Menantu Terabaikan

Menantu Terabaikan
Bab 16 kesempatan Siska


__ADS_3

Sementara itu setelah menutup teleponnya,Arman kembali memasukkan ponselnya ke saku celananya dan bersiap mengeluarkan motor nya .


Tak jauh dari tempat dia berdiri ,dua gadis sedang memperhatikan gerak gerik nya,siapa lagi kalo bukan Siska dan Lidia.


"Sis tu kesempatan Lo tu buat deketin doi,cepat jarang jarang Lo ada kesempatan bagus gini."ujar Lidia


"mmmm...gue harus apa dong?"tanya Siska bingung


"ya elah..ya Lo pura pura jatuh gitu didepan dia ntar pura pura kaki Lo sakit ntar Lo minta anterin gih Ama doi,gitu aja nggak ngerti."


"ok..ok.."


Siska pun berjalan kearah Arman yang baru saja selesai berbicara dengan kekasih nya lewat ponsel.


Saat memundurkan motor nya tiba tiba ...brugggh


"aaaaoo.... aduh....."ujar Siska yang pura pura menabrak kan tubuh nya ke honda Arman .


"ya ampun Siska,maaf maaf gue nggak sengaja ,kenak Lo ya ,?"ujar Arman panik melihat Siska sudah terduduk dibawah dibelakang motor nya.


Sambil meringis Siska pura pura berniat berdiri ,namun seolah olah susah untuk tegak.


Arman perlahan menyandarkan motor nya kembali dan turun dari motor itu untuk memeriksa keadaan Siska.


"Lo nggak apa apa Sis?"tanya Arman


"aduh...iya ...nggak apa apa tapi..av www....


Siska kembali pura pura meringis kesusahan untuk berdiri,membuat Arman perlahan membantu nya untuk tegak .


"sini aku bantu,maaf sebelum nya aku harus memapah kamu."ujar Arman lagi ketika hendak memegang tangan Siska.


Siska hanya menganggukkan kepala nya ,sambil terus pura pura meringis kesakitan.


Padahal dihati nya ia sangat senang bisa sedekat ini dengan Arman.


"ide Lidia emang mantap ".batin Siska.


Setelah membantu Siska ,Arman mendudukkan Siska sementara diatas motor nya.


"gimana apa yang sakit?"tanya Arman.

__ADS_1


"ini kayak nya keseleo Lo kaki ku Man,susah jadi nya aku buat jalan."jawab Siska.


"o...maaf ya aku tadi nggak sengaja nabrak kamu ,lagi buru buru soalnya tadi.,"jelas Arman.


"nggak apa apa kok Man,aku yang salah jalan nggak lihat lihat,mungkin juga mau buru buru,soalnya tadi adikku dirumah ngabarin klo ibu ku tiba tiba lagi sakit,jadi aku buru buru mau kedepan mau mencegat angkot."jelas Siska.


"Lo kamu pulang pakai angkot?"


"iya Man,biasa nya aku tiap hari pulang pergi pakai angkot,ya udah ya Man aku buru buru,kasihan ibu dirumah."ujar Siska seraya pura pura berjalan namun tiba tiba ia jatuh lagi,untung dengan sigap Arman menarik tangan nya sehingga ia malah jatuh ke pelukan Arman.


Disisi lain momen bagus itu tak disia sia kan oleh Lidia yang sedari tadi memperhatikan mereka ,ia segera memfoto Arman dan Siska saat berpelukan tadi.


"wah...bagus ni bisa dijadikan alat buat menghancurkan hubungan Arman dengan kekasih nya."batin Lidia.


Arman yang mendadak memeluk Siska jadi merasa sangat bersalah,ia berniat untuk mengantar kan Siska pulang,ditambah lagi ia mendengar kekhawatiran Siska pada ibu nya yang sedang sakit dirumah.


"ya udah kamu saya antar pulang saja ya,nggak mungkin kamu naik angkot,pasti susah,ini aja jalan kedepan aja udah mau jatuh,"ujar Arman.


