
Rina yang semula menyangka kehadiran Ayu dirumah nya disebabkan karena ada masalah dengan Rama ternyata salah.Ayu galau karena ada masalah dikeluarga nya.
Dan yang Rina lebih tak menyangka adalah kalau hubungan Ayu dan Rama tak berkembang dan hanya jalan ditempat karena Rama yang tak kunjung mengemukakan perasaan nya pada Ayu.
"jadi seriusan Lo Ama Rama belum jadian ?"
"ya memang belum ,kami just friend ."jawab Ayu santai karena memang diantara dia dan Rama tak ada hubungan apa apa karena sampai saat ini Rama pun belum nembak dia .
"trus dia masih sering ngabarin nggak ? chating gitu?"
"masih sih walau ya nggak sering juga
"kalo chating biasa bahas apaan
"ya nggak ada,paling say hai ,dah makan belum ,itu doang
"memang benar benar si Rama tu ya,jadi cowok nggak peka amat ."omel Rina
"apaan sih Lo Bu,ngomel mulu."
"ya gue kesal aja ,kenapa Rama belum nembak Lo.
Ayu hanya tertawa melihat sohib nya itu
"ya mungkin aja emang dia cuma menganggap gue temannya."ujar Ayu santai
"emang Lo nggak suka Ama doi Yu?"
"apaan sih Lo ... kepo amat tau."
"secara gue lihat kalian tu dekat amat ,dah jalan bareng lagi
"Lo benar Rin ,bahkan ia sangat peduli dan perhatian Ama gue apalagi waktu diperkemahan,tapi sejak balik dari perkembangan Rama bahkan nggak ada hubungi gue lagi."Ayu hanya bisa membatin dalam hati nya tak ingin sahabat nya mengetahui betapa ia juga merindukan Rama .
Namun ya nama nya cewek nggak mungkin la nyosor duluan .
Memang sejak balik dari acara perkemahan kemarin Rama jarang menghubungi Ayu walaupun hanya sekedar chatting.
Ayu pun seolah enggan untuk menghubungi Rama duluan
"terus hubungan Lo sendiri Ama Diki gimana?"giliran Ayu yang balik nanya Ama Rina
"loh kok Lo malah balik nanya ,ya jelas nggak ada apa apa la diantara kami,jalan bareng aja jarang kok."
"emang Lo nggak ada perasaan gitu Ama Diki?"
__ADS_1
"ah Lo kayak nggak tau aja gue ini setia Ama Abang Lo bang Andre."
"somplak Lo...amit amit punya kakak ipar kayak Lo
Kedua nya pun tertawa lepas karena sama sama tak memiliki kejelasan hubungan.
Ayu tak salah memang mendatangi Rina ,karena dengan ada Rina kegalauan nya sedikit berkurang.Bahkan ia bisa tertawa lepas dikamar Rina yang sudah dianggapnya kamar nya sendiri karena kedekatan mereka.
Sementara itu dirumah Bu Marni,beliau sedang masak menyiapkan makan malam dibantu oleh Mila.
Pemandangan yang sangat berbanding terbalik ketika Bu Marni dan Mila didapur dengan Bu Marni dan Gea .
Bu Marni bisa sangat hangat jika bersama Mila ,ia pun membiarkan Mila membantunya dan tak jarang juga mereka sering bercerita,berbeda dengan Gea .
Jika bersama Gea hanya ada keheningan dan tak ada sepatah katapun keluar dari mulut Bu Marni.
"senang kali hati etek lihat kau Mila."
"kenapa tu Tek?"
"ya kamu tu dah cantik pintar masak pula ,pasti suami kamu kenyang jika menjadi kan mu istri.
"etek bisa aja ."
Mila hanya tersenyum melihat Bu Marni yang selalu memuji nya,hal yang tak pernah dilakukannya pada Gea .
"eh iya memangnya bang Arman kemana Tek?"
