Menantu Terabaikan

Menantu Terabaikan
bab 41 Kesedihan Gea


__ADS_3

Andre menatap iba pada Gea yang seperti nya mendengarkan pembicaraan ia dan ibu nya.


Berbeda dengan Ayu yang menatap sinis pada Andre


"mau kemana kak?"tanya Andre memecah kesunyian


"ini Ndre,mau ke minimarket depan mau beli minum buat ayah."


"Abang ngapain masih disini ,bukannya tadi mau balik kekantor?"


"iya Yu,barusan ibu nelp Abang,makanya Abang jawab dulu.


"emang ibu bilang apa ?"


"nggak ada,ibu cuma nanya kenapa dia nggak dijemput ,dan menanyakan keadaan ayah ."


"o...emang Abang mau jemput ibu ?"


"nggak usah deh kayak nya,tadi Abang bilang ayah nggak apa apa ,ntar lagi juga balik."jelas Andre


"o..iya la bang.


"kalo begitu kami duluan la Ndre ,kasihan ayah nunggu lama."


"o...iya Kak,Andre pun mau jalan lagi .


Mereka pun berjalan menuju arah tujuan masing masing.


Sepanjang jalan menuju minimarket,Gea banyak diam ,ia begitu sedih ketika sekilas mendengar percakapan Andre dan Bu Marni.


Gea tak menyangka kalo ibu Arman masih Keukeh menjodohkan Arman ,dan Gea juga heran kenapa Bu Marni masih belum bisa menerima kehadiran nya.


"panas panas gini enak tu kak minum yang dingin dingin,kakak mau Ayu pesan kan Boba nggak,ada tu didepan?"tanya ayu


Namun Gea masih diam bahkan tak mendengarkan apa yang Ayu katakan


"kak..


"kak...


"eh iya Yu,kenapa?"


"kakak melamun ya ,kok dari tadi Ayu panggil kakak diam aja ?"tanya Ayu menyadarkan Gea dari lamunan nya


"ah ..nggak ,....kakak nggak melamun kok."


"Ayu tau kak,Kakak pasti mikirin percakapan bang Andre dengan ibu tadi ya kan kak?"


"mmm ....itu...ah nggak kok!"Gea salah tingkah karena Ayu mengetahui isi hati nya.


"ibu itu memang seperti itu Kak,selalu memaksakan kehendak nya,dan kami sebagai anak anak nya diwajibkannya untuk mematuhinya.


Selepas bang Arman,pasti bang Andre juga akan mengalami hal yang sama ,apa lagi Ayu,mungkin sekarang karena Ayu masih sekolah,tapi kelak Ayu juga pasti akan bernasib sama dengan bang Arman.


Tapi kakak jangan khawatir,bang Arman itu sangat mencintai kakak,ia sangat menyayangi kak Gea dan bang Arman tu nggak bisa jauh jauh dari kakak.


Terkadang anak anak tak harus mematuhi perintah orang tua apalagi kalau itu menyangkut hati kak,hati seseorang tak bisa dipaksa untuk mencintai orang lain."jelas Ayu panjang lebar memberi ketenangan buat Gea...


"yang kakak heran ,mengapa ibu tak menyukai kakak Ge,apa salah kakak pada ibu?"


"kakak nggak salah kak,mungkin karena kurang mengenal lebih dekat aja.


Kalau ibu sudah mengenal kakak lebih dekat,ibu pasti akan menyayangi kakak seperti anak nya sendiri"


"begitu ya Yu?

__ADS_1


"he eh....makanya nggak usah manyun gitu muka ,ntar cantik nya hilang...he....he...


"kamu ni ada ada aja....


"jadi mau Boba nggak kak?enak ni panas panas gini ,jadi seger....


"ok deh ,pesan kan juga buat Abang mu ya...habis tu kita cari minuman buat ayah....


Setelah memesan Boba , Ayu dan Gea pun mengitari mini market mencari minuman dan makanan ringan buat ayah ...


Setelah selesai belanja mereka pun kembali kerumah sakit menuju ruangan ayah .


Disana terlihat anak dan ayah sedang bercengkrama dan membahas sesuatu yang terlihat penting.


Arman terlihat sumringah dan seolah berbahagia namun seperti ada satu sisinya yang lain sedang berfikir keras ,walau tak tau apa,hanya Arman sendiri yang tau isi hati nya.


Arman tersenyum pada Gea ketika melihat calon makmum nya itu masuk mendekati nya.


"ini ayah ,minum nya."


Gea lalu menyodorkan minuman pada Pak Hasan dan disambut dengan senyuman oleh Pak Hasan .


"terimakasih ya Ge."


"iya yah ,cepat sembuh ya yah.


"iya dong,ayah pasti akan cepat sembuh ,ayah udah nggak apa apa kok."


