Menantu Terabaikan

Menantu Terabaikan
bab 8 apa dia ngikutin ya


__ADS_3

Setelah menyelesaikan tugas nya Rina dan Ayu memutuskan untuk santai sejenak di kafe sambil menghilang kan setres mereka akibat cowok sombong yang nggak jelas.


"akhirnya bisa santai sejenak,"ujar Ayu seraya menghembuskan nafas nya dengan kasar.


"iya ya capek juga ngerjain tugas Pak Marco!"


"apaan Lo,Lo enak cuma ngetik doang,nah gue yang mikir."


"ngetik kan penuh perjuangan juga buk."sahut Rina sambil terkekeh.


"Lo dah pesan tu minuman nya?"tanya Ayu lagi


"mau minum apa Lo,nge Boba enak nih.mau nggak Yu?"


"boleh la,tambah toping oreo ya."


"siip bos que!"


Rina pun segera memesan minuman nya.


Namun karena berjalan sambil melihat hp,ia tak sadar telah menyerobot antrean,ia tersadar ketika ada suara cowok yang mengejutkan nya.


"cantik cantik nggak mau ngantri..."celetuk tu cowok membuat Rina langsung menoleh kearah suara,dan betapa terkejutnya ia ketika tahu siapa orang tu.


"ha...elo....Lo sengaja ngikutin kami ya?"omel Rina.


"ih...apaan sih Lo...nggak jelas kali."


"elo la yang nggak jelas ,dimana ada kami pasti ada Lo."


"Ge er banget Lo jadi cewek,emang gue nggak ada kerjaan,mesti harus ngintilin Lo."jawab cowok itu yang tak lain adalah cowok yang sama yang ketemu diwarnet dan pom bensin.


Ia pun meninggal kan Rina yang masih kesal dan menuju kasir untuk memesan minumannya.


Rina pun bertambah kesal karena tu cowok melewati nya , walaupun sebenarnya dia yang salah karena menyerobot antrian tu cowok karena nggak sengaja akibat fokus pada hp nya.


"issh sebel banget gue asli,"gerutu Rina yang datang membawa pesanan mereka .


"apa an sih Lo,datang datang ngedumel aja."


"tu Lo lihat disamping ,siapa yang duduk disana?"


Dengan reflek Ayu menoleh kesamping,dan betapa terkejutnya ia sama seperti Rina tadi ,ketika tau siapa yang duduk disana bareng beberapa cowok lain.


"emang dia ngikutin kita ya?"tanya Ayu heran.


"ya itu maka nya gue kesal tadi,dia nyerobot antrian gue tadi didepan.


"tapi dia nggak sendirian kok Rin,mungkin juga kebetulan lagi.tu dia nya aja datang ramai ramai.


"kok bisa kebetulan Ampe 3 kali."


"ya bisa aja kalee,ya udah ah malas ngebahas tu cowok."


Mereka pun tak lagi memperdulikan cowok tersebut,mereka kembali asyik ngobrol sambil sesekali tertawa renyah, membuat cowok yang sedari tadi memperhatikan mereka secara diam diam juga ikut senyum senyum sendirian.


"woi..bro..Napa Lo, senyum senyum sendirian, kesambet Lo?"ujar salah satu kawan nya.


"apa an sih,siapa juga yang kesambet."


"sut..sut...tu lihat doi lagi memerhatikan cewek disamping noh...ujar salah seorang teman nya lagi.

__ADS_1


"apa an sih, siapa juga yang peduli Ama mereka."


"cie...cie ternyata Rama bisa marah juga ."ujar salah seorang teman nya lagi.


"emang dia siapa bro,lu kenal?"


"nggak kok,tau juga enggak!"


"trus tu tadi cewek ngapa marah marah Ama Lo tadi di kasir,dia bilang Lo ngikutin dia?"


"udah ah kepo aja Lo!" ujar Rama lagi sambil mengaduk aduk minuman nya.


Perdebatan mereka terdengar juga ditelinga Rina dan Ayu,sehingga mereka tau juga nama cowok yang sedari tadi diwarnet hingga kekafe ini.


"o... ternyata nama nya Rama , Yu,bagus juga ya nama nya , sama kayak orang nya cakep."ujar Rina .


Ayu hanya diam saja tak memperdulikan perkataan Rina.


Setelah agak sejam mereka hang out di kafe itu akhirnya mereka pun berniat pulang,karena hari pun sudah semakin sore.


Mereka berjalan melewati Rama dan teman teman nya tanpa menoleh sedikit pun ke arah Rama,keluar dari kafe itu menuju parkiran.


"Lo naksir yang mana Ram,yang agak tinggi berhijab tau yang satu nya."ujar salah satu teman Rama.


"mana ada ,ngarang aja Lo."kilah Rama lagi.


