
"kak kenapa sih kakak sayang amat Ama bang Arman,bang Arman juga nggak ganteng ganteng amat Lo."ujar Ayu saat menemani Gea menunggu Arman mandi.
"siapa bilang mas mu tak ganteng, seganteng itu Lo Yu,malah ada tu yang lagi cari perhatian Ama dia dikantor nya."
"ha...beneran kak,serius tu,siapa ...siapa...tu kak ?"
"ntar tanya Ama mas mu."
"ihh kakak buat Ayu penasaran aja,pasti teman kantor Abang ya kak?"
"ha...ha...kamu cepat amat nebak nya."
"apa perlu Ayu selidiki kak?"
"nggak usah la dek,kakak percaya kok Ama Abang mu."
"iya kak,si Abang bisa dipercaya,tapi si pelakor mana bisa dipercaya,pasti dia bakalan berusaha memisahkan kakak Ama bang Arman."
Gea hanya terdiam dengan perkataan Ayu,ia tak pernah kepikiran sampai kesana.
Namun ia sangat percaya kalo Arman bisa menjaga hati nya untuk selalu setia hanya pada Gea
"melamun kak,jangan dipikirkan lagi kak."
"ah nggak kok Yu,eh iya,emang kamu udah punya pacar Yu?"
"kak ...kak...mana ada la yang mau Ama Ayu."
"ih ngomong kok gitu,kamu tu cantik lagi ,pasti deh banyak yang ngantri."
"ngantri apaan,yang ada ngantri minta ditraktir."
"ha...ha...pasti deh suatu saat kamu punya pacar , seperti kakak dan mas mu."
"kakak ni kenapa sih manggil nya mas mas ,Kenapa nggak manggil Abang aja gitu,"canda Ayu
"ha...ha...lucu ya Yu,kalo kakak manggil Abangmu dengan sebutan mas?"
"ya nggak juga sih kak,tapi ya Ayu kasi tau kalo suatu saat Abang bawa Kakak ke kampung kami kakak jangan panggil bang Arman dengan mas ya ,panggil dengan sebutan yang lain gitu."saran Ayu.
"o.. gitu ya dek,besok besok kakak manggil Abang mu dengan sebutan Abang aja deh ,biar sama dengan kamu."
"terserah kakak aja la,yang penting jangan manggil mas kalo dikampung atau kalo dihadapan keluarga kami kak."
"iya dek, makasih ya udah beritahu kakak."
"kak Ayu minta no wa kakak dong,mana tau suatu saat Ayu mau curhat boleh kan kak?soalnya Ayu tak punya kakak perempuan,kalo curhat sama bang Arman dan bang Andre nggak seru kak,yang ada mereka malah ketawain Ayu.
Gea hanya bisa tersenyum dan mengangguk,lalu memberikannya no ponsel nya pada Ayu,
"boleh dek,kalo mau curhat kapan pun kakak pasti akan mendengar kan ."jawab Gea.
Mereka berdua asyik ngobrol sampai tak terasa Arman telah selesai dengan ritual mandi nya.
"seru amat cerita nya ."ujar Arman yang tiba tiba keluar dari kamar nya setelah selesai mandi,ia terlihat lebih fresh dan nampak gagah,membuat Gea sedikit terpukau dengan ketampanan Arman.
"duh kak Gea ,gitu amat liatin bang Arman,awas tu keluar biji mata."canda Ayu.
Seketika Gea mengalihkan pandangannya ketempat lain karena malu kedapatan sedang mengagumi Arman.
Arman yang melihat pun hanya bisa senyum senyum saja melihat Gea yang salah tingkah.
"kamu tu kayak nggak tau aja Yu,pesona Abangmu ini,bisa membuat gadis keras seperti kakak yang disampingmu itu klepek-klepek."ujar Arman sambil mengedipkan matanya kearah Gea .
__ADS_1
"dasar bucin."
"makanya punya cowok dong,hari gini masih jomblo."ujar Arman lagi menggoda adik nya.
"Man,ajak Gea makan dulu sini!" seru Pak Hasan
"iya yah."jawab Arman
Sementara didapur Bu Marni terlihat tak suka ketika suaminya mengajak Gea makan.
"kenapa to Bu,wajah mu tu masam aja bawaannya."
"bapak tu bikin kesal aja."
"kesal apa Bu,ibu ni suami pulang kerja capek capek malah disuguhkan muka masam,bukannya hilang lelah ku malah sepet jadi nya lihat muka ibu ni."Pak Hasan hanya bisa geleng geleng melihat sifat Bu Marni yang tak mau berubah.
Ia tau istrinya itu masih belum bisa menyukai Gea.
"rubah lah sifat ibu tu,walau bagaimana pun keras nya ibu menentang Arman dan Gea ,kalo Arman sudah tetap pada pilihannya ,ibu nggak bisa berbuat apa-apa.
Cobalah belajar mengenali calon mantu ibu,dan coba lah lihat akan ketulusan cinta nya buat anak kita."nasehat Pak Hasan.
"bapak tu pandai nya ceramah aja."jawab Bu Marni ketus.
"ibu ini dikasi tau malah ngeyel."
"Ge kita makan dulu yuk,sebelum pulang!"
"tak usah la mas ,Gea belum lapar."Gea yang juga merasa ketidak sukaan Bu Marni rasanya malas berlama lama berada dirumah itu.
