
Hari yang dinanti nanti pun tiba,akad nikah serta resepsi pun akan dilaksanakan hari ini.
Kedua keluarga Arman dan Gea sangat antusias menyambut hari pernikahan anak anak mereka .
Dengan kebaya putih serta hijab nya ,Gea nampak sangat anggun dan cantik ,begitu juga dengan Arman yang terlihat sangatlah gagah .
Disini lah Arman sekarang ,duduk berjabatan tangan dengan Pak Joko yang sesaat lagi akan mengucapkan akad nikah.
"saya terima nikah dan kawin nya Gea ananda putri binti Joko Raharjo dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan mas seberat 2,5 gr dibayar tunai."dengan lantang Arman mengucapkan ijab kabul dihadapan orang tua Gea dan pak penghulu serta disaksikan oleh keluarga mereka
"sah....
Akhirnya plong sudah sesak yang ditahan Arman sedari tadi . Kekhawatiran dan cemas akan gagal mengucapkan ijab kabul akhirnya terbantah kan .
Ia berhasil mengucapkan dengan satu tarikan nafas nya dan juga hanya sekali ucapan..
"Alhamdulillah...."ujar semua orang
Tak lama Gea pun keluar dari kamar nya berjalan menuju keberadaan suami nya ,diantar oleh adik ipar nya Ayu.
Setelah berhadapan dengan Arman , Gea lalu menyalami suaminya dan mencium tangannya,dibalas Arman dengan kecupan di pucuk kelapa Gea .
Kedua nya pun tersenyum bahagia.
Akad nikah pun dilanjutkan dengan pesta pernikahan yang sangat meriah.
Beberapa sahabat sahabat kedua mempelai juga hadir ,para undangan dan kerabat serta kolega kolega keluarga Arman dan Gea hadir memeriahkan acara pernikahan Arman dan Gea .
Tak ketinggalan juga Pak Gunawan yang juga ikut hadir memeriahkan pesta pernikahan karyawan nya itu.
Walau ada sedikit rasa sedih dihatinya,namun ia berusaha tegar .
Pak Gunawan hadir bersama Mona sekertaris nya.
Diantara tamu undangan yang hadir juga terlihat Tek Ema yang hadir bersama Mila,mereka datang jauh jauh dari kampung.
Walau Tek Ema merasa sakit hati pada Arman yang telah menolak Mila ,namun ia tetap hadir .
Mila pun terlihat sedih melihat Arman bersanding dengan Gea diatas pelaminan ,sesekali ia mengusap airmata nya yang tak kuasa ditahannya.
"sudah...jangan menangis,jangan kamu sia sia kan airmata mu nak ."ucap Tek Ema
"sakit Bu,Mila sangat menyayangi bang Arman ,kenapa bukan Mila yang duduk disamping bang Arman ."Isak Mila
Hal itu terlihat jelas oleh Bu Marni yang juga masih belum bisa menerima kehadiran Gea sepenuhnya.
Ia terlihat sedih ketika melihat Mila menangis.
Perlahan Bu Marni menghampiri Tek Ema dan Mila
__ADS_1
"maaf kan etek Mila ,etek tak bisa memaksa Arman untuk menikahi kamu."ujar Bu Marni
"andai dari awal kamu tidak memberi harapan palsu pada anak ku ,mungkin saat ini Mila tak sesakit ini Mar ."ujar Tek Ema
"maaf kan awak kak,awak Ndak bisa membujuk Arman,dia tetap bersikeras ingin menikahi kekasih nya ."jawab Bu Marni merasa sangat bersalah.
Ia memeluk bahu Mila dan terus menghibur nya.
"Sudah la Mila,jangan menangis lagi,jangan rendah kan harga diri kita ,ayok tegakkan kepalamu,kita salami Arman dan langsung kita pulang kekampung."ujar Tek Ema
"cepat kali kakak pulang ,tak bisa menginap dulu agak semalam kak,"tanya Bu Marni
"maaf Mar ,aku tak ingin membuat hati Mila bertambah sakit,kami harus pulang saat ini juga
Bu Marni tak bisa lagi menahan langkah Tek Ema yang ingin pulang namun berniat menyalami Gea dan Arman terlebih dahulu.
