Menantu Terabaikan

Menantu Terabaikan
Bab 19 berusaha menyakinkan Gea


__ADS_3

Arman meraih tangan Gea membawa ke dada nya,Gea merasakan debaran jantung Arman yang berdetak kencang.


Ia merasa bingung haruskah ia mempercayai kekasih nya itu atau terpaksa mengakhiri semuanya ,yang mungkin ia juga takkan sanggup berpisah dari Arman.


Namun ketika kembali teringat kejadian itu membuat dia sesak nafas menahan sakit,tanpa disadari nya air mata nya menetes perlahan,dan itu terlihat oleh Arman.


Arman sangat menyesal sekali karena telah membuat kekasih nya itu bersedih bahkan sampai menangis .


Tak ingin membuat kekasih nya semakin larut dalam kesedihan ia menarik tangan Gea yang masih berada di dadanya sehingga tubuh Gea pun berhamburan ke pelukan Arman .


Arman memeluk erat kekasihnya itu sambil mengelus lembut kepalanya berusaha menenangkannya.


"maaf kan mas Ge ,mas telah membuat mu menangis,sungguh Ge mas nggak ada niat untuk membuat mu bersedih.tolong maafkan mas Ge,mas sangat menyayangi mu."


"hatiku sakit mas melihat mu berpelukkan dengan wanita lain,aku terasa ditusuk beribu sembilu mas,sakit sekali ."ujar Gea sambil memukul mukul pelan dada Arman.


"pukul lah Ge,lepas kan la emosi dan marah mu,mas ikhlas jika itu membuat mu lega dan memaafkan mas."ujar Arman membiarkan Gea memukul nya sembari tetap memeluk Gea.


"mas berjanji Ge,mas nggak akan melakukan kesalahan itu lagi,mas nggak akan membuat mu bersedih lagi.


Selang beberapa saat,perlahan Arman mengurai pelukannya dan meraih wajah Gea menangkupkan wajah Gea dengan kedua tangan nya sehingga pandangan mereka bertemu dan saling menatap.


"maafkan mas Ge,mas janji nggak akan membuat mu menangis lagi ,mas janji nggak akan menyakiti mu lagi,mas sangat menyayangi mu Ge,mas nggak sanggup kalo harus kehilangan mu.tolong percaya pada mas Ge."ujar Arman kembali meyakinkan Gea .


Gea merasa terharu pada sikap Arman dan dengan refleks ia menganggukkan kepala nya,ia pun tak sanggup berlama marah pada Arman,ia sangat menyayangi Arman ,ia tak bisa hidup tanpa laki laki itu...


Tanpa mereka sadari , keromantisan mereka tengah diintip oleh Pak Joko dan Bu Yati,membuat mereka berdua menjadi sangat terharu dengan kegigihan Arman untuk meraih hati Gea kembali.


Mereka merasa tak salah pilih,mereka sangat menyayangi Arman dan berharap agar Arman segera menjadi menantu mereka.


"Pak....e..."ujar Bu Yati memanggil manja suami nya


"apa Bu ..e...Ono opo to."jawab Pak Joko menatap Bu Yati.


"Pak...ibu pengen dipeluk juga kayak Gea dipeluk Arman."ujar manja Bu Yati


"apa to ibu nii,ganjen banget..."ujar Pak Joko

__ADS_1


"ya nggak apa apa dong Pak,wong manja sama laki sendiri,"jawab Bu Yati


"ibu pengen dipeluk Pak."ujar nya lagi


"Yo wess,sini tak peluk."Pak Joko pun memeluk Bu Yati yang mendadak menjadi sangat manja.


"udah yok Bu kita kekamar buat apa juga intip orang lagi pacaran ."ujar Pak Joko.


Bu Yati pun mengikuti langkah suami nya menuju kamar san membiarkan Gea dan Arman dihalaman depan.


Kembali ketempat Arman dan Gea yang masih saling peluk .


