
Diparkiran sekolah Ayu ,Rama dan Diki berhenti sejenak sambil memeriksa lagi beberapa undangan.
"masih banyak lagi ya Dik?"
"ada 3 sekolah lagi tugas kita,sebagian undangan kan gue minta bantuan Ama anak anak untuk menyampaikan nya,kalo kita semua ya nggak keburu bro."jelas Diki
Rama pun mengangguk angguk.
"gimana ,mau langsung lanjut?"tanya Diki pada Rama yang terdiam.
"main bentar disini dulu gimana,istirahat dulu bentar?"
"boleh juga tu Ram,lagian cuaca panas banget,takut hitam ntar gue!"
"gaya Lo...orang udah item juga ."
"ha....ha...item manis tak apa la bro,jadi kita mau ngadem dimana nih,masak diparkiran gini, apa yang mau dilihat?"tanya Diki sembari menengok ke kanan ke kiri yang dipenuhi motor motor ..
"ya iya la,wong lagi diparkiran motor tegak nya ,kalo di mall baru banyak yang dilihat."jawab Rama.
"kita ke kantin nya aja la ,cari minum dulu haus tau" ,ajak Rama lagi
"emang nggak apa apa Ram,bukan sekolah kita ini loo?"
"emang kenapa,kita kan baik baik datang,lagian kita tadi di gerbang juga udah permisi Ama Pak satpam nya,jadi ya kalo menurut gue ya nggak apa apa la...lagian bentaran aja kok."
Akhirnya Diki pun mengikuti Rama yang berjalan dengan percaya diri menuju kantin disekolah itu...
Karena bukan jam istirahat jadi kantin masih sepi ,cuma ada satu dua orang anak yang disana ,ya mungkin mereka lagi nggak ada guru dikelas .
Setelah memesan minumannya,Diki dan Rama pun duduk sambil kembali mengecek kelengkapan berkas berkas undangan yang akan diantar.
Saat tengah asyik membaca berkas berkas itu beberapa anak anak sekolah masuk kedalam kantin sambil bersorak sorai seolah seolah mereka sedang senang...
"senang nya gue guru killer nggak masuk!"ujar seorang siswa yang baru masuk tadi."
"Lo senang ,trus kita harus ngapain ,masak dua jam melongo aja disini."ujar siswa yang satu nya.
"ya santai santai aja dulu Buk,selagi belum ada guru pengganti."
"mending balik kelas aja gih,ntar kita kena marah tu Ama guru BP ketahuan dikantin."
"ya elah Bu santai aja dikit dulu,nggak Lo liat tu anak anak lain bahkan ada yang main basket noh di lapangan."
Karena posisi duduk mereka bersebelahan dengan Rama ,maka dengan jelas Rama bisa mendengarkan percakapan dua siswa tadi,sejenak ia terdiam karena seolah olah tak asing dengan si empunya suara.
Setelah ia menoleh kearah suara ternyata dugaan nya benar ,kalo dua siswa disampingnya itu adalah Rina dan Ayu.
Ketika Rama menoleh ,Ayu pun reflek menoleh juga ,sehingga kedua nya saling bertatapan,membuat kedua nya salah tingkah.
"Lo ....ngapain Lo kesini , perasaan ini bukan sekolah Lo deh."tanya Rina yang juga sudah melihat keberadaan Rama dan Diki.
__ADS_1
Diki sontak terkejut mendengar suara Rina yang kencang,ia baru ingat kalo Rina dan Ayu adalah dua cewek yang kemarin ribut di kafe dengan mereka,lalu sesaat ia menatap Rama.
"oh...sial,ternyata lo ngajakin gue kesini cuma mau lihat nih cewek?"tanya Diki pada Rama sambil melirik ke arah Ayu.
"apaan ,gue mana tau kalo ini sekolahan mereka."jawab Rama
"CK...CK...ngeles aja Lo."
"eh Lo belum jawab pertanyaan gue ya,ngapain Lo main ke kantin kami ,ini bukan sekolah Lo kali."tanya Rina merasa dirinya diabaikan Rama
"Rina udah ah ...ngapain sih Lo marah marah."lerai Ayu
"gue nggak marah Yu,gue cuma nanya aja , kok bisa bisa nya anak sekolah luar main kekantin kita dengan santainya,apa lagi tu si muka kulkas."tunjuk Rina ke arah Rama.
Yang ditunjuk pun hanya diam saja terlihat santai
"emang kenapa kalo kami main kemari,nggak boleh ya?"tanya Rama balik
"ya nggak la."
"ih aturan dari mana tu."
"gue la yang buat aturan ,kenapa? masalah buat Lo."
"Rin...udah ah .. Biarkan saja mereka,paling mereka cuma ngadem doang."lerai Ayu lagi.
