
Flashback dikit ya
Ketika Gea dan Ayu pergi ke minimarket,tinggallah Arman dan Pak Hasan.
"apa kamu serius dengan Gea Man?"tanya Pak Hasan
"Arman tentu serius dengan Gea ayah ,kenapa ayah tiba tiba menanyakan hal itu.
Pak Hasan lalu mengambil tas yang berisi dompet nya yang tadi diselamatkan oleh Rama ,lalu Pak Hasan memberikan tas itu pada Arman
"apa ini ayah?"
"jika kamu serius dengan Gea nikahilah ia secepatnya,ini adalah uang hantaran dari ayah buat Gea."
"ayah....
Arman pun merasa terharu dengan sikap ayah nya, sebenarnya ia memang berencana melamar Gea , namun ia sedang menabung untuk mempersiapkan segala sesuatu nya,dan ia tak menyangka ayah nya akan membantu nya .
"Arman masih ada tabungan ayah , tak perlu menggunakan uang ayah."sahut Arman
"tak apa nak ,ini memang ayah persiapkan buat pernikahan kamu,jika pun kamu masih memiliki tabungan ,pakai lah buat kehidupan mu kelak dengan Gea.
"tapi yah
"tak apa nak ,pakai lah ,pesan ayah lekas lah halalkan Gea jika kamu dan dia memang saling mencintai
"kenapa ayah ingin kami buru buru menikah yah?"
Pak Hasan menarik nafas nya, perlahan iapun menjelaskan pada Arman
"ayah tak mau ibumu memaksakan kehendak nya,ibumu tetap Keukeh akan menjodohkan kamu dengan Mila.
Kemarin ayah mendengar sendiri ketika ibu mu menelepon Tek Ema ,ibu mu akan balik ke kampung untuk melamar Mila .
"astaghfirullah ibu.....kenapa ibu bisa seperti itu,sama sekali tak pernah mau mendengar kan pendapat anaknya dan selalu memaksa kan kehendak nya.
"seperti ada kesepakatan antara ibu mu dengan Tek Ema yang ayah juga tidak tahu apa,maka dari itu ayah katakan jika kamu memang telah mantap dengan Gea lamar lah dia secepatnya,ayah akan mendukung mu seratus persen.
"Terimakasih ayah."
flashback off
Setelah hasil Rontgen dan obat ditebus,Arman ,Gea dan Ayu membawa ayah pulang.
Sesampainya dirumah disambut cemas oleh Bu Marni.
"bagaimana keadaan bapak?bapak tidak apa apa kan Pak?"tanya Bu Marni cemas sambil memandangi tubuh Pak Hasan dan memeriksa dengan teliti,khawatir ada luka ditubuh suaminya akibat kecelakaan itu .
__ADS_1
"nggak apa apa Bu,bapak nggak apa apa ,ini buktinya sekarang bapak sudah sampai dirumah,ibu tak perlulah cemas ,bapak hanya iseng aja tadi main kerumah sakit.sesekali ganti suasana."jawab Pak Hasan sambil terkekeh
"bapak ni,orang sudah panik ,tapi masih bisa bercanda."ujar Bu Marni sambil memukul pelan tangan si bapak .
"aduh sakit Bu,orang sakit kok malah dipukuli,kdrt ini mah."ujar Pak Hasan dengan meringis yang dibuat buat...
"ah bapak lebay.... Tadi bapak bilang nggak sakit
Arman ,Gea dan Ayu diam diam senyum senyum melihat tingkah kocak kedua orang tua itu.
"senangnya lihat ayah dan ibu akur !"batin Ayu
"ayah mau istirahat didalam kamar atau mau disini aja yah ?"
"ayah mau disini bentar la Man,dari tadi ayah sudah baring terus.
"apa ayah tidak lelah ?"tanya Gea
"nggak kok Ge ,ayah baik baik saja
"untuk sementara ayah tak usah ke toko dulu ya yah,pulih kan saja dulu tenaga ayah,Arman takut nya nanti ayah pingsan lagi."
Pak Hasan hanya bisa mengangguk,ia pun terpaksa menyerahkan masalah toko pada karyawan nya,demi menjaga kesehatannya.
