
Setelah magrib keluarga Arman semua berkumpul dimeja makan.Bu Marni menyiapkan banyak makanan kesukaan anak dan suaminya.
"wah ...kayak nya kita ada pesta ya bang..banyak amat makanannya."Ayu menatap senang bercampur tanda tanya ketika melihat meja makan yang penuh dengan banyak makanan.
"sana panggil bapak Ama Abang mu Yu."Bu Marni masih sibuk menata.meja makan nya .
Tak lama semua pun sudah berkumpul dimeja makan dan masih sama seperti ayu,mereka semua keheranan melihat banyak makanan yang tersedia dimeja makan.
"tumben Bu masak banyak ."Andre pun tak kalah herannya .
"ya Ndak apa apa la,sesekali juga ."jawab Bu Marni yang lalu menyiapkan makanan buat suami nya.
"dimakan pak ..."Bu Marni menyuguhkannya sepiring nasi buat suami nya.
"Gea kamu kenapa diam saja, siap kan nasi buat Arman ."Gea sontak terkejut ketika mendengar Bu Marni berbicara pada nya.
"iya Bu."dengan gugup Gea menyendok kan nasi dan lauk buat Arman.
"makan dulu mas ."
"makasih sayang."Arman yang juga terkejut dengan sikap ibu menjadi senang karena ibu nya sudah mau berbicara pada istrinya.
"kamu juga makan Ge, jangan diam saja."tegur Bu Marni lagi
"iya Bu."Gea yang masih bingung pun mencoba tenang dan mengambil nasi mengikuti Arman yang mulai menyantap makan malam mereka.
"ibu , Ayu nggak disuruh makan,kok kak Gea Ama bang Arman aja yang disuruh makan.
"iya ayu Ama Andre juga makan yang banyak ya,.
Andre dan Ayu pun tersenyum melihat ibu mereka mulai mencair .
"ibuku kok kelihatan cantik sekali malam ini.",rayu Andre yang langsung dijitak oleh Bu Marni
"lekas makan Ndre, jangan main main lagi.
"he..he...iya Bu...makin galak ibu maki cantik lo
Mereka pun makan tanpa ada lagi drama drama atau keriuhan.Ayu dan Andre dalam mode diam tak banyak bicara .
"ayu kamu bantu ibu ya , bersihkan meja ini"ujar Bu Marni setelah semua pada selesai makan.
"ya Bu."Ayu pun dengan sigap membantu Bu Marni membersihkannya meja dan mencuci piring makan mereka .
"biar Gea bantu Bu ,ibu istirahat aja."
"apa kamu tidak lelah Ge."tanya Bu Marni membuat Gea kembali terkejut
"nggak kok Bu,Gea dari tadi juga nggak ada kerjaan ,biar Gea dan Ayu aja yang bersihkan ."
"o...baik la,ibu masuk dulu kedalam ya
__ADS_1
"ya Bu.
Gea dengan senyum nya membantu Ayu .Arman juga ikut tersenyum melihat perubahan sikap ibu nya .
"senang ya kak lihat ibu malam ni kayak Dewi peri ."celetuk Ayu sambil mencuci piring.
"kamu tu ada ada aja
"tapi beneran Lo kak,semoga aja besok pagi pagi ibu bangun tidur nggak berubah jadi singa ."
"ayu ,kok gitu ngomongnya.
"he...he...becanda kak habis salut banget lihat ibu malam ini."ujar ayu lagi
Setelah beres beres didapur,ayu dan Gea berencana masuk kekamar mereka masing masing ,namun langkah ayu terhenti ketika Bu Marni memanggilnya.
"Yu...dah selesai dibelakang?"
"udah Bu
"ya udah,kalo gitu sini dulu bantuin ibu membereskan pakaian Abang mu ini
"ayu dan Gea pun menghampiri Bu Marni yang sedang melipat pakaian diruang tengah, sementara disampingnya Pak Hasan sedang asyik menonton acara televisi.
"bagaimana kabar ayah ibu mu Gea?"
"alhamdulilah sehat sehat Pak."
"iya Pak."
"kalo pekerjaan kalian bagaimana?"
