Menantu Terabaikan

Menantu Terabaikan
episode 61 Telat bangun dihari pertama


__ADS_3

Pagi Minggu yang cerah ,dimana buat sebagian orang libur dari aktivitas rutin nya,begitu juga buat pasangan pengantin baru Arman dan Gea


Niat hati ingin bangun siang ,tapi apa la daya ,saat ini Gea tinggal dirumah mertua nya,jadi sebisa mungkin ia berusaha untuk bangun pagi.


Apalagi ini adalah hari pertama ia menginap dirumah mertua nya.


Namun akibat ulah Arman tadi malam yang selalu menginginkan Gea hingga menjelang subuh,membuat sekujur badan Gea lelah ,sehingga membuat ia kesiangan bangun pagi ini. Sebelum tidur ia telah berniat ingin bangun lebih awal untuk menyiapkan sarapan buat suami dan keluarga suami tapi apa lah daya ,rencana tinggal rencana


"astaghfirullah dah siang ."ucap Gea ketika bangun dari tidurnya.Dilihatnya Arman juga masih terlelap dengan pulas .


"mas....mas...bangun mas...


"iya ada apa sayang..


"ayok bangun ,kesiangan nih ...bantuin dong


Arman mengucek matanya


"kenapa Ge,kan hari libur ,ya nggak apa la bangun agak siang


"tapi Gea nggak enak mas,masak hari pertama tinggal dirumah mertua bangunnya siang,gara gara Kamu ni mas ,Gea jadi telat bangunnya."Gea pun tetap menggerutu sambil masuk kekamar mandi dan membersihkan badannya.


Arman mengenakan celana pendeknya dan keluar dari kamar nya.


Didapur ibu nya sedang masak sendirian dengan wajah yang masam,melihat ada yang datang dia lalu menoleh dan menarik nafas nya


"dah bangun kamu Man?"


"iya Bu


"istri kamu mana ? punya menantu kok bangun siang siang , udah kayak tuan putri aja,bangun tidur langsung enak enak sarapan."celoteh Bu Marni


"iya Bu ,kami kesiangan....jangan marah la Bu,lagian Arman yang membuat Gea bangun kesiangan ."jawab Arman sambil menggaruk kepala nya yang tak gatal.


"kamu tu , seharusnya mengajar kan pada istri kamu agar bangun lebih pagi."


"iya Bu,besok Arman dan Gea akan usahakan bangun pagi dan membantu ibu buat sarapan ."ujar Arman sambil terus membujuk ibunya agar tak memarahi Gea.


Tak lama Gea pun keluar dari kamar dan langsung menuju dapur untuk menyiapkan sarapan.


tapi sayang , percakapan mertua dan suami jelas terdengar ditelinga nya .


Ia akui ia memang salah karena terlambat bangun,tapi setidak nya ia memang sudah berniat bangun lebih awal buat nyiapin sarapan .


"maaf Bu Gea kesiangan ,ada yang bisa Gea bantu Bu."ujar Gea merasa tak enak


"kamu dah selesai mandi Ge?"


"sudah mas,mas mandilah dulu."


"iya ,nanti tolong buatkan mas teh hangat ya."


Gea menganggukkan kepalanya.


Arman pun masuk kekamar nya dan segera mandi .


Sementara Bu Marni hanya diam saja tak menjawab pertanyaan Gea ,ia malah tetap sibuk melakukan pekerjaan nya membuat Gea bingung mau melakukan apa.


Ia benar benar diabaikan oleh ibu mertua nya itu.

__ADS_1


Ketika Gea hendak membuatkan teh buat Arman,langsung mendapat cibiran sinis dari mertua nya.


"nggak usah lakukan apa apa,semua sudah ibu kerjakan ,kamu duduk manis aja bagai seorang putri."


Gea pun mematung tak tau harus berbuat apa


"maaf Bu.."hanya itu yang terucap dari bibirnya .


Ia memang salah,karena membiarkan mertuanya menyiapkan semua nya,padahal seharusnya ia bisa bangun lebih awal dan membantu mertua nya.


"eh ....Gea....sudah bangun?"sapa Pak Hasan


Gea hanya tersenyum dan mengangguk,ia lalu menyiapkan piring dan minum diatas meja makan .


"udah nggak perlu capek capek,bapak tau kamu belum terbiasa melakukan semua nya."ujar Pak Hasan namun mendengar hal itu malah membuat Bu Marni kesal karena suaminya selalu membela menantu nya itu .Rasanya ingin marah pada suaminya,namun ia tak mau membuat suami nya kembali memarahi nya seperti kemarin.


"iya Pak."jawab Gea dengan tersenyum pada Pak Hasan.


"wah masakan ibu Harun sekali ya Bu,pasti sarapan kali ini sangat istimewa karena ada menantu kita .Ge besok besok kamu belajar pada ibu ya ,biar bisa masak yang enak."ujar Pak Hasan memuji Bu Marni untuk mencairkan hati Bu Marni yang kesal .


Gea pun mengangguk mendengar permintaan bapak mertua nya.


Mendengar pujian dari suami nya , Bu Marni bersikap biasa aja,ia berusaha menahan amarah nya.


"Ge Panggi suami mu,mari kita sarapan bersama sama "ujar Pak Hasan lagi diikuti anggukan oleh Gea .


Ia lalu menuju kamar untuk memanggil Arman .


Arman,Gea Pak Hasan dan Bu Marni pun sarapan bersama sama.


"kurang lengkap rasanya ya Bu,karena nggak ada Ayu dan Andre."ujar Pak Hasan lagi yang tiba tiba merasa sangat rindu pada Ayu.Karena ini baru pertama kali Ayu tak pulang kerumah .