"syukur lah....ucap Gea lalu mendekat ke Arman


"mas diminum dulu nih Boba nya."


"wah seger banget ya,tau aja hari lagi panas panas nya ."ujar Arman sambil menyeruput es Boba nya.


"anak ayah beli apa tadi?.


"iya pasti la ayah tau...kamu kalo udah ketemu Ama minuman itu pasti semangat sekali.


"iya la yah ...


"jangan sering sering minum es,nanti demam ..


"iya ayah ,cuma sekali sekali aja


"anak ayah ternyata udah besar ya,makin cantik."puji Pak Hasan kepada Ayu membuat ayu sumringah


"kalo ada Andre pasti habis dia tu ,digodain terus Ama Andre kayak tom Jerry."bisik Arman pada Gea .


Gea hanya bisa senyum senyum saja mendengarnya


"apa hasil Rontgen ayah sudah keluar mas ?"


"belum Ge, sebentar lagi kayak nya,


"o...baik la...


"nak Gea ."sapa Pak Hasan


"iya yah."


"apa nak Gea sudah siap menikah dengan Arman?"


Gea yang sedikit terkejut mendengar pertanyaan Pak Hasan langsung menoleh ke Arman.


Arman pun hanya bisa tersenyum melihat Gea yang kebingungan.

__ADS_1


"bagaimana Ge,kok diam saja ?"tanya Pak Hasan lagi


"mmm...eh...itu yah....Gea anu ..


"cie kak Gea grogi ."celetuk Ayu


Gea semakin salah tingkah karena pertanyaan Pak Hasan ditambah Ayu yang menggoda nya.


Belum sempat menjawab muncul dokter dan beberapa suster menghampiri Pak Hasan...


"selamat siang Pak Hasan,


"Siang Dok.


"bagaimana Pak,apa yang bapak rasakan saat ini?"tanya dokter sambil memeriksa kembali tensi Pak Hasan.


"tak ada dok ,cuma masih agak sedikit pusing aja ."


"tak ada muntah Pak?


"tak ada dok .


"ok baik la,bapak sudah diperbolehkan pulang ya,namun ditunggu infusnya habis dulu ya dan sebelumya nanti tolong salah satu keluarga mengambil hasil Rontgen di ruangan saya dan obat nya."jelas dokter lagi.


"terimakasih dok..


"sama sama Pak,semoga cepat sembuh ya , permisi saya tinggal dulu.


Dokter dan beberapa suster pun meninggalkan ruang IGD .


"biar mas Ama kak Gea aja ya yang keruangan dokter,biar Ayu nemani ayah disini.


Arman dan Gea pun mengangguk dan melangkah menuju ruangan dokter...


"ini hasil Rontgen Pak Hasan ya,tak ada yang mengkhawatirkan,cuma akibat benturan atau pukulan tadi pak Hasan mengalami gejala geger otak ringan ,tapi tak masalah ,apalagi tadi pak Hasan pun tak sampai muntah ,cuma tensi nya aja yang agak tinggi.


mohon nanti tiba dirumah dijaga pola makan bapak agar dapat menurunkan tensi nya.


Dan ini obat nya,bisa ditebus didepan ya."


Setelah mendengarkan penjelasan dokter dan menebus obat ayah nya,Arman mengajak Gea ke taman kecil yang ada dirumah sakit itu.


"kenapa kamu nggak jawab pertanyaan ayah tadi Ge?"


"bukan nggak mau jawab mas,cuma Gea agak terkejut aja tadi ,tiba tiba ayah menanyakan itu.


"emang kamu belum siap jadi istri mas?"


"siap kok mas,....siap banget malah..."ujar Gea sambil merangkul lengan Arman


"makasih sayang... makasih sudah mau menjadi calon makmum ku."


Arman pun menarik Gea kedalam pelukannya,perlahan ia mencium pucuk kepala Gea.


Ia merasa sangat bahagia ditambah lagi dukungan dari sang ayah tadi yang merestui hubungan nya dengan Gea


Namun setelah beberapa saat Gea mengurai pelukannya dan menatap Arman


"tapi mas ,bagaimana dengan ibu,bagaimana jika ibu belum mau menerima Gea ?"


"kamu tenang saja, seiring berjalan nya waktu ,ibu pasti akan menerima dan menyayangimu...


Yang menikah kita dan yang akan menjalani hidup ini kita berdua,percaya lah mas akan selalu melindungi kamu Ge...


"terimakasih calon imam ku ."ujar Gea sambil tersenyum manis pada Arman

__ADS_1


"manis nya senyum makmum ku ini jadi nggak sabaran ingin cepat cepat menghalalkannya."ujar Arman menutupi rasa gelisah nya karena mengingat sikap ibu nya yang belum bisa menerima Gea ..


Namun ia merasa kuat karena mendapat dukungan sepenuhnya dari ayah nya.


__ADS_2