"iya yah,nanti pulang sekolah Ayu bantu mengontrol toko,ayah tenang aja,ayu pasti bisa diandalkan-."tambah Ayu
Mendengar Pak Hasan memanggil Gea dengan sebutan menantu,muka Bu Marni langsung berubah.ia kembali memperlihatkan ketidak sukaan nya pada Gea,hal itu terlihat jelas oleh Arman .
Ia juga yakin atas perkataan ayah nya dirumah sakit tadi...
"o...ya ayah dan ibu ada yang ingin Arman sampaikan."
"apa tu Man?"tanya Bu Marni
"Malam lusa insyaallah Arman akan melamar Gea Bu.
Arman harap ibu mau membantu Arman menyiapkan segala sesuatunya."
"apa ,kamu tetap akan melamar Gea ?"
Sontak membuat Bu Marni terkejut dengan niat Arman.
"iya Bu,Arman sudah mantap memperistri Gea menjadi pendamping Arman ..
"tapi Man ,ibu sudah ....
"maaf Bu,Arman tak bisa memenuhi kehendak ibu,pernikahan ini yang akan menjalani adalah Arman ,dan ini untuk kebahagiaan Arman kelak, seperti yang sudah Arman katakan sebelumnya,bahwa Arman sangat menyayangi dan mencintai Gea "ujar Arman memotong perkataan ibu nya karena ia tau arah bicara ibu nya itu.
__ADS_1
Bu Marni terdiam,ia kemudikan berdiri dan melangkahkan kaki nya menuju kamar nya dengan rasa kecewa.
Pak Hasan hanya terdiam ,ia sudah hapal betul watak ibu nya itu.
Gea yang melihat itu mendadak menjadi sedih,ia merasa menyesal karena belum bisa merebut hati ibu mertua nya itu.
Namun Arman dengan lembut menggenggam tangan Gea , seolah menguatkan Gea .
Gea sangat terharu dengan sikap Arman.
"jangan diambil hati sikap ibu ya nak,ibu memang begitu ,nanti pelan pelan ayah akan menjelaskan pada ibu."ujar Pak Hasan ketika melihat kesedihan Gea.
Gea berusaha untuk tersenyum mendengar perkataan ayah mertua nya itu
"asyik akhirnya Ayu punya kakak yang cantik, Ayu nggak sendirian lagi ."ayu bersorak sorak senang dan kemudian berlari memeluk Gea ,ia tak perduli dengan keberadaan Abang nya.
"minggir Lo bang,gue mau dekat dekat Ama kakak gue .
Senang nya bentar lagi ayu bakalan ada teman curhat dan nggak sendirian lagi dirumah.kakak sering sering tidur dikamar Ayu ya kak
"isshhh apaan sih,kak Gea ya tidur dikamar Abang la"
"Yee kan sekali sekali boleh la bang ,kak Gea nginep dikamar ayu.
"Abang tenang aja ,nanti Ayu akan bantu mempersiapkan segala sesuatu nya.
Ayu juga akan membujuk ibu,saat ini ibu hanya terkejut aja dengan niat kakak yang mendadak ini."jelas ayu.
"makasih ya adik imut ku....he...he...
"kalo ada mau nya aja baru adik imut ku...kemarin kemarin kemana aja
"eh nggak ada yang gratisan ya,harus siap siapin juga upah buat saya."ujar Ayu menyombongkan diri nya.
"aman...aman ... rekening mu masih yang lama kan?"
"wiiiihhhh ini baru kakak Ayu,masih banget la bang, ditunggu ya transferannya..
"dan buat kak Gea ,kakak tenang aja ,nanti Ayu juga akan bantu kakak mengambil hati ibu,ibu itu sebenarnya sangat baik,kita nya aja yang harus lebih pintar menyenangkan hati ibu...
Gea mengangguk dan tersenyum pada calon adik ipar nya itu
"jadilah adik ipar kakak yang imut "ujar Gea lagi..
"siap boss quuh.
"dan buat bang Arman ,siap siap kalo tiap malam istrimu akan aku culik..he...he...
__ADS_1
Mereka pun tertawa begitu juga dengan Pak Hasan.