
Sesuai dengan janji nya , setengah jam kemudian Pak Gunawan menjemput Mona di ruangannya untuk menemaninya meeting.
Mona dengan senyum mengembang berjalan seraya menggandeng tangan bos nya,dan Pak Gunawan pun tak menepis nya
Mereka berdua melewati Gea dan Popy yang juga sibuk bekerja .Gea tak terlalu memperhatikan mereka ,berbeda dengan Popy yang langsung menoleh kearah Pak Gunawan dan Mona
"eh...tak salah lihat kah gue?"
"ada apa?"tanya Gea bingung namun tetap fokus pada kerjaannya
"emang Lo nggak lihat?"
"ih Pop,lihat apaan sih,dari tadi gue sibuk nih memeriksa berkas berkas dari Pak Gunawan.
"itu Lo lihat aja sendiri."ujar Popy sambil menunjuk ke arah Pak Gunawan dengan Mona
Gea pun menoleh lalu melihat Pak Gunawan dan Mona ,namun ia kembali fokus pada kerjaannya dan tak memperdulikan mereka.
"loh Lo kok cuek gitu?"
"trus gue harus gimana?"
"emang Lo nggak Giman gimana gitu lihat mereka?"
"nggak,lagian kan itu kan Pak Gunawan bukan suami gue,kalo suami gue gandengan Ama cewek lain ,baru la gue marah .nah mereka kan sama sama single ,ya terserah mereka aja la,itu aja kok diambil pusing ."jawab Gea enteng
"emang Lo nggak takut gitu karier Lo terancam."
"terancam dari mana Bu?
"Gimana kalo Pak Gunawan lebih sering mengajak Mona meeting?"
"ya nggak apa apa la,lagian selama ini kan memang Mona yang menemani Pak Gunawan,jadi setidaknya kerjaan gue sedikit berkurang dan kembali seperti dulu."jawab Gea
Popy yang mendengar penjelasan Gea hanya bisa geleng-geleng kepala melihat sikap cuek Gea .
Menjelang sore para karyawan pun bersiap karena waktu jam kerja telah berakhir.
Begitu juga dengan Arman yang bersiap pulang dan menjemput Gea dulu dikantor nya.
Ketika diparkiran tak sengaja Arman melihat Siska tengah mondar mandir seperti menunggu seseorang,namun Arman tak memperdulikan nya.
Dipikirannya kini hanya lah ingin menjemput Gea
Arman dengan santai lewat didepan Siska ,namun Siska dengan sengaja membalik badan seolah olah menabrak Arman,membuat Arman sedikit terkejut dan dengan refleks meraih tubuh Siska agar tak terjatuh.
Namun dengan cepat Arman sadar lalu melepaskan tubuh Siska .
"eh .. makasih Man,untung ada kamu ,kalo nggak pasti aku dah jatuh ."ujar Siska memperbaiki posisi tubuh nya dan pakaiannya
"iya nggak apa apa ,lain kali hati hati
Arman lalu berlalu namun dengan sigap Siska menahannya
"eh Man kamu mau kemana?"
__ADS_1
"pulang , sorry aku duluan ya."
"eh.. Man nebeng ke depan boleh nggak,soalnya dari tadi nungguin gojek nggak sampai sampai."ujar Siska dengan suara manja nya
"maaf Sis,aku buru buru mau jemput istri dulu."Arman pun tak lagi memperdulikan Siska ,ia langsung berlalu menjemput Gea ,sedang kan Siska masih mematung dengan wajah yang cemberut karena gagal merayu Arman .
Siska tak patah semangat meski tau kalo Arman sudah menikah ,ia selalu berusaha menggoda Arman ,karena ia sudah jatuh hati pada Arman sejak lama
"lihat aja ,gue pastikan Lo pasti jadi milik gue ."batin Siska lalu meninggalkan kantor menuju rumah nya.
Sesampainya didepan kantor Gea ,Arman masih belum melihat Gea keluar ,hingga ia menunggu kehadiran istri nya itu.
Dan benar saja,tak berapa lama kemudian satu persatu karyawan mulai keluar dari gedung perkantoran itu .
Ia pun melihat Gea diantara karyawan itu bersama dengan Popy.
Gea yang melihat suaminya sudah menunggu,merasa senang dan mengulas senyum yang manis untuk suaminya.
"duh enak nya yang dijemput pujaan hati."ledek Popy
"makannya buruan cari gebetan Napa,betah amat menjomblo "jawab Gea lalu menghampiri suaminya
Sesampainya didepan suami nya Gea lalu meraih tangan Arman dan menyalami serta mencium punggung tangan Arman ,membuat Popy semakin merasa iri dan juga kagum dengan pengantin baru itu.