Padahal sedari tadi sejak diwarnet ia mengagumi Ayu,ya..ayu dengan postur agak tinggi dan berrhijab,bertolak belakang dengan Rina yang agak pendek dan tak berhijab.


Tapi ia tak mengakui perasaan nya, walau ada secercah penyesalan dibenak nya melihat Ayu dan Rina pergi meninggalkan kafe .karena entah kapan bisa ketemu lagi .


"Tapi ya udah la kalo jodoh tak kemana ." batin nya.


"siapa juga yang melamun."


"yuk pulang yuk,gue disuruh bokap kerumah oom gue ada titipan dari bokap,ntar kemalaman nggak enak bro."ujar Diki lagi.


Akhirnya Rama dan teman teman nya bergegas meninggalkan kafe dan mereka berpisah karena beda arah pulang.


"Lo mau gue temani nggak kerumah oom Lo Dik?"


"boleh deh Ram,lagian gue tadi nggak bawa motor kemari,ni gue baru mau pesan grab."


"udah biar gue antar aja.cansel aja grab nya.


"weeee...ini benar benar sohib gue."puji Diki buat Rama.


Akhirnya mereka pun melaju kerumah oom nya Diki.


Tok...tok..." assalamu'alaikum ."salam Diki begitu sampai dirumah oom nya.


"wa alaikum salam,eh.. Diki masuk Dik...sini."ujar oom Diki yang tak lain adalah Pak Joko,papa nya Gea.


Ternyata Diki adalah sepupu dari Gea.


Diki dan Rama pun masuk kedalam rumah pak Joko.


"om ini ada titipan dari papa,kemarin papa baru pulang dari rumah eyang."ujar Diki sambil menyerahkan kan sebuah kantong kepada Pak Joko.


"o...iya Dik...makasih bilang sama papa mu ya."


"iya om."

__ADS_1


"trus gimana kabar eyang,apa eyang sehat ?"


"Alhamdulillah, eyang sehat om,dia juga titip salam buat om."


"wa alaikum salam,.oom belum sempat jenguk eyang, insyaallah bulan depan la oom singgah kerumah eyang."


" iya om."


Tak lama kemudian keluar la Bu Yati sambil membawa minuman dan cemilan buat Suami nya dan Diki serta Rama.


"diminum dulu Dik,itu siapa teman mu tu juga ,ayok diminum dulu ,ni ada pisang goreng,ayok disambi juga."ujar Bu Yati.


"saya Rama Bu."jawab Rama memperkenalkan dirinya.


"o..iya mari nak Rama, dicicipi kue Tante."


"iya makasih Tan."


"kamu tadi dari rumah langsung kemari Dik?"


"iya om,cuma tadi ngumpul dulu bareng teman sebentar."


"0 .....ya...giman dengan sekolah kamu?"


"Alhamdulillah om lancar ,baik baik aja .


"syukur lah kalo begitu,rajin rajin sekolah ya jangan bolos."nasehat pak Joko.


"iya om."


Tumben sepi amat Om,kak Gea kemana?kok nggak kelihata dari tadi


"o.. itu kak Gea lagi jalan Ama calon suami nya,paling bentaran juga pulang."


"wah kak Gea udah mau nikah ya om?"


"iya Dik, Alhamdulillah mudah mudahan mereka berjodoh ya.minta doa nya juga."


"amiiin ya rabbal alamin ya om."jangan lupa undangan nya ya om."


"ya jelas la,pasti la oom akan kabari dan undang papa mama mu sekeluarga,kamu pun besok harus bantu bantu kakakmu itu ya."


"pasti la oom,apapun yang bisa Diki bantu,pasti akan Diki bantu."


"duh mantap nya ponakan oom ni,Ama satu lagi ya Dik,tolong bilang kan ke papa mu oom minta pas acara lamaran Gea,papa mu berkenan hadir la,oom grogi nanti menyambut kedatangan mereka.


"o..ya ..om,nanti Diki sampaikan pada papa."


"papamu kan jago pidato gitu ,nanti papa mu aja yang jadi juru bicara keluarga oom.


Nanti oom kabari lagi papa mu ,tau nanti oom sendiri aja yang menjumpai papa mu klo dah deal kapan waktu nya pihak laki laki akan melamar.


Nggak enak juga klo main sampaikan sampai kan pesan gini."


"iya Pak,nggak enak la kita minta tolong kok nggak langsung ke orang nya,malah ke anak nya."tambah Bu Yati.


"iya Bu iya,nanti klo dah pasti keluarga Arman kemari ,kita akan langsung kerumah Mas Har." jelas Pak Joko .


Setelah cukup lama bercengkrama dengan om Joko dan Tante Yati,maka Diki dan Rama pun pamit undur diri,karena hari pun sudah hampir magrib.


Diki diantar pulang oleh Rama,walau arah rumah mereka berlawanan dan terbilang jauh,namun Rama tak merasa keberatan mengantar Diki pulang.

__ADS_1


__ADS_2