Setelah memastikan Mila baik baik saja,mereka pun berjalan menghampiri Gea dan Arman yang sedang sibuk menyalami para tamu undangan.
"Selamat ya Man,semoga langgeng dan bahagia."ucap Tek Ema setelah berhadapan dengan Arman dan Gea
"iya Tek ,amiiin , terimakasih etek sudah bersedia hadir ."jawab Arman lagi.
"selamat ya bang,semoga abang berbahagia bersama istri Abang."ucap Mila dengan menunduk tak mampu menatap Arman dan Gea karena mata nya berkaca kaca dan terlihat oleh Gea .
Sekuat hati Mila menahan agar tak menangis ,namun airmata nya telah menggenang di pelupuk matanya .
Dalam hati Gea bertanya tanya apa yang membuat gadis didepannya ini bersedih hingga menitikkan airmata.
"makasih ya adek Abang yang cantik."jawab Arman .
Tek Ema dan Mila juga bersalaman dengan orang tua Gea dan Pak Hasan serta Bu Marni
"eh Ma ,makasih sudah mau hadir ."ucap Pak Hasan saat bersalaman dengan Tek Ema
"iya bang."jawab Tek Ema datar dan tanpa senyum sedikitpun.
Pak Hasan pun maklum dengan apa yang terjadi ,ia tau kekesalan Ema pada keluarga mereka.
"aku sangat kecewa dengan mu Mar "ucap Tek Ema ketika bersalaman dengan Bu Marni
Bu Marni hanya bisa terdiam dan menunduk
"maaf kan awak kak."jawab Bu Marni
"kalo terjadi apa apa dengan anak ku Mila karena patah hati akibat ulah Arman ,maka aku tak segan segan meminta pertanggung jawaban dari mu."tambah Tek Ema lagi .
Ada banyak pertanyaan dibenak Gea buat suami nya itu,namun ia menahannya karena sudah banyak tamu undangan yang menghampiri mereka
Tek Ema dan Mila pun segera turun dari pelaminan karena dibelakang mereka telah banyak tamu undangan yang ingin menyalami pengantin.
__ADS_1
Setelah turun mereka langsung keluar dari ruangan ,mereka berencana langsung balik kekampung mereka.
Acara pesta pernikahan Gea dan Arman berjalan sangat lancar banyak nya tamu undangan yang hadir memeriahkan acara tersebut.
Dan diantara banyak tamu yang hadir ,terlihat seorang gadis yang sangat familiar dimata Andre
"kok seperti nya kenal ya ?"batin Andre
Ia pun perlahan mendekati gadis itu pura pura ikut mengantri makanan.
Bugghhh
"astaghfirullah...maaf saya nggak sengaja "ujar gadis itu ketika ia tak sengaja menabrak Andre.
Padahal bukan ia yang tak sengaja menabrak,tapi memang dasar Andre nya yang modus
"mm...nggak apa apa kok...kamu..
"kamu...eh....Abang ya ...yang kemarin Adel tabrakan?"
"mmm...o..iya ...kamu Adel ya .maaf saya lupa."jawab Andre
"kamu hadir disini juga ?"tanya Andre lagi
"eh ..iya ..bang ...lagi nemani Kakak ,habis dia malu kalo datang kemari sendirian."jawab Adel lagi
"Abang gimana kabar nya.?"
"Alhamdulillah baik Del.
"Alhamdulillah, syukurlah itu yang terpenting bang.
Abang masih kerja ditempat kemarin ya Bang.?"
"ya masih la Del,cari kerja sekarang susah,jadi coba bertahan dan mencintai pekerjaan yang kita punya saat ini."jelas Andre diikuti anggukan dari Adel .
"pengantin nya cantik ya bang?
"iya Del , kebetulan pengantin laki laki nya adalah Abang saya ."jawab Andre
"o...pantesan
"pantesan apa ,ganteng gitu...
Adel tersenyum mendengar candaan Andre.
Andre sangat terpesona dengan kecantikan Adel.
Kedua nya asyik bercerita dan bersenda gurau hingga lupa akan niat awal mereka semula yaitu ingin makan .
__ADS_1
jangan lupa like dan komentar nya ya bestie....😊😊😊