Menantu Terabaikan

Menantu Terabaikan
bab 32.rencana yang gagal


__ADS_3

Sementara itu


"bagaimana dengan tugas yang saya berikan?"


"sudah selesai Bu,saya sudah berhasil mengurus nya."


"bagus la kalau begitu,kamu nggak buat masalah kan?saya tak ingin dibawa bawa jika kamu ketahuan ."


"semua beres Bu,tak ada yang melihat saya waktu menyuruh pemuda itu menuju keruangan bos nya."


"kamu nggak menyakiti nya kan?"


"nggak Bu,dia tidak saya apa apakan,cuma saya suruh kelantai atas , seperti perintah ibu."


"bagus la kalau begitu,ini upah buat kamu."


Si Perempuan itu kemudian menyerahkan sebuah amplop berisi uang kepada si pemuda itu.


"kamu boleh pergi sekarang."ujar si perempuan.


"baik Bu."


"dan ingat jika terjadi sesuatu,kamu jangan sekali sekali bawa bawa nama saya."


Pemuda itu mengangguk kan kepala nya dan setelah menerima upah nya ,si pemuda itu pergi meninggalkan si perempuan itu.


"rasain Lo Ge,tungguin tu Arman ampe tua,kekasih hati Lo itu nggak bakalan datang."batin si perempuan tadi yang tak lain adalah Siska.


Rupanya ia adalah dalang dari terkurung nya Arman diruangan Pak Rafael.Siska tak rela jika Arman menjemput Gea,oleh karena itu ia memiliki ide untuk menggagalkan rencana Arman,dan jujur saja,rencananya berhasil.


Ia berhasil membuat Arman tak menjemput Gea,senyum manis terbentuk dari bibir Siska yang sedang merasa diatas angin .


Walau dia belum tau ending kejadiannya,Arman juga berhasil mengantarkan Gea pulang walau terlambat.


Flashback dikit lagi ya


Setelah ditolak oleh Arman untuk pergi kerja bareng,Siska ternyata tak tinggal diam.


Ia tak rela jika Arman mengantar dan menjemput Gea.


Saat semua karyawan sibuk bekerja termasuk Arman dan Lidia serta karyawan yang lain nya,beda hal nya dengan Siska.


Ia tak fokus bekerja,yang dipikirannya hanya lah mencari cara agar Arman dan Gea tak pulang bareng.


"woi Lo menung aja ,kerja Buk ,jangan melamun aja."tiba tiba Lidia mengagetkan nya.


Hmmm,Siska menarik nafas nya karena terkejut dengan kedatangan Lidia.


"apaan sih Lo, ngagetin gue aja."


"lagian elo nya yang ngelamun aja,nih ada tugas buat Lo."


"tugas apaan?"


"nih berkas Lo revisi ulang ,kalo dah selesai segera Lo letakkan di ruangan Pak Rafael.

__ADS_1


Berkas ini harus selesai sore ini ,soalnya besok Pak Rafael tiba dari Singapura."jelas Lidia


"ya santai aja kali Buk,wong orang nya aja nggak ada disini,kan Pak Rafael belum pulang."


"ya makanya ,emang Pak Rafael belum pulang,besok dia pulangnya ,makanya ini berkas harus selesai direvisi hari ini ,agar kalo Pak Rafael datang besok pagi berkas ini sudah langsung diperiksa nya,jelas nggak loo?"


Siska perlahan mengangguk tanda mengerti dengan ucapan Lidia.


"Tapi ntar Lo temani gue ya ke ruangan Pak Rafael."


"ih manja amat sih loo."


"iya habis ruangan nya kan di lantai 5,seram tau kalo sendirian kesana sore sore.mana harus pakai lift lagi.


Temani gue ya please...sohib gue yang paling cantik ,paling baik hati ,paling segalanya."rayu Siska sambil menangkupkan kedua tangan nya didepan dada seolah olah memohon pada sohib nya itu


"iya .. iya...kalo ada mau nya aja ,pasti deh merayu nya selangit ."sahut Lidia


Siska pun dengan semangatnya menerima berkas dari Lidia dan segera mengerjakannya.


Selepas makan siang ternyata pekerjaan Siska telah selesai,ia ditemani Lidia menaiki lift menuju ke ruangan Pak Rafael.


"sepi amat nih ruangan ya,nggak ada siapa siapa gitu,"ujar Siska


"he..e ...iya ."jawab Lidia


"untung gue ajak Lo,kalo nggak dah mati ketakutan gue."


"ya mungkin karena Pak Rafael nggak ada diruangan kali,makanya tak ada karyawan lain yang berani naik kesini.


