Menara Dimensi

Menara Dimensi
Episode 10 : Brule Vs Sonic


__ADS_3

Sebelumnya Adam telah mengubah senjatanya ke bentuk prisai yang cukup besar untuk melindunginya. Alasan mengapa Adam bisa mengubah senjatanya menjadi bentuk apapun tak lain karena penguasaan skill realitanya. Skill realita ini memungkinkan penggunanya mampu mengubah suatu benda ke bentuk yang ia kehendaki.


Namun kemampuan ini tidak mengubah struktur dasarnya, jika benda yang ia gunakan adalah besi, maka skill ini bisa mengubah benda itu menjadi model apapun yang masih berhubungan dengan besi. Pisau yang Adam gunakan bukanlah jenis pisau sembarangan, pisau itu telah di lapisi dengan energi ruang milik Ex ketika ia berlatih di alam bawah sadarnya, yang membuat pisaunya takkan mudah hancur sehingga dalam mode apapun senjata itu akan tetap kuat.


"Kau pikir bisa mengalahkanku dengan mudah dasar monster bodoh," ucap Adam yang kini mengubah perisainya menjadi sebuah busur yang kokoh.


"Sial senjata apa yang dia miliki? Tidak mungkin ada senjata semacam itu, jangan-jangan," Falcon masih belum menyadari kemampuan yang dimiliki oleh Adam, namun beberapa saat kemudian ia baru tersadar skill sebenarnya yang dimiliki oleh Adam.


"Benar sekali, aku bisa mengubah senjataku ke bentuk apapun sesuai kehendakku," Adam menatap tajam Falcon yang ada di udara, ia mengambil serpihan sayap Falcon yang keras itu lalu mengubahnya menjadi anak panah.


"Kau takkan bisa lari dari ku, rasakan ini," Mengarahkan anak panah pada Falcon lalu menembakkannya.


"Apa-apaan itu, kau pikir bisa dengan mudah mengalahkanku?" Falcon menghindari setiap anak panah yang di tembakkan oleh Adam dengan sangat mudah, matanya yang sangat tajam membantunya dengan sangat baik.


Ketika Adam menghempaskan begitu banyak anak panah. Tiba-tiba dari belakang, Ryno mencoba menyerangnya.


"Jangan lupakan aku sialan!" Ia berlari dengan tandukan nya yang kuat, sehingga melemparkan Adam cukup jauh menabrak sebuah pohon yang besar.


"Aaarrggghhh." Mengeluarkan darah dari mulutnya, tandukan kuat Ryno membuat Adam tak bisa bergerak.


"Rasakan itu, tulang-tulangmu yang lemah takkan kembali seperti semula dan telah ku hancurkan," Ryno dengan gagahnya berdiri dan Falcon kini mulai mendaratkan tubuhnya, kini mereka berdua seakan ingin mengakhiri semua pertarungan itu.


"Hahaha, merepotkan sekali manusia satu ini, akan ku cabik-cabik tubuhmu yang lemah itu sialan," Falcon mengepalkan tangannya sembari mendekati Adam.

__ADS_1


"Sekarang penyesalanmu takkan berguna wahai manusia rendahan," Ryno yang tangannya nampak membesar dan kini ia mengarah pada Adam.


"Hei monster sialan, apa kau lupa dengan kemampuan yang aku miliki?" Adam yang tersungkur mulai menggertak.


"Masih berani bicara dasar bodoh, tidak apa-apa sebaiknya sebelum kau mati ucapkanlah sesuatu," ucap Falcon.


Sesuatu nampak turun dari langit, sebuah benda yang cukup besar, benda itu berbentuk seperti kerangka kubah terlihat seperti jaring baja yang kuat. Kubah itu mengarah pada mereka dan berhasil mengurung mereka.


"Apa? Apa ini? Dari mana datangnya benda ini, jangan-jangan kau?" Ucap Falcon begitu panik.


"Hei apa yang terjadi Falcon?" Ucap Ryno yang juga terkurung di sana."


Sebelumnyanya Adam menembakkan beberapa anak panah pada Falcon, namun Falcon selalu menghindarinya, bukan karena tembakan Adam tidak ada yang mengenainya, namun itu semua sengaja Adam lakukan untuk menjebak Falcon, namun Ryno yang tiba-tiba datang malah ikut terjebak di dalamnya.


"Dasar bodoh, kau memiliki mata yang bagus tapi kau tak bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi ya? Aku sudah menduganya jika kau hanya akan fokus dengan semua serangan yang mengarah padamu, perhatikan dengan sungguh-sungguh dasar monster sialan," ucap Adam sedikit tersenyum lalu bangkit dan menatap mereka yang terkurung di sana.