"Andre sudah berangkat ya Bu?"


Arman lalu memperhatikan wajah murung sang bapak,dan ia tau kalau bapak nya itu sedang sangat merindukan anak bungsunya


"apa bapak rindu dengan Ayu?"tanya Arman


Perlahan Pak Hasan hanya bisa menundukkan kepala nya agar yang lain tak melihat kesedihan di wajah nya.


"Pak ,gimana kalo hari ini kita mengunjungi Ayu,biar Arman antar "ajak Arman


Pak Hasan mendadak sumringah mendengar ajakan Arman.Namun lagi lagi ia tak mau merepotkan anak nya .


"boleh tu Pak,sekalian kita jalan jalan ,mau ya Pak ."ajak Gea lagi


"ibu mau nggak kita mengunjungi Ayu?"tanya Pak Hasan pada istrinya.


"bukannya hari ini Ayu pulang Pak,trus ngapain kita kesana kalau anak nya mau pulang kemarin."ujar Bu Marni


"setahu Gea mereka pasti pulang nya sore,tau biar kita sekalian jemput Ayu nya ,gimana mas?"


"boleh ,habis sarapan kita langsung ketempat Ayu,kamu coba wa ke Ayu ya Ge,dimana lokasi perkemahan mereka ,biar kita susul .


Gea pun mencoba menghubungi Ayu lewat chat , sementara itu Pak Hasan dan Bu Marni masih diam dan berpikir mau ikut atau nggak


Setelah berfikir lagi, akhirnya Pak Hasan ikut dengan Arman dan Gea untuk mengunjungi sekaligus menjemput Ayu diperkemahan.


Namun tidak dengan Bu Marni,ia tak ingin ikut dan lebih memilih untuk tinggal dirumah saja.

__ADS_1


Tak lama kemudian Gea ,Arman dan Pak Hasan pun berangkat.


"Ayu pasti sangat terkejut dengan kedatangan kita mas."ujar Gea yang duduk dibelakang sementara Arman ditemani sang bapak duduk didepan.


"pasti nya,oh iya apa kamu ada bilang ke Ayu kalau kita akan mengunjungi nya?"


"ya nggak la mas,tadi Gea cuma mau basa basi aja Ama Ayu sambil menanyakan lokasi nya."


"anak itu tak pernah jauh dari bapak dan ibu,entah apa dia tidur nyenyak disana ,atau bagaimana dengan makan nya ?"Pak Hasan tiba tiba sangat mengkhawatirkan Ayu.


"jangan khawatir Pak ,pasti disana semua kebutuhan mereka menjadi tanggung jawab penyelenggara serta guru guru mereka , Ayu pun pasti ditemani oleh teman teman sekolahnya ."jelas Arman lagi.


"oh iya kemarin bapak sempat minta tolong pada Rama agar memperhatikan dan menjaga Ayu,apa kamu punya no ponsel Rama Man?


"nggak ada yah,ayah tak perlu khawatir, Ayu pasti aman disana ,banyak orang yang menjaganya.


Acara perkemahan ini sekaligus memberikan pelajaran buat Ayu untuk bisa lebih mandiri,dan nggak manja "jelas Arman lagi


"wajar kalo Ayu bersikap manja mas,dia kan anak bungsu ,anak perempuan satu satu nya lagi ."ujar Gea .


"kalo bapak lelah ,bapak tidur saja ,nanti kalau sudah sampai,Arman akan bangunkan bapak."


"tak apa Man,hari masih pagi gini gimana mau tidur,masak sekali diajak jalan jalan malah tidur."jawab Pak Hasan seraya melihat jalanan didepannya.


Sementara itu diperkemahan, Ayu sedang belajar memasak sarapan yang dibimbing oleh ibu guru nya


"kita buat nasi goreng telor ceplok aja ya anak anak."


"ya Bu."


"Ayu kamu bantuin ibu mengupas bawang dan cabe merah ini ya ,sedikit saja jangan banyak banyak.


Ayu pun segera mengerjakan tugas dari gurunya


"kamu Desi ,tolong kamu pecah kan telor 2butir ya dan kamu Fani keluarkan nasi yang berada dalam panci itu ya.


Mereka mengerjakan semua perintah Bu guru nya , sementara sebagain anak laki laki di beri tugas untuk mencari kayu bakar guna membuat api unggun ditengah tengah perkemahan sebagai acara penutupan nanti malam .


dengan dibimbing dan diarahkan oleh gurunya ,akhirnya Desi Fani dan Ayu berhasil menghidangkan nasi goreng buat sarapan mereka .


"seru juga ya bisa belajar masak ."ujar Fani


"yah ketahuan nggak bisa masak ."ejek Desi


"ye...emang Lo bisa masak"tanya Fani


"ya bisa la...masak air tapi ...ha...ha...ha..


"ye kirain Lo bisa masak rupanya sama aja dengan gue.


"eh kayak nya nanti malam seru tuh ada api unggun."ujar Desi


"seru sih...tapi sekaligus sedih juga karena hari ini kita terakhir disini ,padahal asyik juga ikut berkemah seperti sekarang ini."jawab Fani


"iya juga sih ,entah kapan lagi kita bisa ikut acara seperti ini."ujar Ayu tiba tiba sedih.


"Gimana anak anak ,nasi goreng nya sudah jadi ?"


"sudah Bu

__ADS_1


"ayok ajak yang lain buat sarapan ."ujar bu guru


Mereka pun berkumpul untuk menyantap sarapan mereka , sebelum melanjutkan kegiatan dihari ini.


__ADS_2