Menantu Terabaikan

Menantu Terabaikan
Bab 35 hasil dari penyelidikan


__ADS_3

Setelah beberapa hari kemudian ,seperti dugaan sebelum nya, Pak Rafael benar benar mengusut kasus Arman dengan tuntas dan saat ini Jak orang suruhan nya telah berada dihadapan nya saat ini.


Sebelum nya Jak menelepon Pak Rafael guna menyerahkan laporan hasil penyelidikan nya dan mereka janjian akan bertemu di sebuah kafe yang terletak dekat dengan kantor Pak Rafael .


Begitu Pak Rafael sampai dikafe itu ,dia langsung mendapati Jak telah sampai dan sedang duduk sambil menyeruput minumannya.


"sudah lama menunggu Jak?"


"belum la Pak,baru saja sampai."


"baru sampai tapi minuman mu sudah habis setengah."


"he ....he...iya Pak


"maaf tadi ada rapat penting dulu sebentar,jadi saya terlambat."


"tidak apa apa Pak


"bagaimana hasil penyelidikan mu?apa sudah ada titik terang?"


"ini Pak."Jak pun menyerahkan sebuah amplop cokelat kepada Pak Rafael.


Pak Rafael pun membuka amplop itu yang berisi beberapa foto foto.


"namanya Marco Pak, pekerja nya nggak jelas ,ada yang bilang ia seorang preman.


Ini alamat rumah nya Pak,namun sayang nya saat saya datangi rumah nya telah kosong, seperti nya ia sudah pergi terlebih dahulu.sekali lagi saya mohon maaf karena terlambat mengetahui keberadaan.


"apa dia ada berhubungan dengan salah satu karyawan saya ?"tanya Pak Rafael sambil terus memeriksa satu per satu foto foto itu


Jak lalu mengambil sebuah foto dari amplop cokelat yang diberikannya pada Pak Rafael tadi.


"ini kontak terakhir dia dengan seorang cewek, mereka sedang janjian di kafe xx sekitar jam 22.00 pas bertepatan dengan kejadian terkurung nya karyawan anda.


Mohon maaf Pak, gambar cewek nya tak jelas tertangkap kamera cctv karena posisi si cewek nya duduk membelakangi kamera pengawas,saya sudah berusaha memeriksa angle yang tepat ,namun hanya ini yang terlihat jelas .


Pak Rafael memandangi foto tersebut,ia berusaha mengingat apakah ia mengenal cewek tersebut dan apakah cewek tersebut adalah salah satu karyawan nya.


"Sekali lagi saya minta maaf Pak,karena hanya ini informasi yang bisa saya berikan pada Bapak."ujar Jak.


"menurut saran saya karena kita belum tau dengan jelas motif sipelaku apa,entah hanya ditujukan pada karyawan anda yang terkurung semalam atau ada hubungan nya dengan perusahaan Bapak,coba kita lihat agak sebulan ini, apakah ada lagi kejadian serupa atau apakah sipelaku akan menampakkan diri nya lagi,soalnya saya sudah menempatkan beberapa orang untuk mengawasi rumah sipelaku,dan kantor bapak jika ada pergerakan dari dia,saya akan melaporkan nya pada Bapak."jelas Jak.


Pak Rafael berfikir sejenak ,karena benar kata Jak ia belum tau motif sipelaku,apa berhubungan dengan Arman atau dengan perusahaan nya.


"ok la Jak,saya ikuti saran kamu,jika dalam sebulan ini tak ada kejadian yang mengkhawatirkan saya akan melupakan masalah ini,namun jika ia terlihat lagi dikantor saya ,saya akan bertindak tegas .

__ADS_1


"ok Pak,bapak jangan khawatir saya sudah menempatkan beberapa orang untuk selalu memperhatikan gerak gerik si pelaku ,kantor anda juga masuk dalam pengawasan saya."ujar Jak.


"ok la kalau begitu,saya permisi kekantor dulu."ujar Pak Rafael segera meninggalkan Jak menuju kekantor nya.


Sepeninggalan Pak Rafael,Jak menarik nafas panjang,sedari tadi ia merasa sesak dan gugup ketika berhadapan dengan Pak Rafael.


