Menantu Terabaikan

Menantu Terabaikan
bab 68 keributan dipagi hari


__ADS_3

Pagi yang cerah menghampiri keluarga Arman dan Gea . Diawali dengan niat membuat sarapan pagi buat keluarga Arman.


Namun kali ini agak berbeda ,karena ketika ia masuk kedapur ,Bu Marni sudah lebih dahulu berada didapur dan memasak.


"Bu.....ada yang bisa Gea bantu Bu?"sapa Gea pada Bu yang sedang sibuk masak


"tak perlu ,kamu bersiap siap saja kekantor,bukannya kamu belum terbiasa memasak dan kedua orang tua mu juga selalu memanjakan mu."jawab Bu Marni tanpa menoleh ke arah Gea .


Gea menarik nafas nya,berusaha buat bersabar menghadapi ibu mertua nya.


"nggak apa apa Bu,Gea sudah terbiasa sekarang memasak ,lagian masih ada waktu buat Gea untuk membantu ibu."ujar Gea lagi.


Bu Marni diam saja tak menanggapi Gea ,ia tetap mengerjakan pekerjaannya.


Gea lalu berinisiatif untuk membantu sebisa nya ,karena ia juga nggak tau apa yang akan dimasak ibu mertua nya .


Disaat ia berniat membantu,tak sengaja ia menyenggol piring yang ada didekatnya hingga piring itu terjatuh


Praaaaggg


Gea dan Bu Marni pun terkejut melihat piring yang jatuh.


"kan ibu sudah bilang,kamu bersiap siap aja pergi kerja ,kenapa kamu malah memecahkan piring nya,kamu jadi menambah kerja ibu saja ."omel Bu Marni membuat Gea sedikit tersentak ,karena selama ini orang tuanya selalu berkata lemah lembut pada nya dan tak pernah membentaknya.


"m...maaf Bu,Gea nggak sengaja ."ucap Gea terbata sambil memungut pecahan piring tersebut.


"ada apa ini."ujar Pak Hasan yang menghampiri mereka.Bunyi pecahan piring itu membuat ia melangkah ke dapur ditambah dengan keras nya suara Bu Marni.


"nggak apa apa Pak,tadi Gea tak sengaja menjatuhkan piring.maaf kan Gea Pak."ujar Gea yang tak berani menatap Pak Hasan karena ia tak mau pak Hasan melihat air matanya yang telah menganak ingin segera keluar.


"ibu kenapa pagi pagi sudah marah marah saja,Gea kan nggak sengaja Bu."tegur Pak Hasan seolah tau kalo Gea dibentak istrinya tadi ,karena ia juga dengar bentakan yang keluar dari mulut Istri nya itu .


"ibu sudah bilang dari tadi ,kalo Gea nggak usah masak ,ibu suruh dia tadi kedalam saja tapi dia malah ngeyel ngerecokin ibu masak."jelas Bu Marni membela diri


Pak Hasan hanya diam saja ,ia tau kalo masalah akan panjang kalo ia meladeni istrinya itu.


Arman yang sedari tadi juga berada didapur karena ingin membantu istrinya menyiapkan sarapan menghampiri istrinya.


"biar mas yang bersihkan sayang,kamu masuk aja ya kekamar."Arman pun mengajak istri nya masuk kekamar.


"biar Andre aja yang bersihkan bang,Abang bawa aja kak Ge kedalam "ujar Andre yang juga bangun dari tidur nya.


"emang ada apa an?"Ayu pun kepo dengan apa yang terjadi ,selintas ia melihat kak Gea seperti sedang menangis dibawa masuk oleh bang Arman .

__ADS_1


"ada apa bang?"Ayu kembali bertanya pada Andre yang sedang membersihkan pecahan kaca


"bang ini kenapa ,kok bisa pecah ?


"bisa diam nggak Yu,mending kamu ambil sapu sana,bersihkan lantai nya agar nggak terkena serpihan halus pecahan piring itu."ujar Andre


Ayu pun malas bertanya lagi lalu dengan segera menyapu lantai.


Pak Hasan langsung masuk kekamar nya ,karena malas berdebat dengan istri nya.


Ia tau sikap ketidak sukaan Bu Marni masih belum ada obatnya.