"alhamdulilah juga Pak lancar aja ,cuma ada sedikit masalah aja dikantor Gea."
"loh masalah apa Ge ?"
"iya Pak,kemarin pimpinan mengajak Gea untuk meeting diluar kota selama 2 hari,namun dengan tegas Ge menolak nya."
"bagus itu ,memang benar kalo kamu tolak."pot Bu Marni tiba tiba
"iya Bu,Gea pun menolak nya,cuma yang Gea takut bos akan memecat Gea karena menolak permintaan nya."
"ya udah ,kalo dipecat ya kamu nggak usah kerja aja , dirumah aja,dari pada pergi sama laki laki lain,apa Arman tau hal itu?"
"belum Bu,Gea belum ada cerita.
"Gea , kalo ada masalah apa apa kamu harus menceritakan semua pada Arman ,jangan ada yang ditutup tutupi karena kalian sekarang suami istri."nasehat Pak Hasan
"iya Pak."
Obrolan hangat mereka berjalan lancar dan tanpa terasa hari pun semakin malam.
__ADS_1
"ya udah,kamu istirahat lagi,besok kalian pada kerja kan ?"
"iya pak,Gea masuk kekamar dulu, permisi Bu
"ya."jawab Bu Marni
"ayu juga masuk gih,jangan main hp lama lama,langsung tidur ya,besok terlambat bangunnya."
"iya Bu.
"kamu dari mana sayang,kok lama kali didapur?'tanya Arman ketika melihat Gea memasuki kamar nya.
"nggak kemana mana kok mas,tadi ngobrol dulu Ama ibu diruang tengah ."
Gea tersenyum memancarkan kebahagian di wajah nya lalu menuju kamar mandi untuk bersih bersih.
"ih.... istri mas kok kayak nya happy sekali ,ada apa heumm."Arman lalu memeluk tubuh Gea yang baru saja keluar dari kamar mandi
"nggak apa apa mas ,cuma lagi bahagian aja lihat sikap ibu malam ini,yang sudah mau terbuka Ama Gea ."
"iya Ge ,mas juga nggak menyangka akan perubahan sikap ibu dan itu juga karena kesabaran kamu sayang,dan ketulusan hati kamu."Arman lalu mengusap lembut rambut Gea .
Sebenarnya Arman masih meragukan sikap ibunya yang tiba tiba menjadi baik setelah ia mengatakan akan membeli rumah buat dia dan Gea yang otomatis akan pergi meninggalkan ibu nya .
"iya mas,mulai saat ini Gea akan berusaha menjadi menantu yang baik buat ibu dan bapak."
"amiiin...sudah malam nih yank.
"terus kenapa mas?"tanya Gea pura pura nggak ngerti dengan arah bicara Arman .
"tidur lagi yok .Arman lalu menciumi leher jenjang Gea membuat Gea merinding keenakkan.
"mass
"ada apa heumm
"geli ah mas
"tapi enakan."sentuhan Arman kini turun kebibir lembut istrinya melahap bibir merah muda itu dengan penuh kasih.
"masss....hari masih sore Lo,Gea pun mau nyiapin baju kerja mas dulu buat besok."ujar Gea dengan nafas yang masih memburu akibat ulah suaminya.
"tapi mas nggak kuat sayang ,mas sudah menahannya sejak sore tadi ."Arman menatap lembut istrinya sambil kembali menyatukan kedua bibir mereka .
"boleh ya sayang."tanya Arman dengan mata sendu menahan gairah nya membuat Gea tak bisa menolak pesona tampan suaminya .
Kemesraan mereka pun berlanjut ke atas ranjang,yang menciptakan irama keindahan mereka yang berjuang untuk sampai ke puncak.
"aaarrrggggg....makasih sayang ...mas benar benar menyayanginya."ujar Arman sambil mengecup lembut kening istrinya yang sudah kelelahan .
Arman lalu menarik tubuh istrinya yang polos kedalam dekapannya dan menutup tubuh mereka dengan selimut.
__ADS_1
Mereka pun terlelap setelah lelah mendaki gunung bersama sama .