Menantu Terabaikan

Menantu Terabaikan
bab 34 gelisah


__ADS_3

Walaupun sekuat hati berusaha untuk tetap tenang ,namun Siska dan Lidia tak mampu menyembunyikan kegelisahan mereka.


Mereka khawatir jika Pak Rafael sudah turun tangan maka dipastikan posisi mereka berdua akan terancam.


Bagaimana tidak, menurut kabar yang beredar Pak Rafael memiliki anggota yang sangat hebat dan dapat menyelesaikan semua kasus ,apa lagi kalo disuruh mencari orang,pasti tak butuh waktu lama orang tersebut akan berhasil ditemukan.


"kayak nya kita salah Sis?"


"salah apa nya Lid?"


"ya kayak nya kita salah karena telah berurusan dengan perusahaan Pak Rafael."


"maksud Lo apa sih Lid? Nggak ngerti gue."


"ya kita salah ,karena menjebak Arman diruangan nya Pak Rafael,itu nama nya kita cari gara gara Ama Pak Rafael"jelas Lidia


Sejenak Siska terdiam ,karena apa yang dikatakan Lidia ada benarnya.Pak Rafael pasti akan menyangka ada penyusup yang ingin mengincar perusahaan nya,dan beliau pasti tak akan tinggal diam.


"tapi kok Pak Rafael tau ya masalah ini?"malah Siska yang bertanya balik pada Lidia.


"ya mana aku tau Sis.


"apa orang suruhan Lo kemarin benar benar mengerjakan perintah sesuai arahan Lo ?"tanya Lidia


Siska pun terdiam ,ia baru ingat sesuatu.


Ia lalu mengambil ponsel nya dan menelepon seseorang yaitu orang suruhan nya kemarin.


"hallo.ujar nya sambil sedikit berbisik


"hallo Bu


"kemarin yang mengeluarkan Arman dari ruangan itu siapa?


"o....maaf Bu saya tidak tahu,sesuai arahan ibu untuk mengurung Arman diruangan itu selama dua jam ,jadi setelah lewat dua jam ,saya kembali keruangan itu dan membuka pintu itu kembali.


"ok baik la kalo begitu."Siska pun memutus panggilan telp nya.


"dia mengerjakan perintah gue sesuai arahan gue Lid."


"trus Pak Rafael kok bisa tau ya?atau jangan jangan ada yang menolong Arman sebelum orang suruhan Lo datang kembali"ujar Lidia


"lalu mungkin juga orang yang menolong Arman itu lapor ke Pak Rafael,benar nggak Sis?"


"aduh gawat nih ,klo benar benar itu terjadi, pantes Pak Rafael tahu peristiwa itu."jelas Siska.


Disaat kedua nya larut dalam pemikiran mereka masing masing ,Siska melihat Arman yang berjalan ke arah nya.ia pun segera merapikan penampilannya agar terlihat mempesona didepan Arman.


"eh Lid,ada lihat Dedi nggak?"tanya Arman pada Lidia ketika ia melewati mereka berdua


"Dedi si mantri tu ya Man?


"ya iya la ,emang ada Dedi yang lain lagi disini."

__ADS_1


"ya mana tau aja , kayak nya Dedi ada tu diruangan nya,coba lihat aja Man."jawab Lidia


"ada perlu apa Man dengan si Pak mantri kita?"tanya Siska berusaha mencari perhatian Arman


"iya ini ada pengajuan kredit dari nasabah jadi mau minta Dedi untuk memproses nya."jawab Arman sambil menunjukkan berkas yang dibawa nya


"o gitu ya....eh Lo nggak apa apa kan Man ?"tanya Siska


"nggak pa pa,ada apa memang nya ,saya baik baik aja"jelas Arman mendadak heran dengan pertanyaan Siska.


"oo...itu...ya ..nggak apa apa ,cuma nanya doang, syukur la kalo kamu baik baik aja "jawab Siska mendadak gugup.


"Napa sih ni cewek ,nggak jelas kali"batin Arman.


"ya udah ya,saya keruangan mantri dulu."ujar Arman meninggalkan Siska dan Lidia menuju keruangan Dedi atau yang terkenal dengan Pak mantri.


"aduh Sis,Lo kok nanyanya gitu sih,untung aja Arman nggak curiga."gerutu Lidia


"iya iya sorry kelepasan gue,habis pas ingat kejadian tadi malam tiba tiba gue khawatir aja dia,takut dia kenapa kenapa.


"khawatir khawatir Buk,tapi kalo sampai dia curiga habis la kita."


"sorry... sorry..nggak sengaja gue.


