Menantu Terabaikan

Menantu Terabaikan
Bab 28 mudah mudahan terpilih


__ADS_3

"Baik la anak anak ,ibu sangat senang atas partisipasi yang kalian berikan ,namun sekali lagi ibu minta maaf ,karena kita hanya sebagai undangan jadi ibu tak bisa membawa kalian semua untuk mengikuti acara tersebut.


Oleh karena itu nanti akan diadakan tahap tahap seleksi oleh guru pembimbing.


Semua boleh ikut tahap seleksi ini,dan bagi nanti yang terpilih ibu ucapkan selamat dan berjuang la disana nanti dan tunjukkan bakat mu,jangan khawatir nanti akan ada guru guru yang akan membantu mengasah bakat mu.


Dan bagi yang belum terpilih sekali lagi ibu minta maaf,namun tetap la terus belajar dan belajar serta berikan dukungan pada teman teman mu yang terpilih.


Untuk saat ini apa ada yang mau ditanyakan ?"tanya Bu guru yang telah menyampaikan pengumuman tentang undangan persami.


"saya Bu!"


"ya silahkan Megan."


"kapan akan diadakannya acara nya Bu?"


"pertengahan bulan depan ,jadi sekitar 3-4 Minggu lagi."


"Bu, jenis lomba nya apa aja Bu?"


"ada lomba puisi ,ada lomba alam berupa lomba Arum jeram, ada lomba pidato,ada lomba olahraga berupa sepak bola sama volley,lomba seni ada berupa tarian dan nyanyian, instrumen.


Untuk lebih jelas nya mungkin beberapa hari kedepan akan ibu tempelkan di mading.


"Bu."


"ya Ayu ada apa?"


"syarat peserta apa ya Bu?"


"yang jelas berpotensi dan berbakat,ibu dengar kamu jago puisi ya Yu,coba nanti kamu ajukan diri untuk ikut seleksi ya."


Ayu mengangguk kan kepala nya,walau ia masih ragu akan kah ikut dalam kegiatan itu atau hanya sebagai pendukung buat teman teman nya.


"baik la anak anak sekian saja dari Ibu,untuk beberapa hari kedepan akan ada tahap tahap seleksi dan nanti rinciannya Ibu dan para anggota OSIS akan membantu menempelkan di mading sekolah,Ibu permisi dulu,selamat siang ya ,selesai ini boleh langsung pulang."jelas Bu guru.


Anak anak pun membereskan buku buku mereka dan bersiap pulang karena sudah jam pulang sekolah.


"Lo mau ikutan apa Yu?"tanya Rina


"masih ragu gue ,tapi gue suka banget Ama puisi,tapi tadi ia Bu nggak bilang puisi nya dari mereka atau kita buat sendiri?"


"nanti kan ada tu pengumuman nya,ya Lo tunggu aja"ujar Rina


"emang Lo nggak ikutan Rin?"


"ya paling gue ikut sepak bola atau volley!"


"ha...ha....sepak bola putri emang ada ?"


"ya kali aja,tau kalo tak ada sepak bola putri ya volley putri pasti ada dong?"

__ADS_1


"ada sih ada ,tapi yakin lo ikut volley,Ama net masih jauh Lo,ntar kena smash yang ada ."Ayu pun ketawa mendengar Rina mau ikut volley,secara badan nya pendek dan kecil,mana la bisa yang ada malah dia sering kena smash.


Rina hanya mencebik kan mulutnya mendengar ejekan Ayu,kalo orang lain yang mengejek nya mungkin dan pasti la ia akan marah,namun kali ini Ayu yang mengejek nya,sang sahabatnya sendiri,tentu ia tak bisa marah ,lagian perkataan Ayu tadi hanyalah sebuah candaan saja yang sudah biasa bagi mereka berdua.


Mereka pun bersiap siap keparkiran dan pulang kerumah,karena tadi Rina dijemput Ayu,maka Otomatis Ayu pulang dengan Rina.


"ngapain Lo ngintilin gue?"tanya Ayu seolah olah lupa kalo Rina tak bawa motornya.


"wah parah deh Lo,hello gue tadi pagi bareng Ama Lo berangkat nya Bu,tentu la pulangnya bareng Lo lagi cinta."sahut Rina


"o...gue kirain Lo pulang Ama Diki ."


"ha...seriusan Lo Diki ada ,mana ,mana tu cowok Bu?"tanya Rina sambil mencari cari keberadaan Diki.