"keluar sebentar,paling bentar lagi pulang kok,kamu sana mandi dulu gih ,dandan yang cantik dan wangi , bentar lagi Arman pulang ,lagian kita dah selesai kok masak nya ."ujar Bu Marni seolah olah Arman masih lajang dan berusaha mendekatkan Mila pada Arman .
Mila pun tak menolak ,bahkan ia sangat senang jika diperbolehkan mendekati Arman,ia juga tak perduli kalo ada Gea yang masih berstatus sebagai istri Arman.
Mila pun meninggalkan kan dapur seperti permintaan Tek Marni nya dan bergegas mandi untuk menyambut kepulangan Arman.
Setelah hampir jam makan malam yang ditunggu tunggu tak datang,bahkan Bu Marni pun mondar mandir didepan pintu menunggu Arman pulang.
Sesaat terdengar suara motor, Bu Marni pikir itu Arman ,ia pun langsung berdiri untuk menyambut Arman begitu juga dengan Mila yang seketika langsung membenahi rambut nya.
Ketika pintu dibuka yang masuk ternyata bukan la Arman melainkan Ayu.
"assalamualaikum."salam ayu
"waalaikum salam,ibu kira tadi suara motor Arman ."
"loh bukannya motor bang Arman masih ada tu di garasi Bu ."jawab Ayu enteng,sekilas ia menoleh kearah Mila yang penampilan nya cetar sekali seperti mau pergi kondangan,membuat Ayu terheran heran .
__ADS_1
"o..iya ibu lupa kalau Arman keluar pakai mobil ."
"emang ibu sama kak Mila mau kemana?"
"nggak kemana mana ,cuma mau menyambut bang Arman pulang aja ."jawab Bu Marni enteng.
"wah kayaknya ada yang caper nih Ama bang arman!"
Batin Ayu
"pantesan make up nya kayak mau pergi kondangan aja ."Ayu hanya bisa senyum senyum dan membatin lagi.
"kamu ngapain senyum senyum gitu Yu,sana masuk ,anak gadis pulang kok malam malam"ujar Bu Marni yang kesal karena bukan Arman yang nongol didepan pintu melainkan Ayu.
Karena malas mendengar kan ocehan ibu nya, Ayu bergegas masuk menuju kamar nya dan mandi untuk membersihkan tubuh nya
"loh ini ada apa ?kok pada belum makan malam?"tanya Pak Hasan yang baru saja keluar dari kamar nya .
Ia heran melihat istrinya dan Mila yang masih mondar mandir didepan pintu
"lagi nunggu Arman pulang yah."jawab Bu Marni sambil terus menatap ke arah pintu.
Pak Hasan perlahan menarik nafas nya.Ia tahu masalah yang sedang terjadi karena sebelumnya Arman telah menelepon nya dan meminta izin untuk menginap beberapa hari dirumah Gea .
"udah nggak usah ditungguin,Arman tak akan pulang malam ini,ia menginap dirumah mertua nya."jawab santai Pak Hasan.
"loh Pak kok Arman gitu."
"ya apa salah nya Bu,biarkan saja la mereka menginap disana ,udah ayok kita makan lagi,bapak sudah lapar."
"ini pasti Arman dihasut Gea agar mau menginap disana."
"ibu kok bisa berfikir seperti itu,lagian kalo Gea mengajak Arman menginap disana ya nggak apa apa la,kan dirumahnya sendiri."
Pak Hasan tak memperdulikan istrinya yang masih mengomel karena Arman tak pulang,ia santai berjalan menuju meja makan.
"Ayu....ayu....
"iya Pak,ada apa?"
"ayok temani bapak makan ,ibu mu masih betah menunggu bang Arman
"oh...ya Pak,yok kita makan,lagian Ayu juga sudah sant lapar.
Bapak dan anak itu makan malam berdua dan tak menghiraukan Bu Marni dan Mila yang masih mondar mandir didepan rumah.
__ADS_1