Menara Dimensi

Menara Dimensi
Gadis pembawa binatang


__ADS_3

Ketiga orang yang berada di dalam ruangan itu sekarang nampak lebih serius, karena kali ini yang mereka bahas adalah seekor monster yang kala itu menghabisi seluruh pemburu yang masuk ke dalam hutan kebisingan.


"Sebelumnya kita memang tahu jika monster di hutan kebisingan bertambah kuat, dan ternyata memang benar, ketika aku dan Taurus memasuki hutan itu, di hutan bagian awal kami menjumpai seekor monster level 3, yang seharusnya di sana hanya dihuni oleh monster level 1," ucap Taurus begitu serius menatap Ricchan.


Ini bukan lah masalah yang bisa dianggap remeh oleh Asosiasi, monster itu bukan hanya berevolusi, bahkan kini ada seorang manusia yang dapat merubah diri nya sebagai seorang monster.


"Ketika kami menyerahkan monster itu pada profesor Darwin, profesor Darwin terlihat ketakutan oleh orang itu, ia bilang sesuatu yang berbahaya akan terjadi," ucap Leon yang masih tetap serius menjelaskan yang telah terjadi.


Taurus masih terlihat santai dan nampak memperhatikan ruas jari-jarinya, seperti nya ia tak peduli dengan keberadaan monster itu, memang benar Taurus adalah seorang yang sangat kuat, bahkan ancaman Sonic padanya tak berpengaruh apapun.


"Kita tau sendiri 20 tahun yang lalu ketika kejadian badai api bergejolak, para Zodiak ikut andil menyelesaikan konflik itu," ucap Leon makin serius, kini pandangan nya teralihkan pada secangkir kopi yang ada dihadapannya.


"Aku ingin bertanya padamu, sebenarnya apa yang kau sembunyikan dari masalah itu? Setidaknya kau beri kami sebuah informasi tentang peristiwa itu," Leon menatap tajam wajah Ricchan.


Ricchan hanya diam dan duduk dengan posisi paling nyamannya. Kemudian ia memberikan jawaban dari pertanyaan Leon.


"Jadi kau ingin tahu? Aku mengerti, jadi maksud mu monster itu ada hubungannya dengan peristiwa badai api ya?" Ricchan yang semula nampak santai, kini ia mulai terlihat serius, itu terlihat dari ekspresi wajah dan aura kekuatan yang ia keluarkan.


.


.


.


.


Di pusat ibukota vena, terlihat seperti ada pertunjukan hewan menari di sana, sorakan penonton yang menyaksikan acara itu sangatlah meriah tepat di sebuah taman kota sebelah barat pemerintahan ibukota vena. Seekor monyet ekor tiga sedang menari dan menghibur orang-orang yang melihat nya, orang-orang yang menonto6 terlihat sangat terhibur oleh pertunjukan itu.


Tak ketinggalan seorang pemilik hewan itu yang penampilan nya terlihat sederhana sedang mengarahkan hewan peliharaannya menghibur para penonton.


"Ayo Poro tunjukkan keahlian mu, buat mereka terhibur," ucap seseorang itu yang ternyata adalah perempuan, mengarahkan monyet nya untuk tetap menghibur para penonton.

__ADS_1


Monyet ekor 3 itu terus berlari kesana kemari terkadang ia menaiki kendaraan buatan yang disediakan oleh tuannya, kadang monyet itu melakukan gerakan akrobatik dan yang paling mengesankan monyet itu dapat mengeluarkan asap dari dalam mulutnya.


"Baiklah tuan-tuan, inilah acara puncaknya, harap sedikit mundur karena kali ini Poro akan berubah menjadi bentuk yang berbeda," ucap wanita itu meminta para penonton sedikit menjauh dari hewan penghibur itu.


Kini nampaknya mereka akan melakukan atraksi yang luar biasanya, kini monyet ekor 3 dan perempuan itu saling menatap dan mengedipkan mata mereka pertanda akan melakukan pertunjukan utama.


"Eh ada apa itu ramai sekali, wah aku mau lihat, sepertinya seru, sekalian saja aku mencari informasi," Adam yang melihat kerumunan di taman itu dari kejauhan berniat mendekati nya.


Adam pun mendekati kerumunan itu dan mencoba mendapatkan posisi paling depan, ia memaksa masuk dalam kerumunan itu.


"Permisi permisi," Adam terus memaksa masuk kedalam kerumunan itu dan pada akhirnya kini ia berada dibarisan paling depan antara penonton.


