
Seketika nafsu makan Arman hilang karena ia masih belum tau keberadaan Gea dimana.
Beruntung nya ia juga mendapat semangat dari calon mertua nya yang juga rela menunggu Gea.
Akhirnya makan malam mereka pun ditunda ,dan mereka bertiga duduk dipekarangan rumah guna menunggu Gea pulang.
Setelah menunggu beberapa lama ,akhirnya mereka bisa tersenyum ketika melihat motor Gea memasuki pekarangan rumah.
"assalamualaikum Ma Pa"ucap Gea ketika memasuki halaman rumah nya.
"waalaikum salam, Alhamdulillah nak, akhirnya kamu pulang juga,memang nya kamu dari mana aja Ge kok jam segini baru pulang?"tanya Bu Yati.
"maaf Bu,Gea tadi mengantar Popy pulang duluan ,dan singgah sebentar dirumah Popy."jawab Gea sambil membuka helm dan sepatu nya lalu menyalami kedua orang tua nya.
Ia seketika terkejut karena mendapati Arman diantara kedua orang tua nya.
"Ge."tegur Arman
"o...mas disini juga?"tanya Gea berusaha bersikap biasa saja karena ada kedua orang tua nya disana.
"iya Ge,mas nungguin kamu pulang."jawab Arman.
"o...."hanya itu yang keluar dari mulut Gea
"ya udah masuk dulu gih ,masak mau diluar sampai pagi."ujar Pak Joko
"ya kamu masuk lalu langsung mandi ya Ge,kita tunggu dimeja makan,kasihan ayah jadi telat makannya gara gara nungguin kamu pulang."ujar Bu Yati diikuti anggukkan kepala dari Gea.
Gea pun segera mandi dan membersihkan badannya.
"ngapain dia udah disini aja,masak ia dia nungguin aku pulang?"tanya Gea dalam hati
"bodo ah ,malas banget mikirin cowok yang suka selingkuh gitu,ih...amit amit amit amit."batin Gea lagi.
Ia segera mandi membersihkan badan nya agar terlihat lebih segar.
Setelah itu ia langsung menuju meja makan yang telah ditunggu oleh Mama papa nya dan juga Arman ,calon suami nya.
"yok Ge sini langsung makan."ujar Bu Yati
"ya Ma."jawab Gea
"sini Ge,duduk disamping mas."ujar Arman sambil menggeser kursi agar Gea bisa duduk disamping nya
Dan lagi lagi Gea tak bisa menolak permintaan Arman pun untuk duduk disamping,karena ada kedua orangtuanya disana.
__ADS_1
Ia tak ingin orang tua nya tau kalo ia dan Arman sedang ada masalah.
Ia berusaha untuk bersikap seperti biasa saja walau ada sesak didada nya ketika mengingat kejadian sore tadi ,ketika Arman berboncengan diatas motor dengan gadis lain.
Hening tanpa ada suara ,yang terdengar hanyalah pergulatan antara sendok dan garpu.
Pak Joko dan Bu Yati larut dalam kenikmatan makan malam mereka, berbeda dengan Gea dan Arman yang dilanda resah dan kecanggungan.
Setelah makan malam selesai, Pak Joko dan Bu Yati meninggalkan ruangan menuju kekamar mereka guna memberi waktu pada kedua insan itu untuk menyelesaikan masalah nya.
Melihat kedua orangtuanya meninggalkan meja makan ,Gea kemudian beranjak dari duduknya dan membersihkan meja makan tersebut sambil mencuci piring bekas mereka makan.
Melihat Gea sibuk ,Arman perlahan menghampiri Gea
"mas tunggu didepan ya Ge."ujar Arman diikuti anggukan kepala dari Gea tanpa bersuara.
Arman pun menunggu Gea diteras rumah sambil menenangkan hati nya agar bisa memberi penjelasan pada Gea.
Lama ia menunggu diteras ,namu Gea tak juga kunjung datang menghampirinya.
Sehingga ia menyusul Gea kembali keruang makan ,namun Gea tak ada disana.
Akhirnya ia berjalan kekamar Gea, sampai didepan kamar Gea ia pun mengetok pintu kamar itu
"Ge ,kamu didalam ya?"bisa keluar sebentar nggak ,mas mau bicara."ujar Arman
Namun Gea masih belum bersuara
Sementara itu didalam kamar nya Gea sendiri sedang duduk didepan meja rias nya sedang memandangi dirinya dicermin dan masih diam terpaku.