Bukan karena ini pertama kali bekerjasama dengan Pak Rafael,namun karena Jak terpaksa harus berbohong pada Pak Rafael.


Ia terpaksa berbohong dengan mengatakan kalo ia tak bisa mengambil wajah cewek yang tertangkap kamera itu dengan jelas,padahal ia telah mendapatkan gambar cewek itu dengan jelas.


Namun ia terpaksa harus berbohong karena ia mengenali cewek yang janjian bersama sipelaku,bahkan sangat mengenalinya.


Oleh karena itu ia tak bisa mengatakan pada Pak Rafael,lagian ia juga sudah mengetahui motif dari sipelaku dan si cewek itu .


Karena sebelum menghadap ke Pak Rafael,ia telah menemui cewek tersebut.


Flashback dulu ya


Setelah mendapat perintah dari Pak Rafael,Jak segera bertindak cepat,ia segera mencari informasi tentang sipelaku.


Dengan kemampuan it nya ia berhasil mengumpulkan informasi tentang sipelaku yang tak lain bernama Marco .


Ia juga berhasil meretas ponsel sipelaku


Ia memeriksa panggilan masuk di ponsel Marco dihari kejadian terkurung nya Arman .


"Siska....Siska kenapa sih harus berurusan dengan Pak Rafael."batin Jak


Seketika ia tertegun ketika ia mengetahui ternyata yang menghubungi Marco adalah Siska,wanita yang sangat sangat ia kenal.


Ia mengambil ponsel nya dan segera menghubungi seseorang.


"hallo "jawab seorang diujung sana


"hallo kamu dimana?"


"ya masih kerja la,kenapa tumben nyariin gue?"


"nanti malam temui aku di kafe xxx malam ini."ujar Jak


"ada apa sih bro....serius amat kayaknya


"nanti gue jelasin."jawab Jak lalu menutup panggilannya .


Ketika malam menyapa , Jak telah sampai dikafe xxx menunggu seseorang yang ditelpon nya tadi .

__ADS_1


Tak lama menunggu datang la seorang pria menghampiri Jak.


"hai bro ,tumben ngajakin gue nongkrong."


"ada hal penting yang harus gue sampai kan Sat."


"tentang apa ha....bikin penasaran aja nih


"ini tentang adek Lo Sat!"


"adek gue ???


"iya ini tentang Siska


"Jak .... Jak. ...Lo tu ya kenapa juga masih ngejar ngejar adek gue,Lo bukan tipe nya Siska."ujar Satria lagi


"gue tau Sat,tapi ini bukan masalah perasaan gue ke Siska,lagian saat ini gue udah punya istri Sat,dan perasaan gue ke siska udah lama gue kubur karena gue menyayangi istri gue,tapi ada hal penting yang akan gue sampaikan.


Satria lalu memandang wajah Jak yang terlihat sangat serius.


"ok Jak jelas kan sekarang apa masalah nya,apa yang terjadi dengan adek gue.


Jak menceritakan hal yang terjadi pada Satria.


Satria yang mendengarkan penjelasan Jak seakan tak percaya dengan apa yang telah dilakukan Siska.


"jadi baik nya gimana Jak,gue mohon sama Lo ,tolong lindungi Siska ,jangan sampai Pak Rafael tau kalo Siska adalah dalang dari semua ini.


Siska pasti punya alasan kenapa ia melakukan ini."ujar Satria


"gue juga nggak mungkin Sat , menyerahkan Siska pada Pak Rafael,Lo kan tau Siska udah gue anggap sebagai adik gue sendiri."jawab Jak.


Sekarang tolong Lo telepon Siska , tanya kan keberadaan nya,kita harus bertanya langsung pada nya,apa motif nya melakukan semua ini ."


Tanpa menunggu lama , Satria pun menghubungi Siska ...


"hallo bang."


"hallo Sis,kamu dimana?"


"aku lagi dirumah Bang,ada apa?"


"Abang ada perlu penting dengan kamu,kamu tunggu Abang dulu dirumah,jangan kemana kemana...


"ih kenapa sih dengannya,bikin penasaran aja ."batin Siska.

__ADS_1


Jangan lupa komen dan like nya ya....biar author semangat nulis nya 😊😊😊😊


__ADS_2