"iya juga,lagian Pak Rafael kan ke Singapura juga bareng staffnya yang disini,pantes la sepi."


Namun baru saja sampai didepan pintu tiba tiba Siska berhenti, membuat Lidia heran.


"ngapain Lo berhenti,ayok turun lagi,katanya Lo malas lama lama disini ,serem."


"bentar ...bentar Lid, kayak nya gue ada ide,buat menggagalkan rencana Arman menjemput Gea."


"rencana...rencana apaan...ngomong yang jelas Buk."


"tapi Lo janji ya mau bantuin gue."tanya Siska lagi


"iya ,tapi apaan ?"


Siska lalu membisikan sesuatu ke telinga Lidia.


Setelah mendengar penjelasan Siska ,Lidia manggut manggut tanda mengerti.


"Lo ada kenalan nggak yang bisa dipercaya buat ngerjain rencana gue?"


"bagus juga ide Lo,mantap...mantap...oke la gue ada kenalan yang pasti bisa dipercaya,tapi Lo harus bayar dia lho,adakan duit Lo?"


"Lo tenang aja,gue nggak miskin miskin juga kali,dana di dompet gue aman,pokok nya rencana gue harus benar benar berhasil."


"oke...sip...Lo tenang aja,gue pasti bantuin lo.

__ADS_1


Kedua nya pun melangkah keluar ruangan dengan tersenyum licik,mereka sangat yakin kalo rencana mereka ini akan berjalan dengan lancar...


Flashback off


Siska mengaduk aduk minumannya,ia masih santai dikafe itu sambil menikmati minuman nya.


Tak lama ponsel nya pun berbunyi,tertulis nama Lidia disana memanggilnya.


"hallo,dimana Lo?"tanya suara Lidia diujung sana


"nih gue lagi dikafe."


"trus gimana rencana kita tadi?"


"sip aman ,si Arman sudah terkurung disana ,mungkin sampai besok pagi...ha....ha...ha...


"wah renyah banget ketawa Lo ya,emang Lo nggak kasihan liat doi terkurung semalaman?"


"kasihan sih Buk,tapi kalo gue membayangkan mereka jalan bersama berboncengan sambil pelukan diatas motor hati gue sakit Lid."


"iya ,gue ngerti perasaan Lo."


"makanya Buk,biarkan saja Arman terkurung..paling cuma pingsan doang,nggak sampai ko it ,lagian senang gue liat si Gea sampai ubanan nungguin cowok nya yang nggak bakalan datang."


"wah....wah....benar benar bibit pelakor dah tumbuh ditubuh Lo,nggak nyangka gue."


"kan elo yang ngajarin."


"iya deh ....moga berhasil Lo dapatin si doi."


"Yee. Harus dong."


"oke deh sohib ku ...met senang senang ya.


Siska mematikan ponselnya dan meletakkan nya diatas meja.


Ia kembali menikmati kemenangan nya.


"siap siap aja Lo Ge, sampai kapan pun Arman akan tetap jadi milik gue,takkan kubiarkan kau bahagia bersama Arman,siap siap la ,gue akan selalu menjadi bayang bayang gelap lo."batin Siska.


Siska sangat merasa senang,tanpa ia sadari posisi dia bisa saja berbahaya ,karena sekuriti dan Pak Rusdi yang telah menyelamatkan Arman tadi berniat menyelidiki kasus ini hingga tuntas.


Pak sekuriti ini juga bisa terancam dipecat ,karena ia merasa kecolongan dengan bebas nya orang luar bisa sampai masuk kekantor ini bahkan mencuri salah satu seragam ob .


Tentu saja kinerja nya akan dipertanyakan.Oleh karena itu ia bertekad menyelesaikan masalah ini sebagai bentuk tanggung jawab nya .


Diruang cctv sekuriti itu dengan teliti memeriksa layar komputer yang memperlihatkan kegiatan orang orang dikantor itu.


Namun matanya tertuju serius pada seseorang yang gerak gerik nya sangat mencurigakan,terlebih saat seseorang itu sedang mengendap ngendap masuk keruangan belakang bagian OB .


Ia pun kemudian menyadari,bahwa orang ini lah yang ia cari.


Namun sayang nya ia tak dapat melihat dengan jelas wajah orang itu,karena ia mengenakan topi.


Pak sekuriti terus menyelusuri pergerakkan orang itu,dan mencari angle yang tepat untuk dapat melihat dengan jelas wajah orang yang mencurigakan itu.

__ADS_1


ayok kasi semangat buat Pak sekuriti nya biar dia dapat menemukan orang yang telah mengurung Arman...


Jangan lupa like dan komennya ya.....biar author lebih semangat lagi nulis nya😊😊😊😊


__ADS_2