"wah beneran jadi nyamuk gue nih ."ujar nya
"mau bareng nggak Bu pulang nya ?"ajak Gea pada sahabatnya
"ih ogah ,ntar yang ada mata gue sakit lagi melihat kemesraan kalian "jawab Popy.
"Kao begitu kami duluan ya Pop,hati hati Lo dijalan ,ntar diculik pejantan tangguh."ledek Gea lagi
"ya Lo juga hati hati.... Pak Arman tolong ya sahabat saya dijaga jangan sampai kurang sehelai rambut pun."
"ok Bu siap ,saya akan mengantarkan tuan putri kerumah nya ."jawab Arman lagi lalu mereka pun meninggalkan Popy yang masih menunggu datangnya gojek.
Tak berapa lama Gea dan Arman pun sampai dirumah.
Terlihat pak Hasan sedang asyik duduk diteras ditemani Bu Marni.
"assalamualaikum Pak Bu."salam Gea sambil menyalami kedua mertuanya.
"waalaikum ."jawab Pak Hasan
"baru sampai ya Ge?"
"iya Pak."
"ya udah langsung aja masuk pasti kamu sangat lelah bekerja seharian ."
Gea pun tersenyum menjawab perkataan bapak mertua nya sementara seperti biasa Bu Marni hanya diam membisu tanpa menoleh ke arah Gea .
"yok sayang ,kita masuk dulu, Pak kami kedalam dulu."pamit Arman pada bapak nya
Pasangan pengantin baru itu pun langsung masuk menuju kamar mereka dan bersiap siap mandi.
__ADS_1
"mas mau dibikinin teh hangat nggak "tanya Gea yang melepas baju kerja suami nya yang ingin mandi terlebih dahulu .
"boleh ya sayang,tapi jangan terlalu manis ,karena kamu sudah manis ."gombal Arman sambil menyentil lembut hidung Gea .
"wah dah mulai ngegombal."cibir Gea
"gombalin istri sendiri berpahala Lo."jawab Arman sambil memeluk pinggang Gea yang berada dihadapan nya .
"iya deh Pak ustadz."canda Gea membuat Arman mempererat pelukannya di pinggang Gea,sambil mencium aroma tubuh Gea
"ih...mas...orang belum mandi juga dah dicium cium."
"mas selalu kangen aroma tubuh kamu "goda Arman
"udah ih...sana mandi...biar gantian, Ge gerah juga nih."ujar Gea
"gimana kalo mandi bareng sayang."bisik Arman ditelinga Gea
"issh...ogah...ntar nggak siap siap mandinya."jawab Gea sambil mengurai pelukan Arman
"tapi mas kangen ."
Gea lalu menarik hidung Arman dan menyuruh nya segera mandi
"mandi dulu gih...biar Gea buatin minum dulu ya."
Arman pun melangkah kan kaki nya kekamar mandi dan segera membersihkan tubuhnya, sementara Gea keluar dari kamar mereka menuju dapur untuk membuat teh hangat untuk suami nya.
Didapur ia berpapasan dengan Andre yang hendak minum
"eh kak Ge ,baru pulang kak?"sapa Andre
"iya.kamu mau berangkat kerja ya?"tanya Gea yang melihat Andre sudah gagah dengan seragam nya
"iya kak,nih mau berangkat tapi mendadak perut lapar,jadi mau makan dulu,kakak nggak sekalian makan dulu ?"
"nggak la Ndre ,kakak nanti aja ,ini cuma mau buat teh hangat buat mas Arman ,apa kamu mau kakak buatkan minuman juga?"
"nggak usah la kak,takut nggak sempat diminum nantinya."jawab Andre
"o..ya sudah la ,tak apa apa ."Gea berlalu setelah selesai membuat teh buat Arman dan kembali kekamar nya meninggal kan Andre yang sedang lahap makan.
"belum berangkat Ndre "
"bentar lagi Bu,habis makan langsung berangkat.
"ya sudah ...pelan pelan saja makannya,jangan buru buru."ujar Bu Marni dijawab anggukan oleh Andre .
Bu marni lalu menyiapkan piring buat makan malam mereka sambil menarik nafas nya
"Halah sudah punya menantu tapi masih juga nggak bisa santai."keluh nya pelan namun dapat dengan jelas didengar oleh Andre
"ibu nih kenapa sih Bu?"
"katanya ibu punya menantu,tapi ibu masih juga mengerjakan pekerjaan semua nya sendiri."
__ADS_1
"loh ibu ini bagaimana,tadi pagi kan kak Gea udah bantuin ibu buat sarapan ,lagian kak Gea kan baru pulang ,pasti dia sangat lelah Bu."jawab Andre yang heran melihat ibunya yang selalu mencari cari kesalahan kakak ipar nya.