"apaan sih Yu,Lo belain dia dari pada gue gitu?"Rina pun ngambek Ama Ayu
"gini ya mbak mbak yang cantik...",Diki pun mencoba menjelaskan pada mereka karena ia tak mau situasi semakin riuh.
"kami kekantin ini memang mau ngadem sebentar,soalnya kami harus menjalan kan tugas sekolah kami yang belum kelar,maka nya kami istirahat dulu sebelum lanjut tugas lagi ."jelas Diki
"maaf ,tugas apa ya?tanya Ayu sambil menatap Diki.
Menurut nya ia lebih enak berbicara dengan Diki dari pada Rama.
"Begini,oh maaf sebelum nya ,nama kamu siapa?"tanya Diki sambil mengulurkan tangan nya dan disambut oleh Ayu
"Ayu."
"O...ya, Diki.tujuan kami kesini adalah menyampaikan surat undangan dari sekolah kami ,buat sekolah kalian ini.
"undangan apaan?"tanya Rina masih dengan ketus nya
"undangan persami ,yang dilaksanakan disekolah kami sekitar awal bulan depan.
Kami mengundang sekolah kalian agar bisa ikut berpartisipasi dalam acara esok."
Diki menjelaskan panjang lebar tentang tugasnya dari sekolah nya serta ia juga memperlihatkan berkas undangan undangan buat sekolah lain yang belum sempat mereka bagikan.
Sejenak Ayu memahami penjelasan dari Diki, begitupun dengan Rina yang sedikit demi sedikit terlihat mulai agak menurunkan tensi nya.
__ADS_1
Rama masih tetap diam ,dan sama sekali tak membantu Diki memberikan penjelasan pada mereka.
"trus kalian pada ngapain ,kok nggak masuk kelas malah main kekantin?"tanya Diki
"Yee suka suka kami dong,kok situ yang sibuk."jawab Rina dengan ketus.
Mendengar jawaban Rina Ayu langsung menatap Rina seraya menggeleng kan kepala nya.
"guru kami nggak masuk Dik,jadi dikelas lagi nggak ada kegiatan."jelas Ayu
"o....tapi ya setidak nya kalian kan bisa membaca baca buku atau ngerjain tugas tugas lain kan bisa dari pada kelayapan ."sahut Rama tiba tiba karena sedari tadi dia hanya diam saja.
Mendengar jawaban Rama membuat Rina semakin emosi ,begitu juga dengan Ayu,namun Ayu masih bisa menahan emosi nya ,tak seperti Rina.
Rina langsung tegak menatap ****** pada Rama.
"eh...maksud Lo apa,bilangin kami pada kelayapan...emang Lo siapa ngatur ngatur kami."ujar Rina kesal pada Rama.
Disaat emosi Rina tersulut Ayu mencoba menenangkannya,dengan mengusap punggung Rina agar dia sedikit tenang dan menarik Rina agar duduk kembali.
Melihat situasi semakin kacau Diki kemudian berusaha mendinginkan mereka.
"sudah sudah ...nggak perlu la dibahas ,gini aja gimana kalo kalian ikut besok tu acara persami, pasti seru,ada lomba lomba nya juga Lo."
Gimana....mau nggak? "ajak Diki lagi
"maaf kami nggak bisa menjawab nya,soalnya bukan wewenang kami."ujar Ayu.
"oh...ok la kalau begitu ,kami pamit dulu,masih harus menyelesaikan undangan undangan ini,masih ada 3 sekolah lagi yang harus kami datangi.
"ya Dik, terimakasih karena sudah mengundang sekolah kami.
Diki pun mengajak Rama pergi dari kantin dan menuju parkiran untuk menyelesaikan tugas dari sekolah mereka.
"kenapa sih pakai ngajak ngajak mereka ikutan ?"tanya Rama ketika keduanya telah sampai parkiran.
"ya kan emang itu tujuan sekolah kita kemari,kan memang mengundang mereka untuk ikut persami,gimana sih Lo."
"iya sih ,tapi nggak usah ajak ajak mereka juga kali....siswa berbakat lain pasti masih banyak disekolah ini."
"Lo kenapa sih bro....dendam amat Ama tu cewek."tanya diki
"gedek gue lihat tu cewek,apalagi tu sama si cewek yang hobi nya marah marah mulu,asal ketemu pasti ngomel aja kerja nya .
"wah jadi Lo udah sering jumpa ya Ama mereka.
Mendengar pertanyaan Diki membuat Rama salah tingkah
"udah buruan ,ngapain masih ngebahas mereka ,ntar nggak keburu lagi dah siang nih."ujar Rama
"wah salah minum obat nih anak,tadi dia yang ngajakin main kekantin sekarang malah dia yang marah marah nggak jelas ."batin Diki.
__ADS_1