
Setelah menghabiskan makan siang nya Arman kembali beranjak menuju ruangan nya.
"Man ,nanti sore pulang bisa nebeng lagi nggak?"tanya Siska yang tiba tiba muncul dihadapan Arman.
"mmm...maaf Sis,aku nanti sore jemput pacar ku dikantor nya,kami mau pulang bareng,maaf aku nggak bisa ngantar kamu, permisi dulu ya."jawab Arman dan langsung menuju keruangan nya kembali bekerja.
Ia seolah olah malas berlama lama berbicara dengan Siska, karena ia tak ingin menimbulkan fitnah yang akan menyakiti pacar nya.
Huuffff Siska hanya bisa menarik nafas panjang,ia sangat kecewa dengan sikap Arman yang menjaga jarak dengan nya.
Sehari ini sudah dua kali ia ditolak Arman,ia menjadi bertambah kesal dengan Gea,karena Gea selalu hadir dipikiran Arman.
"melamun aja jeng,ntar kesambet Lo."ujar Lidia mengagetkan Siska
"ah Lo ngagetin aja ."
"kenapa Lo ,suntuk amat?"
"itu si Arman dua kali dah nolak gue."
"bah Lo nembak Arman sampai dua kali,nggak salah Lo?"
"bukan nembak buk,itu tadi pagi gue ngajakin dia berangkat bareng malah dia nolak,nah barusan gue ngajakin pulang bareng juga ditolak nya ,sebel nggak tuh."jelas Siska
"ha...ha...ha... Buk buk,ternyata Lo nggak bakat jadi bibit bibit pelakor."
"Lo bilang mau ngebantuin gue ,mana ,malah Lo ketawa mulu."gerutu Siska.
"ya..ya..maaf maaf buk,otak gue hari ni nggak bisa diandalkan ,makanya gue belum ada ide buat ngebantuin Lo,Lo santai aja dikit dulu."
"santai ....santai keburu ditinggal nikah deh gue,"
"ih gampang kali ,kalo ditinggal nikah ya Lo rebut la . sekarang kan banyak tu para pelakor yang ngerusak keluarga orang."
"trus maksud Lo gue harus gitu merebut dia dari istri nya ?"
"ya iya la Buk,kalo pas pacaran nggak bisa ,ya Lo lanjut la setelah mereka nikah,kejar terus la gas keun,jangan sampai kalah."jelas Lidia tanpa merasa berdosa.
"wah...parah Lo,"ujar Siska sambil melangkah meninggalkan Lidia yang senyum senyum sendiri.
"kayak nya ada yang salah ama tu anak ,kok ngebet banget nyuruh gue merebut Arman,"batin Siska.
Tanpa Siska sadari sebenarnya ia hanya dijadikan alat oleh Lidia untuk memuaskan keinginan melihat hubungan seseorang hancur.
Lidia mempunyai masalah keluarga yang sangat rumit.
__ADS_1
Ayah nya menikah lagi dengan seorang pembantu dirumah nya dan memilih meninggalkan ia dan ibu nya sehingga mereka terlunta-lunta .
Lidia harus berjuang sekuat tenaga untuk mencari uang guna menghidupi adik dan ibunya selepas ayah nya pergi bersama pelakor.
Itu sebabnya ia sangat ingin melihat rumah tangga orang hancur.
Padahal yang merebut ayahnya adalah pembantu nya,namun ia menyalakan semua orang.
Ia sangat sakit hati jika melihat sebuah keluarga hidup dengan harmonis.
Makanya ia sangat mendukung Siska untuk merebut Arman dari Gea ,walau pun ia sama sekali tak ada dendam pribadi dengan Gea,bahkan melihat Gea pun ia belum pernah.
Sementara itu menjelang siang disekolah Ayu dikejutkan dengan kemunculan cowok yang selalu menghantui nya siapa lagi kalo bukan Rama,cowok yang sok cool namun rasa rasa cuek kalo menurut Ayu.
Ayu yang berusaha untuk cuek tak bisa menahan rasa keingintahuannya tentang alasan Rama dan temannya kesekolah nya .
"Rin Lo tau nggak tu cowok cowok ngapain main kemari?"
"siapa....cowok mana buk?"tanya Rina sambil . celingukan.
"aish Lo nggak lihat ,tu si muka datar masuk keruangan guru."ujar Ayu sambil menunjuk Rama yang sedang memasuki ruang guru
"i...cowok motor sport itu,siapa nama nya tadi...aduh lupa gue."tanya Rina sambil memijit alis nya berusaha mengingat sesuatu.
"ha iya Rama ,wah hapal juga lo Ama nama dia."