Dia tau Gea pun juga sudah berusaha mengambil hati ibu mertua nya namun ternyata tak semudah itu .


Andre dan Ayu pun sama ,malas terlalu banyak bertanya pada ibu nya,mereka pun kembali kekamar masing masing meninggalkan Bu Marni sendiri yang terdiam ,lalu kemudian ia meneruskan masak nya.


Ayu segera mandi dan bersiap siap ke sekolah ,dalam hati Ayu ia merasa sangat kasihan pada kakak iparnya itu ,namun ia juga tak bisa berbuat banyak.


Sedangkan Andre kembali melanjutkan tidur nya ,ia juga malas memperpanjang masalah yang ada ujung ujungnya dia yang akan ribut dengan ibu nya.


Sementara itu dikamar Gea ,Gea langsung masuk kekamar mandi dan merendam tubuhnya ke dalam bathtub .


Suasana hati nya sedang kacau dan ia ingin meredakan perasaannya dengan berendam .


Karena ia mendengar sendiri perkataan ibu nya yang memarahi Gea .


Sebelum kedapur tadi Gea sudah memberi tahu nya kalo dia mau menyiapkan sarapan buat mereka semua.


Ia berencana ingin membantu istri nya , namun karena belum selesai berkemas ia membiarkan istri nya terlebih dahulu kedapur.


Ia juga melihat penolakan ibunya ketika istrinya hendak membantu ibunya masak .


Ia tak menyangka sikap ibunya yang tak pernah mau berubah ,bahkan dengan terang terangan membenci Gea .


Arman menarik nafas sejenak ,lalu melepaskan kembali,ia bingung apa yang akan dilakukan nya


"apa kami kembali saja kerumah Gea ya,kalo disini Gea tak bahagia ."batin Arman


Tak lama Gea pun keluar dari kamar mandi dengan wajah yang terlihat lebih fresh .


"loh mas nggak siap siap , baju kerja mas kan dah Ge siapkan ."ujar Gea yang terlihat biasa biasa saja .


Arman tau sikap Gea itu hanya untuk meredakan emosi nya.

__ADS_1


Ia lalu bangkit dan menarik Gea kedalam pelukan nya


"maafkan ibu ya Ge ,ibu udah nyakitin perasaan kamu."bisik Arman ditelinga Gea


Gea hanya tersenyum,ia lalu membingkai wajah suami nya


"Ge nggak apa apa mas ,jangan khawatir, Ge baik baik aja kok.


Arman menatap lekat istri nya yang masih tersenyum.


"apa kita pindah aja kerumah kamu Ge ?"


"apaan sih mas ,kok harus pindah segala,udah ah yok siap siap ntar telat."


Gea lalu mengambil kemeja suami nya dan memakaikannya pada suami nya.


Setelah itu ia juga memakai pakaian kerja nya dan mereka bersiap siap berangkat.


"apa kita sarapan diluar aja Ge?"


"kok diluar ,kasihan ibu mas yang sudah capek capek masak,kita sarapan disini aja la ya ."ujar Gea ketika memasangkan dasi suaminya.


"yang sabar ya sayang menghadapi ibu."ujar Arman yang berdiri tepat dihadapan Gea yang sedang memakai kan dasi nya.


Gea hanya tersenyum sambil terus sibuk memasangkan dasi Arman .


"selesai ."ujar Gea


"makasih sayang."Arman lalu menarik pinggang Gea merapat ketubuh ya hingga tak ada jarak untuk kedua nya ..


Ia lalu mengecup lembut bibir Gea .


"mas udah ah...ntar nggak jadi kerja lagi ".


Arman hanya tersenyum,ia juga menyadari jika terlalu lama memeluk istrinya akan membangunkan sesuatu dibawah sana.


"yuk kita sarapan dulu "ajak Arman dan diikuti oleh Gea dari belakang .


Dimeja makan rupanya sudah berkumpul Ayu, Pak Hasan dan Bu Marni,sedangkan Andre tak ikut sarapan karena ia masih tidur.


Mereka menyantap sarapan tanpa adanya obrolan yang berarti.


Hening

__ADS_1


Tak ada satu pun yang memulai bersuara...


__ADS_2