Ia bingung apa yang harus dilakukan nya pada Arman.
Tok.... tok...tok...
"Ge mas minta izin ya ,mas masuk kekamar kamu."ujar Arman sambil mendorong pintu kamar Gea yang tidak terkunci .
Ia pun membuka pintu kamar itu selebar lebar nya karena ia tak ingin kedua orang tua Gea berpikiran yang tidak tidak.
Begitu pintu kamar dibuka ,Arman melihat Gea sedang duduk termenung dimeja rias nya,tanpa mengetahui kehadiran Arman yang sudah berdiri tepat disampingnya.
."Ge."sapa Arman sambil mengelus pelan bahu Gea,membuat Gea terkejut karena melihat Arman sudah berada di kamarnya bahkan berdiri tegak disamping nya .
"mas ngapain masuk kekamar aku, nanti kalo dilihat papa gimana?"tanya Gea
"tadi mas sudah manggil manggil kamu didepan pintu ,tapi kamu diam aja ,jadi mas minta izin agar bisa masuk kamar kamu"jelas Arman
__ADS_1
"tunggu la aku diluar mas,aku akan keluar sebentar lagi."
"mas sedari tadi sudah menunggu kamu Ge,tapi kamu malah ngelamun disini,mas nggak mau membiarkanmu melamun lagi."
"klo gitu ayok kita keluar ."Gea pun langsung berdiri dan meninggalkan kamar nya menuju teras depan disusul oleh Arman.
"silahkan jelas kan mas ,apa yang mau mas jelas kan ?" ujar Gea tanpa basa basi lagi
"Ge yang kamu lihat tadi tak seperti yang kamu bayang kan."
"apa yang aku lihat mas?" tanya Gea
"Ge mas tadi nggak sengaja menabrak Siska saat diparkiran dikantor tadi,ketika mas hendak memundurkan motor ,mas nggak tau tiba tiba dia udah terjatuh dibelakangnya motor mas,sehingga kaki nya keseleo Ge,jadi mas harus bertanggung jawab dengan mengantarkannya pulang."jelas Arman.
"o....dia teman kantor mu mas,?" tanya Gea
"iya Ge nama nya Siska teman kerja mas dikantor,tapi mas tak terlalu dekat dengan dia kok."jelas Arman
"cuma kesenggol motor dikit kok bisa langsung keseleo ya mas,mas....mas...aku bukan anak kecil ya yang bisa dibodoh bodohi."jawab Gea dengan tatapan sinis nya pada Arman.
"mas nggak bohong Ge,mungkin karena Siska memakai sepatu hak tinggi jadi ia langsung keseleo ditambah lagi ia berjalan agak setengah berlari karena mengejar angkot.
Ia harus buru buru sampai rumah nya karena ia mendapat telpon dari adik nya yang mengabarkan kalo ibu mereka sedang sakit.
Itu makanya dia buru buru jadi ia nggak melihat motor mas ,mas pun pas mundur tak melihat ada orang dibelakang,jadi tertabrak deh." jelas Arman lagi .
"kenapa tak membiarkan dia naik Go-Jek aja kan bisa ,banyak Lo ,gampang lagi bisa lewat aplikasi kan ."
"iya mas tau Ge,tapi seperti yang mas bilang tadi ,Siska harus buru buru karena ia khawatir pada ibu nya yang mendadak sakit,makanya mas mengantar nya pulang biar cepat sampai rumah nya Ge,kasihan kalo kelamaan ibu sakit Ge.
Mas sangat menyayangi kamu Ge,mas nggak mungkin berani menduakan mu,tolong percaya pada mas Ge."
Gea hanya terdiam mendengar penjelasan dari Arman.
"tapi setidak nya kamu menikmati nya mas,enakkan dibonceng cewek sambil dempet dempetan."ujar Gea semakin kesal ketika terbayang bagaimana menempel nya Siska ke tubuh Arman.
"bukan mas yang meluk dia Ge,tapi dia yang meluk mas dari belakang mungkin ia takut jatuh karena mas bawa motor nya kencang."jelas Arman.
Please percaya pada mas Ge,atau apa yang harus mas lakukan supaya kamu mempercayai mas .
Dihati mas cuma ada kamu Ge..
Perlahan Arman meraih tangan Gea dan meletakkan nya didadanya....
Haadddeehhh ....langsung meleleh nggak tuu....
__ADS_1