"apaan sih,gue belum pikun kali ,jadi gue ingat namanya."
"jahat banget Lo, berarti Lo anggap gue pikun gitu ...karena nggak ingat nama tu cowok."
"siapa yang bilang Lo pikun,ih apa an sih kok kita malah ribut ngebahas tu cowok ,bodo amat la."kesal Ayu.
"yah kok Lo yang sewot, bukannya Lo yang tanya nanyain tu cowok,Lo tu ya sok sok cuek tapi lo kepikiran juga kan."sahut Rina membuat Ayu gelagapan karena sindiran Rina seolah olah nyata terjadi pada dirinya.
"bodo ah,gue ke kelas dulu.
Ayu pun berjalan menuju ke kelas nya dan meninggalkan Rina yang masih ngomel.
"Ayu ...yu...elo tu main kabur aja,tungguin gue Yu."
Rina pun akhirnya mengikut Ayu menuju kelas mereka.
"o....ternyata nama nya Ayu ."batin Rama yang menoleh kebelakang saat Rina berteriak teriak memanggil Ayu,hingga dengan jelas ia bisa mendengar ketika Rina memanggil Ayu.
Setelah dilihat nya Ayu menghilang karena masuk ke kelas,Rama dan Diki pun melanjutkan langkah kaki nya menuju ruangan guru.
__ADS_1
"Tok...tok ... assalamualaikum Bu."
"Waalaikum salam ."jawab seseorang yang ada didalam ruangan.
"permisi Pak maaf mengganggu waktu Bapak.
Saya Rama pak dan ini teman saya Diki kami dari sekolah Teknologi ingin bertemu dengan kepala sekolahnya Pak.
Apakah kepala sekolah ada ditempat Pak?"
"o..ada nak,kalo boleh bapak tau ada keperluan apa kalian datang kesekolah kami?"tanya Pak guru itu
"kami datang ingin menyampaikan undangan Pak dari sekolah kami ."
"undangan apa ya nak?"
"undangan kegiatan persami antar sekolah Pak."
"o...begitu ya,ya sudah Meri ikut saya,saya akan mengantarkan kalian keruangan kepala sekolah."
Rama dan Diki pun mengikut langkah Pak guru itu,dan tak lama sampailah mereka diruangan kepala sekolahnya.
"permisi Bu,saya Rama dan ini teman saya Diki ,kami utusan dari SMK teknologi mau menyampaikan surat undangan dari sekolah kami Bu?"jawab Rama seraya menyerahkan sebuah amplop serta beberapa berkas kelengkapan pada Bu guru itu.
"o..ya ..ya mm,undangan nya perihal apa ya?"jawab Bu guru sambil membuka surat undangan itu lalu membaca nya
"begini Bu,bulan depan sekolah kami akan melakukan kegiatan ektra sekolah berupa persami awal bulan depan ,jadi sekolah kami mengundang sekolah ibu agar bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Acara ini juga akan diikuti oleh beberapa sekolah lain ,guna menjalin silaturahmi antar sekolah serta memupuk rasa persatuan dan kesatuan.
Ini rincian nama nama sekolah yang akan ikut andil dalam acara ini serta ini juga beberapa perlombaan yang akan diikuti oleh siswa siswa."Rama menjelaskan secara detail peserta persami yang merupakan beberapa sekolah menengah kejuruan yang ada di kota ini,serta beberapa perlombaan yang akan diikuti.
Ia menjelaskan dengan tutur kata yang serta santun serta sesekali disertai dengan senyuman.
Bu guru dengan seksama mendengarkan penjelasan Rama , sesekali ia mengangguk angguk tanda setuju dengan penjelasan Rama.
Ia kagum dengan cara bicara Rama yang sopan.
"oke la nak,saya akui acara yang akan kalian laksanakan sangat la bagus,namun saya juga harus berkonsultasi dulu dengan beberapa guru yang lain.
Nanti akan kami kabari secepatnya, terimakasih telah mau mengajak sekolah kami untuk ikut berpartisipasi."jelas Bu guru sambil menjabat tangan Rama .
"ok la Bu kalo begitu kami permisi dulu ,dan kami akan menunggu kabar dari ibu,tentunya kami sangat berharap siswa siswa disini dapat ikut mengembangkan bakat nya di acara yang akan kami laksanakan."ujar Rama sambil permisi pulang.
Mereka pun berjalan meninggalkan ruangan kepala sekolah itu menuju parkiran dan kembali melanjutkan tugas dari sekolah mereka untuk mengantarkan undangan ke sekolah sekolah yang lainnya .
__ADS_1