"tu dia ."tunjuk Ayu


"mana Bu?"Rina pun melihat ke arah yang ditunjuk Ayu


"tu dia pulang la Ama si muka kulkas...ha...ha...ha..."jawab Ayu seolah olah puas sudah ngerjain temannya.


Sedang yang dikerjain memasang muka masam dengan mulut yang komat kamit kesal karena diprank Ayu.


"udah udah jangan masam terus ,becanda kali,mau pulang nggak nih."


"awas Lo suatu saat gue balas ."


"widihh takuuuut


Sementara itu di kantor Arman,ia juga tengah bersiap siap pulang.Terlebih dahulu ia merapikan berkas berkasnya dan mematikan komputer nya.


Ia merogoh ponsel nya dan menghubungi Gea


"assalamualaikum Ge."


"waalaikum salam mas."


"kamu dah pulang Ge?"


"sudah mas ni lagi beresin meja bentar."


"ya udah kamu tungguin mas ya,mas jemput kamu,nih langsung mau otewe."


"ya mas .hati hati dijalan."


"ya assalamualaikum."


"waalaikum salam."jawab Gea


Setelah memasukkan ponsel nya kedalam saku celana nya ,Arman pun menyambar tas kerja nya lalu melangkah meninggalkan ruangan nya,bergegas pulang menjemput kekasih hati nya.


Namun baru saja sampai di pintu seorang laki laki paru baya mendekati nya.

__ADS_1


"permisi mas Arman."


"ya Pak,ada apa?"


"maaf pak ,tadi Pak Rafael berpesan agar bapak menemui beliau diruangan nya."


"ada apa ya Pak?"


"maaf mas Arman ,saya tak tahu,saya hanya menyampaikan pesan saja."jawab orang tersebut sambil melangkah meninggalkan Arman.


"aduh ada apa dengan Pak Rafael,bukannya dia masih diluar kota ya?"tanya Arman


"tapi itu siapa ya ?kok baru lihat kayak nya."batin Arman lagi namun tetap berjalan menuju ruangan atasan nya di lantai 5 dengan menggunakan lift agar lebih cepat sampai.


"aduh ini kenapa lagi lift nya nggak kebuka buka?"heran Arman karena telah memencet beberapa kali namun lift nya belum terbuka.


"naik tangga aja deh,moga masih keburu menjemput Gea."ujar nya sambil menaiki anak tangga dan sesekali melihat jam tangan nya.


Dengan ngos ngosan Arman menaiki tangga dengan setengah berlari agar cepat sampai keruangan atasan nya.


Setelah sampai di pintu ruangan Pak Rafael, Arman mencoba mengatur nafas nya sejenak kemudian mengetok pintu ruangan Pak Rafael.


Tok...tok..


"permisi Pak."sahut Arman seraya mendorong pintu dan perlahan masuk kedalam ruangan atasannya.


"Pak...pak...


Arman terus melangkah kedalam ruangan itu sambil sesekali memanggil nama Pak Rafael yang sedari tadi tak kelihatan.


Blam ...terdengar seperti suara pintu tertutup,sontak membuat Arman membalikkan tubuh nya dan mendapati pintu yang dimasuki nya tadi tertutup dengan sendiri nya.


"wah ada yang mau ngerjain gue nih."batin Arman.


Ia pun mencoba membuka pintu itu ,namun tak bisa seolah olah pintu terkunci dari luar.


"hallo....hallo...siapa diluar,tolong bukakan pintu nya....hallo..."teriak Arman meminta bantuan .


Namun setelah beberapa saat berteriak tak ada satu orang pun yang membuka kan pintu untuk nya.


Pak Rafael pun tak juga ada diruangan nya .


"fiks gue dikerjain nih."batin Arman lagi,lalu merogoh saku celananya mengambil ponsel nya.


Namun sayang nya,entah kebetulan atau apa ,ponsel nya pun mati kehabisan baterai, membuat Arman bingung seketika.


"siapa yang ngerjain gue nih,apa untung nya buat dia?"


Arman mencoba tenang sejenak sambil menarik nafas nya.


"aduh pasti Gea udah nungguin gue dari tadi."Gimana cara keluar nya dari sini."Arman masih mencoba untuk tenang dan berpikir sambil sesekali mondar mandir didepan pintu .

__ADS_1


Tak lama kemudian ia kembali menggedor pintu itu dan berteriak teriak berharap ada orang yang lewat dan membukakan pintu tersebut.


__ADS_2