"Apa? Jangan-jangan? Sial sejak kapan ada benang penghubung? Aku benar-benar mengabaikan dan tidak melihat benang itu," Falcon terkejut dengan apa yang baru saja ia ketahui.


"Hah? Apa-apaan ini, kita tinggal menghancurkannya sajakan, hanya kurungan semacam ini takkan pernah bisa menghentikanku," Ryno nampak terlihat marah, kini ia memasang kuda-kudanya untuk menghancurkan kurungan yang menjeratnya.


"Sudah terlambat bodoh, rasakan ini, DIMENSION! TRANSFER, THUNDERBALL!" Adam mengarahkan telapak tangannya ke langit membuatnya kini dalam mode menyerang, kemudian sebuah kilatan cahaya dari langit tegak lurus dan sangat cepat ia belokkan kepada mereka berdua.


DUAARR!!! Sebuah kilat menghantam mereka berdua, sangat kuat sehingga menyebabkan lubang di area itu, seketika 2 Hybrid itu pun terkapar dalam kurungan yang Adam buat.

__ADS_1


"Rasakan itu," sambil mengatur napasnya, Adam kembali terjatuh setelah menggunakan kemampuannya itu.


Dimension adalah sebuah tekhnik yang diajarkan oleh Ex, tekhnik ini berhubungan dengan sebuah ruang, dengan memindahkan sebuah objek tertentu ke tempat yang di kehendaki melalui sebuah portal yang di ciptakan terlebih dahulu, namun kemampuan ini terbatas dalam radius beberapa kilometer.


"Sial tandukan yang monster itu lancarkan mampu membuat ku kesulitan bergerak dan bernapas, tapi aku sangat beruntung karena sekarang aku memiliki fisik layaknya Dewa, sehingga aku akan segera pulih walaupun harus menunggu agak lama, Brule kemana dia pergi, maaf aku tak bisa membantumu, aku harus memulihkan diri untuk sementara."


Adam sedikit menjauh dari dua monster itu, tampaknya kedua monster itu sekarang sudah mati karena kilatan yang menghantam mereka cukup kuat sehingga menciptakan lubang di sana.


Sementara itu di pertarungan Brule melawan Sonic.


"Sampai kapan kau terus menangkis serangan ku dasar penghianat bodoh!" Ucap Sonic yang terlihat sedang membabibuta Brule dengan cakarnya yang kuat, Brule hanya terus Menanahannya dengan kedua lengan besarnya itu, pertarungan kedua monster besar itu terlihat begitu sengit dan berbahaya, keduanya nampak seimbang, stamina mereka cukup banyak, sehingga menyebabkan mereka terus melancarkan serangan demi serangan secara bergantian.


"Sadarlah Sonic, kalian telah dimanfaatkan oleh orang itu, kau harus segera mengakhiri ini semua," ucap Brule yang kini melancarkan serangan kuat mengarah pada wajah Sonic, namun Sonic menghindarinya dengan satu backflip yang ia lakukan.


"Hahaha omong kosong macam apa itu, berkatnya aku menjadi sangat kuat seperti ini, sekarang kau memintaku agar aku menjauhinya? Maaf saja aku bukan seorang penghianat sepertimu," ucapnya sekarang sembari menghempaskan gelombang kuat ke arah Brule. Namun Brule lagi-lagi mampu membelokkan serangan itu, mengakibatkan beberapa pohon yang ada di sana tumbang seketika.


"Dasar bodoh, kenapa kau tak juga mengerti, jika kalian semua adalah korban," Brule berlari memutari Sonic dengan mode Hybridnya.


"Korban katamu? Ini adalah kemauanku sendiri, dia tak seperti manusia yang lain, yang membuangku, lebih dari itu dia telah merawatku dan menyembuhkan semua penyakitku, dia seperti Dewa kehidupan bagiku," Sonic memperhatikan dan tetap fokus pada Brule yang mengitarinya.


"Tciih," Brule hanya bisa merapatkan giginya.


"Jika kau ingin tahu, aku melakukan ini karena aku membenci para manusia itu, di saat aku mencoba sembuh dari penyakitku, mereka malah membuangku, dan hanya orang itu yang mau menyelamatkanku," Sonic beralih fokus, kini dia melompat ke arah Brule melancarkan serangannya menggunakan tangan kanannya yang memiliki kuku-kuku yang sangat tajam itu, serangan itu mengarah pada wajah Brule.

__ADS_1


SLASH!! Darah keluar dari wajah Brule akibat serangan kuat yang dilancarkan oleh Sonic.


__ADS_2