Menantu Terabaikan

Menantu Terabaikan
bab 22 Diantar pacar


__ADS_3

Ayu masih saja terus memberi kode dengan tatapan mata nya pada Rina,namun Rina masih nggak ngeh dengan maksud Ayu.


Setelah lampu merah menjadi hijau ,Ayu pun kembali melajukan motornya menuju kesekolah tanpa mau memikirkan si cowok tadi.


Tak lama pun mereka sampai diparkiran sekolah,dan Ayu pun memarkirkan motor nya .


"elo ya buk,gue kode kode in dari tadi Lo diam aja ".gerutu Ayu


"apa ...kode apa emangnya,nggak ngerti gue?"jawab Ayu


"itu tadi di lampu merah,yang nyerobot jalan tadi ,emang Lo nggak tau tu siapa?"


"aduh mana gue perhatiin Yu,emang siapa tadi tu?"


"bodo ah....bete gue liat Lo."jawab ayu sambil ngeloyor pergi menuju kelas nya.


"kenapa sih tu anak,salah makan mungkin dia,pagi pagi dah ngomel ."gerutu Rina melihat sikap Ayu.


Sementara itu dirumah Gea,ia juga tengah bersiap siap hendak berangkat kekantor.


Namun alangkah terkejutnya ia ,ketika ia membuka pintu rumah nya sudah ada Arman dengan senyuman yang manis didepan pintu .


"Lo mas ,kok pagi pagi sudah ada disini?"tanya Gea


"surprise....he...he...mas mau jemput kamu,mas mau kita berangkat bareng."jawab Arman senyum senyum...


"tapi kan aku bawa motor mas?"


"ya udah hari ini nggak usah bawa motor ya,mas yang antar jemput kamu sehari ini.hari ini mas mau jadi tukang ojek kamu!"jelas Arman


Gea pun akhirnya setuju setuju aja.


Setelah pamit pada orang tua Gea,Arman pun melajukan motor nya mengantar Gea kekantor.


Namun baru saja akan melangkah tiba tiba ponsel Arman berbunyi


Dreeet .... dreettt


"hallo , assalamualaikum.


"hallo Man,kamu masih dirumah nggak ?"terdengar suara cewek diujung sana


"maaf ini siapa?"tanya Arman lagi


"ini Siska Man,emang kamu nggak save no ponsel ku ya.


"ada apa ya Sis?"


"o...kamu bisa nggak jemput aku sekarang,biar kita berangkat kerja bareng."pinta Siska.


"aduh maaf ya Sis,aku nggak bisa jemput kamu,aku lagi jemput pacar aku...maaf aku lagi buru buru..."jawab Arman langsung menutup telepon nya.


Setelah menutup telponnya Arman pun menatap Gea yang terlihat cuek walau pun dihati nya ada rasa kesal dengan Siska yang tak tau malu minta jemput.

__ADS_1


"kamu nggak marah kan?"tanya Arman


"kenapa aku harus marah mas?itu kan hak kamu ,mau menjemput dia tau nggak."jawab Gea acuh


"mas sudah berjanji Ge ,mas nggak akan pernah lagi menyakiti hati kamu."ujar Arman sambil tersenyum-senyum.


"udah yuk berangkat,nanti telat."ajak Gea yang juga tersipu malu.


Dalam hati ia sangat bahagia dengan perkataan Arman.


"emang kamu nggak bakalan telat mas?"tanya Gea lagi seraya agak berteriak karena sulit berbicara pelan diatas motor yang penuh dengan hiruk pikuk kendaraan yang lalu lalang.


"nggak apa pa Ge,masih ada waktunya."


Sementara disalah satu rumah diujung sana terlihat Siska yang kesal dengan seseorang ya siapa lagi kalo Siska.


Ia sangat kesal pada Gea yang lagi lagi berhasil menarik perhatian Arman.


"apaan tu cewek ,sok manja sok kecakapan pakai minta dijemput jemput segala,jadi gagal kan merayu Arman."gerutu Siska.


"Telepon Lidia aja deh,kali aja dia belum berangkat,kan lumayan bisa ngirit.


Ia pun mengeluarkan ponsel nya dan menghubungi Lidia.


"hallo Sis,ada apa?"