"Wah pertunjukan topeng monyet ya, hahaha kalo di sini sebutan nya apa ya," Matanya nampak bersinar menyaksikan monyet ekor 3 itu, ia nampak takjub dengan apa yang ia lihat di depan matanya.


Sebelumnya Adam tak pernah melihat pertunjukan topeng monyet, ia hanya tahu tentang itu dari berbagai cerita yang ia curi dengar dari teman-temannya.


"Wah jadi seperti ini ya pertunjukan topeng monyet," ucap Adam, tanpa sadar ia malah mendekati monyet itu, dan monyet itu nampak marah pada Adam.


"Ah maaf aku tak tahu," ucapnya sembari menjauh dan kembali ke barisan penonton.


Kini mereka memulai pertunjukan nya, sebuah kotak besar yang ia letakkan ditengah-tengah pertunjukan itu kini akan digunakan nya, setelah sebelumnya sempat Menimbulkan banyak tanya dari penonton isi dari kotak yang berada di tengah itu sejak pertama kali pertunjukan dimulai.


Wanita itu meminta monyetnya untuk berdiri diatas kotak itu. Tak lama monyet itu mengeluarkan asap dari mulutnya dan menyebabkan area itu ditutupi oleh asap, sehingga mengaburkan pandangan orang.


Adam yang juga tak dapat melihat karena pandangan nya ditutupi oleh kabut kini menggunakan penglihatan matanya yang telah ditingkatkan untuk melihat apa yang akan terjadi, ternyata dari balik kotak itu seekor gorila coklat yang besar dan tinggi sekitar 3 meter keluar dari sana.


Yang bisa kita dengar kini hanya teriakan penonton memberikan semangat dan tepuk tangan, Adam pun melakukan hal yang sama, Adam kini melihat wanita itu menaiki seekor gorila itu, tapi monyet ekor 3 tidak terlihat di sana.


Sesuatu nampak menyenggol Adam, namun ia tak menghiraukan nya karena ia berpikir itu hanyalah seorang penonton yang mendorongnya.


Namun beberapa saat kemudian kabut mulai menghilang, itu menyebabkan penonton dan Adam merasa semakin bersemangat akan pertunjukan utama, tapi kini mereka tak melihat orang itu bertiga dihadapan nya, lalu Adam berpikir mereka akan kembali setelah beberapa saat.

__ADS_1


Namun beberapa saat mereka tak muncul kembali dihadapan para penonton, mereka baru tersadar bahwa benda berharga mereka telah raib dari tempat mereka berdiri, dan membuat sebuah kepanikan.


"Apa dompet ku hilang,"


"Iya benar semua perhiasan ku juga,"


"Ya ampun benda kesayangan ku pun hilang,"


"Sial mereka mencuri harta benda kita,"


Kehebohan itu tidak hanya dialami satu orang saja, tapi semua orang yang berada di sana.


"Hah hilang? Apa yang hilang?" Adam merasa bingung dengan yang orang lain lakukan, ia bahkan tidak menyadari ada sesuatu yang hilang pada dirinya.


"Eh uangku? Aku yakin tadi ku simpan dikantung belakang, jangan bilang kalau uangku juga hilang? Ah tidak itu uangku untuk bertahan hidup di sini, sial," Adam terus mencari uangnya yang hilang di sana, ia kini terlihat kebingungan dan sangat panik.


"Sial, mereka telah mencurinya, ah sial aku harus mencari mereka," Adam tidak pernah ikhlas uangnya dicuri, akhirnya ia pergi meninggalkan tempat itu dan berlari mencari 3 orang itu.


Dengan mengandalkan instingnya ia pun pergi kearah selatan dari tempat nya berada saat ini, ia mengikuti sebuah jejak seperti bulu binatang yang terjatuh di sana.


"Hahaha dasar para orang bodoh, mereka gampang sekali ditipu hahaha," wanita itu tertawa di bawah pohon besar tepi sungai yang letaknya tak jauh dari selatan ibukota Vena.


Sembari melihat hasil curiannya yang ada dalam sebuah kotak, ia nampak memuji kedua binatang peliharaan nya itu.


"Bagus Poro, bagus Blast, kalian hari ini sangat bekerja dengan baik, setelah ini aku akan membelikan kalian makanan kesukaan kalian," ucap wanita itu sambil merebahkan tubuhnya diatas rumput tepat dibawah pohon rindang itu tertanam.


Kedua peliharaannya pun setia melindungi di sampingnya.


Sedang santai merebahkan dirinya dibawah pohon, tiba-tiba terdengar suara seseorang yang tidak asing.


"Akhirnya ketemu juga kalian, kembalikan uangku!!"

__ADS_1


__ADS_2