu akan pulang makan siang."ajak Bu Yati.
"ibu masak apa Bu."tanya Gea sambil menuju meja makan
"ayam goreng sama sambal terasi,ada sayur bening bayam ."jelas Bu Yati
"ibu Gea sangat merindukan masakan ibu."tanpa menunggu ayah nya ,Gea pun langsung mengambil piring dan makan dimeja makan sendirian,bahkan ia melupakan suami nya yang masih berdiri didapur.
Arman dan Bu Yati hanya bisa tersenyum melihat kelakuan Gea ,
"nak kamu kok nggak ajak ajak suami kamu makan?"
"eh....he....he....lupa Bu,mas yok makan dulu."
Gea lalu menyiapkan makanan buat suami nya .
Mereka pun makan tanpa menunggu Pak Joko pulang.
"ayo tambah lagi Man,kayak Gea tu dah dua piring makannya "sindir Bu Yati yang melihat Gea makan dengan lahap
__ADS_1
Memang diakui ,selama dirumah mertua nya Gea makan hanya sekedar saja ,ia merasa segan dan tak enak hati ,ia juga malu malu kalau mau nambah,tak seperti dirumah ibunya sendiri,ia makan dengan lahap bahkan sampai dua piring ,mungkin tenaganya terkuras habis karena sebelum sampai dirumah orangtuanya,ia digempur oleh Arman terlebih dahulu.
"assalamu'alaikum."
"waalaikum salam...ayah sudah pulang."seru Bu Yati menyambut suami nya pulang.
"iya Bu,itu mobil Arman ya Bu?"
"iya yah,Arman dan Gea baru saja sampai."
"o...dimana mereka sekarang.?
"lagi didapur yah,ayok yah sekalian kita makan."ajak Bu Yati lalu menyiapkan makan buat suami nya
"yah ."Arman pun bangkit dari duduk nya dan menyalami ayah mertuanya .
"lanjut aja makan nya Man."
Pak Joko pun duduk dan menyantap makan siang nya yang telah disiapkan istrinya.
Setelah selesai makan siang bersama mereka pun duduk santai diruang tengah sambil ngobrol ngobrol
"bagaimana keadaan bapak dan ibu mu Man ?"
"Alhamdulillah, sehat yah
"syukurlah,apa beliau masih menjaga toko
"iya yah cuma sekarang nambah karyawan bagian kasir,jadi bapak hanya mengontrol saja.
"iya ... bagus itu, lebih baik menggaji orang yang bisa dipercaya,jadi bapak bisa agak lebih santai.
"iya yah.
"kerjaan kalian bagaimana?"
"Gea apa kamu masih bekerja?"
"masih Bu,sayang kalo dilepas
"apa tidak menelantarkan keluarga dan suami kamu? Ingat nak suami dan keluarga itu sekarang harus jadi prioritas kamu sebagai istri."nasehat Pak Joko lagi
"Alhamdulillah Pak,Gea masih bisa mengurus semua nya.
"Alhamdulillah,apa nak Arman mengizinkan jika Gea tetap bekerja?"
"saya terserah Gea Pak,saya juga mengizinkannya."
Jawab Arman sambil menggeser tangan istrinya.
"syukur lah,segala sesuatu itu harus saling dibicarakan dan kamu Gea harus selalu menuruti perintah suami kamu."
"iya yah.
"nak apa belum ada tanda tanda kalo kamu mau memberikan ibu cucu ."goda Bu Yati
"ibu...kami hanya pasrah aja Bu,sedikasi Nya saja ,lagian pernikahan kami pun baru seumur jagung Bu .Tapi yang penting kami tak pernah menunda nya Bu."
"ibu jadi tak sabar ingin menimang cucu ."ujar Bu Yati yang sangat mengharapkan cucu dari Gea
"doakan saja ya Bu.
"malam ini apa kalian akan menginap Ge?"ibu dan ayah masih kangen."
"gimana mas?"
"boleh sayang,besok kita dari sini aja berangkat kekantor nya ."jawab Arman membuat Gea merasa bahagia dengan pengertian suami nya
__ADS_1
"jadi makin sayang deh ,"goda Gea sambil mengedit sebelah matanya pada Arman
"ih dah mulai genit ya sekarang."bisik Arman di telinga Gea yang membuat Gea sedikit meremang kegelian
"malu mas , masih ada ayah sama ibu tu ."tunjuk Gea karena memang disana masih ada ayah dan ibu Gea .
Kedua pasangan suami istri beda generasi ini saling bercengkrama dan diiringi senda gurau.
"kalo begitu malam ini bapak ada temannya untuk main catur."Pak Joko merasa sangat senang karena malam ini dia akan main catur ditemani menantu nya
"ayah ini gimana to,ntar kemalaman tidur nya ,nak Arman kan besok harus kerja juga.
"ya tak apa la Bu ,sekali sekali,selagi punya menantu ini ,ya kan nak Arman
"iya yah , tak apa nanti Arman temani ayah main catur .
"emang mas bisa main catur?"bisik Gea
"nggak bisa Ge ."
"loh tu gimana nanti mainnya?"
Arman hanya mengangkat bahu nya pelan ,ia pun bingung karena ia tak pernah main catur, tapi ia tak enak hati menolak permintaan ayah mertuanya.
Tak lama Pak Joko pamit pada anak dan istri nya karena ada telpon dari kliennya mengajak ketemuan.
"apa ibu boleh ikut yah?"
"boleh la,yuk sekalian jalan jalan sore kita "ujar Pak Joko lalu menggamit lengan istrinya .
"Ge, Man ibu dan ayah pergi dulu ya sebentar.
"iya Bu.
Setelah bersiap siap Pak Joko dan Bu Yati pun pergi meninggalkan Gea dan Arman yang bersantai-santai diruang tengah.
"mas apa tak sebaik nya kabarin orang rumah dulu ya ,kalo kita mau nginap disini."
"o...iya ...lupa mas , sebentar ya
"hallo Bu assalamualaikum
"waalaikum salam Man ,kenapa kalian belum pulang?
"o..maaf Bu,Arman mau ngabarin kalo kami malam ini nginap disini Bu dirumah ibu nya Gea
"loh kamu tu kok gitu,disini ada Mila Lo ,dia menginap disini malam ini
"trus apa hubungannya dengan Arman Bu
"ya kamu harus nemenin Mila la,
"kenapa harus Arman yang menemani Mila ,kan ada Ayu Ama Andre Bu
"kamu tu dari dulu tak pernah mau mengerti,Mila itu lebih senang dekat dengan kamu daripada Ayu dan Andre
"astaghfirullah Bu,Arman ini sudah menikah Bu,kok ibu malah membiarkan Arman dekat dekat dengan perempuan lain.Arman nggak mau Bu,Arman harus menjaga perasaan istri Arman .
Untuk sementara kami akan menginap disini sampai Mila pulang kekampung.
Arman menarik nafas nya ,sambil geleng geleng kepala heran melihat sikap ibunya yang sedari dulu tak mau berubah
"ada apa mas
Bu Marni.... Bu Marni...kok makin gendeng ya 😊😊😊
Jadi penasaran deh emang Mila sehebat apa ya ,hingga Bu Marni Keukeh menjodohkan nya dengan Arman
__ADS_1