Perlahan Arman melepaskan pelukan nya dan menatap wajah Gea


"mas sangat menyayangimu Ge,dan mas sudah putuskan kalo Minggu depan mas akan melamar kamu ,kamu siap kan ?"ujar Arman seraya menghapus air mata Gea dengan telapak tangannya.


Gea yang terkejut dengan perkataan Arman mendadak menjadi sangat senang dan menjawab pertanyaan Arman dengan menganggukkan kepala nya sambil tersenyum.


"aku siap mas.,aku juga sangat menyayangi mu mas"jawab nya.


Arman dan Gea sama sama tersenyum perlahan. Arman menarik dan menundukkan kepala Gea,dengan lembut ia membelai pipi Gea menghapus jejak jejak air mata yang masih terlihat dan terakhir ia mencium kening Gea,membuat Gea tersipu malu.


Dreeett.... dreeett...


"hallo assalamualaikum Bu."ujar Arman.


"waalaikum salam Man kamu dimana nak,kenapa jam segini belum pulang?"tanya Bu Marni yang bingung karena sudah malam tapi Arman belum pulang juga


"o iya Bu,maaf Arman lupa mengabari ibu kalo Arman sekarang ada dirumah Gea Bu."jawab Arman.


"kamu tu ya Man bikin ibu khawatir aja,seharusnya kamu kalo pulang tu ya langsung pulang..kamu lebih sayang Gea ya dari pada ibu."


"ibu kok berpikiran seperti itu Bu,Arman sayang juga kok sama ibu,ibu nggak akan tergantikan.Ya udah ya Bu,ini Arman jalan pulang kok."jelas Arman.


"ya udah hati hati kamu dijalan ya."ujar Bu Marni.


Percakapan Arman dan ibu nya pun terdengar jelas oleh Gea, membuat Gea merasa bersalah dan baru menyadari kalo sedari pulang kantor Arman belum pulang kerumah nya ditambah hari sudah malam.

__ADS_1


Pasti Arman sangat lelah.


"maaf kan aku mas,gara gara aku kamu masih disini, seharusnya kamu istirahat dirumah."ujar Gea merasa sangat bersalah.


"nggak apa apa sayang,yang penting kamu nggak marah lagi dengan mas,lupakan yang tadi ya ,jangan dipikirkan lagi,yang perlu kamu ingat adalah mas sangat menyayangi mu ,mas tak bisa hidup tanpa mu Ge."


"ia mas."


"dan satu lagi Ge, mari sama sama kita melangkah kedepan ya,persiapkan dirimu untuk menjadi Nyonya Arman Pratama."ujar Arman sambil mengedipkan kan sebelah matanya.


Gea pun tersenyum dan tersipu malu.


"ya sudah ya Ge,mas pamit pulang dulu ,hari dah semakin malam ,takut nya kita nanti disergap Pak RT ehh ...dinikahin deh,mau nggak gitu?"canda Arman.


"ih nggak mau ah ,masak nikah karena digrebek,kayak apaan aja."jawab Gea.


"ya udah mas permisi ya."


Gea pun mengangguk setuju karena hari pun sedang semakin larut.


Sebelum pulang kerumah nya Arman pun berpamitan pada pada papa mama Gea .


"pa..ma...Arman pulang dulu ,hari sudah semakin malam"pamit Arman


"o....ya nak,dah kelar masalah nya kayak nya."ujar Pak Joko.


"Alhamdulillah udah Pak."jawab Arman


"pantesan ada yang senyum senyum merekah gimana gitu."ujar Bu Yati lagi menyindir Gea membuat Gea malu.


Setelah berpamitan pada kedua orang tua Gea Arman pun berjalan menuju motor nya hendak pulang diantar Gea sampai ke depan.


"hati hati dijalan ya mas."ujar Gea lagi


"iya Ge kamu istirahat lagi jangan banyak pikiran ya.nanti klo dah sampai mas kabari ".ujar Arman disertai anggukan kepala Gea.


Arman pun melajukan motor nya menuju rumah dengan senyum merekah dan merasa lega karena masalah nya sudah teratasi.

__ADS_1


Ia menjadi tenang sekarang.


-


__ADS_2