"ya Lid,Lo dah berangkat belom?


"udah la Buk,ini dah mau sampai kantor,kenapa emang nya? "tanya Lidia


"telat Lo kenapa nggak dari tadi Lo telpon."


"rencana gue tadi mau minta Arman yang jemput,biar gue bisa peluk peluk dia lagi diatas motor,tapi e...telat gue ,dia malah jemput pacar nya,jadi bingung gue ni mau berangkat pakai apa."jelas Siska.


"yah buk buk rencana Lo gagal lagi."


"iya,itu makanya gue sebel banget."


"ya udah la,Lo pesan Go-Jek aja cepetan ntar lagi jam masuk Lo...


"O...ya la gue pakai Go-Jek aja..


Akhirnya ia pun memesan Go-Jek untuk berangkat kekantor.


"udah sampai Ge."ujar Arman ketika sampai dikantor Gea.


Ia pun membantu Gea membuka helm nya.


"makasih mas."


"nanti kamu tunggu mas,kalo dah pulang ya,biar mas jemput."


"ia mas hati hati dijalan ya."

__ADS_1


Arman pun mengangguk disertai senyuman.Ia pun kembali melaju kan motor nya menuju kantor nya.


"cie ..cie yang diantar pacar...jadi kepengen juga kita "ujar Popy mengagetkan Gea.


"makanya punya pacar buk,kebanyakan milih kan Lo,jadi jomblo akut"jawab Gea


"isshh Lo tu kalo ngomong suka....


"suka benar kan ."sambung Gea


Disaat kedua nya sedang asyik ngobrol tiba tiba melintas sebuah mobil jazz merah .


"ssttt itu bukan nya Mona ya Ge?"tanya Popy


"iya kayak nya,soalnya orangnya belum keluar jadi nggak kelihatan."jawab Gea cuek


"untung dia masuk,lama lama absen bisa bisa posisinya hilang terganti dengan Lo."


"ha...ha...nggak segitu nya juga kali Bu."


Kedua sahabat itu tertawa sambil melangkah kedalam kantor menuju keruangan mereka.


"tapi ya Ge dengar dengar semalam dia itu sebenarnya nggak sakit Lo,tapi lagi check in di hotel Ama mangsa nya."bisik Popy


"huss kamu tu jangan ngegosip,ntar salah Lo jadi fitnah."jawab Gea, walaupun ia sendiri kemarin melihat Mona di hotel,namun ia tak ingin memberitahu siapa pun dan lagian ia merasa itu bukan hal yang penting.


Itulah salah satu sifat terbaik dari Gea yaitu ia tak mau terlalu ikut campur urusan orang,dan ia pun tak mau mengumbar aib orang yang belum tentu jelas kebenarannya.


Sesampai nya mereka di ruangan nya, seorang ob memberi tau Gea kalo ia dipanggil atasannya.


"mbak Ge,dipanggil bapak disuruh keriangannya."


"o..iya ...makasih ya mbak."jawab Gea seraya langsung menuju ruangan Pak Gunawan.


Tok....tok..tok


"permisi pak,apakah bapak memanggil saya."


"iya Ge,saya minta kamu menemani saya meeting dengan klien sekitar satu jam lagi ya."jawab Pak Gunawan.


"maaf Pak, bukannya ada Mona ya Pak?"


"o..saya belum lihat dia datang, saya takut nanti dia tak masuk lagi,makannya saya beritahu kamu.


"tadi saya jumpa dia diparkiran Pak."


"o...biar kan saja,saya sudah terlanjur mengajak kamu,jadi saya meeting dengan kamu saja.


Ini berkas nya tolong kamu pelajari,nanti saya jemput kamu keruangan kamu ."ujar pak Gunawan lagi


"o...kalo begitu baik la pak."jawab Gea ia pun langsung membawa berkas berkas itu menuju keruangan nya guna dipelajari.


Sampai di pintu ia berpapasan dengan Mona yang akan menghadap pak Gunawan.

__ADS_1


"ngapain Lo disini?"tanya Mona dengan nada angkuh nya.


"ya mau kerja la."jawab Gea dengan cuek langsung melangkahkan kaki nya tanpa menghiraukan Mona .


__ADS_2