"nggak usah Man,nggak enak aku ngerepotin kamu,biar naik angkot aja."ujar Siska pura pura menolak dan kembali pura pura meringis.


Waduh nih cewek banyak kepura puraan nya membuat author jadi sebel...sebel...sebel...(canda ya gees. .biar nggak tegang ...ha...ha...)


Setelah dengan drama Koreanya ,akhirnya Siska mau diantar Arman .


Ha...haa.


malu malu kucing dia...


"Arman membantu Siska naik keatas motor nya.


Setelah dirasa nya aman ,Arman pun melajukan motor nya mengarah ke rumah Siska.


Yang dibonceng malah senang banget dan memanfaatkan momen dengan menempelkan dadanya ke punggung Arman membuat Arman sedikit risih dan ia semakin memacu motor nya agar cepat sampai.


Namun naas nya di persimpangan jalan ia harus berhenti karena lampu merah tiba tiba .


"maaf Siska,tolong mundur sedikit ya duduk nya."ujar Arman karena merasa sangat risih dan nggak enak dilihat orang.


"o..ya maaf ."ujar Siska lagi.


Tanpa Arman sadari seorang gadis juga sedang berhenti di lampu merah yang sama dengan mereka.

__ADS_1


Gadis itu merasa sedih menyaksikan lelaki pujaannya membonceng wanita lain ,bahkan mereka berdua terlihat sangat dekat sekali.


Sebelum sampai lampu merah tadi Gea udah melihat motor kekasih nya dengan seorang cewek dan dia juga melihat cewek itu memeluk punggung Arman dengan erat.


Namun ia masih ragu karena takut salah orang.


"Ge ,itu bukan nya cowok Lo ya."tanya Popy yang dibonceng Gea.


"bukan kali ."jawab Gea sambil menghapus air mata nya.Ia tak mau terlihat sedih dihadapan Popy.


"apaan bukan,mata gue blom rabun kali."ujar Popy,yang mendadak turun dari motor Gea dan berjalan perlahan ke arah motor Arman yang hanya terhalang dua motor .


Setelah memastikan kalo itu Arman mendadak Popy langsung memukul laki laki itu.


"elo ya Man udah mau nikah juga masih aja ganjen peluk pelukan diatas motor."ujar Popy sambil kembali berjalan kearah motor Gea.


Dipukul dengan mendadak membuat Arman terkejut dan langsung menoleh ke belakang ke arah Popy berjalan .


Betapa terkejutnya ia ketika ia melihat Gea ada disana.


Ia pun hendak turun menyusul motor Gea,namun lampu merah telah berubah menjadi hijau diiringi dengan bunyi klakson kendaraan lain,membuat ia mengurungkan niat nya.


Arman pun meminggirkan motor nya untuk menunggu Gea melintas ,namun yang ditunggu tak lewat lewat didepan nya membuat Arman gelisah mencari keberadaan Gea.


"yang tadi tu siapa Man?"tanya Siska.


"calon tunangan ku Siska."jawab Arman sambil terus mencari keberadaan Gea.


"o..maaf Man ,aku nggak tau ..maaf pasti dia marah sama kamu?"ujar Siska pura pura prihatin.


"iya jelas dia marah,tapi nanti aku jelaskan sama dia yang sebenarnya."jawab Arman.


"yok naik lagi biar ku antar Sis."


"ya nggak usah deh Man ,mending kamu susul kekasih kamu aja."ujar Siska pura pura menolak Arman.


"ya nggak mungkin la aku ninggalin kamu dijalan kayak gini,ayok kita jalan lagi,nanti aku langsung temui dia dirumahnya."ujar Arman lagi membuat Siska merasa diatas angin dan senang karena Arman lebih memilih mengantar nya pulang ketimbang menyusul kekasihnya.


Arman pun kembali melajukan motor nya menuju rumah Siska dengan hati bercampur aduk dan khawatir pada Gea yang jelas jelas marah karena cemburu.


Ya iya la cemburu.... author aja yang nulis geram ni Ama si bibit pelakor....

__ADS_1


__ADS_2