"ayok kak,nggak boleh nolak rezeki,apalagi yang ngajak makan calon ayah mertua,nggak takut tu nanti restu nya dicabut."kekeh Ayu sambil menarik tangan Gea menuju meja makan.
Gea akhirnya tak bisa menolak dan hanya bisa pasrah ketika Ayu menarik nya.
Begitu pula sebalik nya, Ayu merasa senang karena sejak mengenal Gea ,ia seolah olah mendapat kakak ,teman dan tempat curhat yang nyaman.
"sini nak Gea makan malam dulu sama sama,nanti selesai makan baru diantar Arman pulang."ajak Pak Hasan lagi.
"iya Pak, terimakasih."
Gea pun duduk dan mulai makan bersama keluarga Arman.
Tak sepatah katapun keluar dari mulut ibu nya Arman itu,hanya ayah nya saja yang selalu berinteraksi dengan Gea walau pun hanya sekedar basa basi,membuat Gea sangat canggung berada ditengah tengah keluarga Arman.
Namun ia mencoba membiasakan dirinya,karena lambat laun dia suatu saat dia akan benar benar tinggal dikeluarga nya Arman.
Ia harus berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan hati ibu nya Arman.
Sesekali Arman juga menggenggam tangan Gea,berusaha menguatkan Gea ,karena Arman juga tau,ibu nya masih belum bisa menerima kehadiran Gea .
"kamu ada masalah apa Man tadi dikantor"tanya Pak Hasan.
Ia tadi sempat mendengar cerita dari Bu Marni,namun karena baru pulang kerja jadi ia tak terlalu mendengar perkataan istrinya itu.
"tak ada apa apa yah."
"tadi ibu mu bilang kalo kamu terkurung diruangan bos mu?"
"iya Pak."
"lho kok bisa seperti itu,emang kejadiannya seperti apa?"
Arman pun menceritakan kejadian yang dialaminya nya tadi pada Pak Hasan.
__ADS_1
Pak Hasan hanya bisa manggut-manggut mendengar cerita Arman.
"mulai sekarang kamu harus lebih berhati-hati Man, seperti nya ada orang yang tidak menyukai mu dikantor."
."iya yah!"
"kalo bisa hindari la konflik dikantor kamu,jangan mudah percaya sama orang karena kadang orang didepan kita sangat baik,tapi dia menikam kita dari belakang.
Pak Hasan memberikan nasehat-nasehat pada Arman dan Arman mendengar kan nya dengan seksama.
Setelah selesai makan,Arman segera mengantar Gea pulang.
"Bu,yah Arman ngantar Gea pulang dulu,sudah malam ,takut orang tua mereka khawatir."pamit Arman pada kedua orangtuanya.
"ya hati hati Man bawa anak gadis orang,langsung diantar kerumahnya,jangan kemana mana lagi."titah ayah nya Arman.
"siap bos ku..."jawab Arman sambil seolah olah memberi hormat pada Pak Hasan.
"Yah, Bu,Gea pamit pulang dulu."Gea pun pamit pada orang tua Arman.
"ya...hati hati dijalan nak,salam sama kedua orang tua mu ya."ujar Pak Hasan ,namun Bu Marni hanya menganggukkan kepalanya tanpa bersuara.
"Yu ,kakak pulang dulu ya,kapan kapan kita curhat bareng lagi."
"ya kak,jadi nggak sabaran deh nunggu kakak beneran tinggal dirumah kami,cepat di halalkan Napa bang?"
"tenang dek, bentar lagi rumah kita akan ada hajatan besar besaran,ya kan yah.?"
"iya ...makanya lekas dihalalkan ,keburu diambil orang."Pak Hasan ikut menimpali.
"ih ...pasti ayah nggak sabaran mau jadi kakek kakek..."celetuk Ayu.
"udah ah Man,cepat antar Gea pulang ,kalo dilanjutkan,nggak kan ada habis nya celotehan adik mu ini."ujar Pak Hasan.
Akhirnya sesuai perintah Pak Hasan,Arman mengantar Gea pulang.
"orang tua mu sudah dikabari kan Ge,kalau kamu sedari tadi dirumah mas?"
"udah mas,tadi Gea udah nelpon ibu dirumah."
"o..ya la syukurlah kalo begitu,mas takut mereka khawatir memikirkan kamu yang belum pulang sampai sekarang."
"tapi mas,apa mas nggak khawatir tentang kejadian dikantor itu,mas nggak ada curiga gitu sama salah satu orang dikantor?"
"mas nggak tau mau curiga siapa Ge,mas juga masih bingung.Perasaan mas nggak ada musuh atau apa la gitu dikantor."
"mungkin ada yang iri mas sama mas."
"mungkin juga Ge,tapi biar la,kasus ini juga masih diselidiki orang dikantor."
"ya mas,Gea harap mas lebih hati-hati lagi kedepannya."
"iya sayang,kamu juga ya.
Gea menganggukkan kepalanya dan memeluk erat pinggang Arman serta menyandarkan kepalanya di punggung Arman yang sedang membonceng nya.
Arman pun melajukan motornya kearah rumah Gea,sambil sesekali menggenggam tangan Gea yang memeluk nya
Author jadi baperan....pengen dipeluk jugaaaa....
Ayang.... pengen peluk....
Jangan lupa like dan komen ya.....biar author semakin semangat nulis nya....
__ADS_1