"ya udah nggak apa apa,yuk kerja lagi,kita nggak usah pikirin masalah ini dulu ,santai aja la dulu.kita lihat aja beberapa hari kedepan,masih aman atau nggak."jelas Lidia lagi .


Mereka pun kembali fokus pada pekerjaan mereka,takut nanti dicurigai oleh Pak Rafael.


Sementara itu Arman yang berjalan ke ruangan Dedi sesekali teringat pertanyaan Siska mengenai keadaan nya.Ia heran mengapa Siska tiba tiba menanyakan keadaan dirinya, padahal yang mengetahui kejadian semalam dikantor cuma sekuriti,Pak Rusdi dan Pak Rafael dan keluarga nya.


"hey Man" tanya Dedi ketika melihat Arman didepan pintu ruangan nya


"eh iya Ded,kamu sibuk nggak?"


"dibilang sibuk sih enggak,tapi dibilang santai nih ada kerjaan yang belum rampung,kenapa tu serius amat."


"o..ini ada nasabah mau ngajukan kredit,ntar tolong periksa dulu berkas nya ya."


"yah nambah deh jadi nya tumpukan berkas nya."ujar Dedi saat menerima berkas dari Arman.


"ya mau gimana lagi emang tugas kamu kan."


"iya sih."


"jaman sekarang lagi pada susah semua , jadi banyak orang ngajukan kredit ya buat bantu bantu usaha mereka la."jelas Arman


"jadi kamu nggak susah jadi nya nih."


"maksud nya."


"ya tadi kamu bilang semua orang lagi susah makanya ngajukan kredit,kamu kan nggak ngajukan kredit,jadi nggak susah dong."jawab Dedi sambil tertawa.


"ah kamu tu Ded,saya mau ngajukan kredit buat apa ,usaha aja nggak ada ,lagian seharian dikantor kapan ada waktu buat usaha."

__ADS_1


"kali aja ngajukan kredit buat usaha mau nikah...ya ..nggak...kan dengar gosip katanya kamu mau nikah Man "ujar Dedi sambil menggoda Arman .


"tapi nggak sampai ngajuin kredit juga bro,ha...ha....Lo becanda nya kira kira Dong.


"ye...ya kan kali aja gitu,emang kapan rencana Lo mau nikah Man?"


"insyaallah segera Ded,mohon doa nya aja biar dilancarkan amiiin."


"amiiin,kapan kapan bawa kemari dong Man,biar bisa kenalan gitu."


"dia kan kerja juga Ded,gimana mau dibawa kemari,lagian rugi dong kalo saya ngenalin pacar ke kamu."jawab Arman


"ha...ha...jangan bilang kalau kamu takut kalah saing dengan Saya.


"idih pede amat jadi orang."


"ya pede aja kali.


Eh...man dengar dengar ada kejadian ya semalam ,Lo dapat kabar nggak?"


"kejadian apa?"


"ya tadi kudengar anak anak heboh bilang katanya semalam ada yang terkurung di ruangan Pak Rafael,"


"iya berita nya udah nyebar Ded.itu lagi diselidiki Pak Rafael dan anggotanya."


"wah mulai nggak aman dong ni kantor?"lagian tu penyusup pasti la pesaing perusahaan kita ,mencoba mencuri data perusahaan mungkin ."


"ya mungkin juga ,nggak jelas juga berita nya,soalnya tadi yang rapat kan para staf terdekat Pak Rafael aja."


"o...gitu ya...


"maka nya Ded,mulai sekarang lebih berhati hati aja ."


"iya Man ,kamu juga harus hati hati,kita kan nggak tau apa motif si penyusup itu."


"iya Ded,yang udah saya balik keruangan saya dulu,ntar kalo berkas nya dah selesai kabari ya ,biar bisa juga saya mengabari si nasabah nya.


"ok siap...mudah mudahan hari ini kelar ,biar bisa segera survei lapangan."ujar Dedi


"eh Man jangan lupa ya ."


"lupa apa ?"tanya Arman bingung


"ya jangan lupa undang undang kalo Lo mau nikah."ujar Dedi sambil senyum senyum


"sip"jawab Arman seraya mengacungkan jempolnya pada Dedi ,ia pun balik badan meninggalkan Dedi.


"eh Man Man ...


"apa lagi Ded,


"nggak apa apa ,cuma mau bilang jangan lama lama kepelaminan nya ntar keburu saya tikung."ujar Dedi sambil ketawa ketawa.....

__ADS_1


"cuma becanda Man,"


Arman betul betul sebal dengan Dedi yang sedari tadi menjahili nya...ia terus melangkah meninggalkan Dedi yang masih saja tertawa senang karena berhasil membuat sahabatnya itu kesal ,padahal niatnya cuma becanda.


__ADS_2