Menara Dimensi

Menara Dimensi
Pertandingan kedua


__ADS_3

Jack dan dua orang teman lainnya yaitu Natan dan Cecilia nampak memasuki arena. Mereka menjadi pusat perhatian banyak orang yang ada di sana. Baik oleh para penonton maupun para peserta yang lain.


"Walaupun lawan kita adalah squad Dragon, kita tak boleh kalah dari pertandingan ini, kita hanya perlu mendapatkan cincin itu dan sebisa mungkin menghindari konflik dengan mereka," ucap sqlah seorang peserta yang kini nampak melihat mereka memasuki arena pertarungan.


Dragon adalah squad posisi ke 3 di kerajaan kilat utara, mereka selalu menorehkan prestasi yang baik. Baik dalam hal perburuan monster maupun kompetisi-kompetisi hunter yang diadakan di Kerajaan kilat utara.


Jack adalah salah satu orang yang diwaspadai oleh para peserta selain Stive, Han, dan Elvin. Jack pun menempati urutan ke 4 daftar popularitas yang dikeluarkan agensi pemburu kerajaan kilat utara. Kemampuannya sudah tak diragukan lagi, ia juga salah seorang praktisi bela diri sama halnya seperti Han dan Elvin.


"Lihat mereka memperhatikan kita," ucap Cecilia yang menaiki arena itu.


Di hadapan mereka beberapa orang telah bersiap diposisi mereka masing-masing. Semua peserta nampak berkelompok, mungkin mereka berada pada satu squad yang sama.


"Hahaha aku tak sabar pertandingan seperti apa yang akan kita hadapi," ucap Jack menatap para peserta yang ada dihadapannya.


"Jack apa kau akan mengakhiri ini dengan cepat? Aku mendengar kabar barusan ada anak peringkat pejuang yang berhasil lolos masuk ke tahap selanjutnya," ucap Natan pada Jack.


Jack nampak terkejut mendengar pernyataan yang dilontarkan oleh Natan. Dia tidak langsung percaya kata-kata Natan.


"Apa? Yang benar saja hahaha, inu adalah kompetisi para master, bagaimana ada orang bodoh di rank pejuang mengikuti kompetisi ini? Yang benar saja kai Natan," ucap Jack hanya menertawakan perkataan Natan padanya.


"Aku serius bodoh, anak itu bahkan mengalahkan para master dengan sangat mudah, apa kau tak mendengar perkataan orang-orang yang tadi telah menjalani pertarungan terlebih dahulu?" Ucap Natan nampak kesal karena Jack tak mempercayai perkataannya.


"Benar apa yang dikatakan Natan soal anak itu Jack, aku pun sempat mendengar beberapa peserta membicarakan anak itu," ucap Cecilia.


"Kau juga malah ikut-ikutan ya Cecilia, walaupun ada anak seperti itu, itu artinya para master itu pastilah hanya kumpulan orang-orang lemah," ucap Jack yang masih tidak percaya soal anak yang dibicarakan kedua temannya.


Akhirnya pertandingan kedua pun resmi dimulai, seperti biasa mereka akan dikurung didalam sangkar besi yang keluar dari setiap sisi podium penonton.

__ADS_1


"Kita hanya perlu menyingkirkan mereka dan mendapatkan cincin itu bukan?" Ucap Jack pada kedua temannya.


"Benar sekali, apa kau ingin mengakhiri ini dengan cepat Jack?" Ucap Natan.


"Iya aku ingin cepat mengikuti babak selanjutnya, aku tak sabar dengan pertandingan satu lawan satu," ucap Jack dengan sang serius.


Akhirnya Srigala pembawa cincin pun dikeluarkan. Para peserta langsung menyerang Srigala itu dan saling berebut satu sama lain untuk mendapatkan cincin yang ada pada Srigala itu.


Seperti biasa Srigala itu dengan cepat dikalahkan oleh para master yang ada di sana. Kini tiba saatnya mereka saling menyerang satu sama lain untuk mendapatkan cincin itu.


"Wah pertandingan yang luar biasa, seperti biasa mereka berhasil mengalahkan Srigala itu dengan cepat, kemampuan yang luar biasa, namun squad Dragon sepertinya baru akan bergerak sekarang," ucap pembawa acara itu.


Penonton bersorak menyemangati mereka, kini saatnya squad Dragon menunjukkan kemampuannya.


"Bersiaplah posisi kalian, kita akan mengakhiri ini dengan cepat," ucap Jack.


"Hei minggir kalian, aku yang akan mendapatkan cincin itu," ucap Cecilia dan bergerak sangat lincah ke arah mereka yang sedang memperebutkan cincin.


Cecilia membuka payungnya, dan ia putarkan payung itu menghasilkan sebuah gelombang udara yang cukup kuat dan melemparkan semua orang yang sedang berada dihadapannya. Kini ia berhadapan satu lawan satu dengan seseorang yang mendapatkan cincin itu.


"Jadi kau Cecilia ya dari Dragon, aku tahu kau adalah pengguna senjata yang cukup baik, tapi kenapa harus payung?" Ucap seseorang wanita yang ada dihadapannya.


Cecilia tidak mempedulikan ucapan wanita itu, ia menutup payungnya, dan dari sana ia mengeluarkan gelombang angin langsung mengarah pada wanita itu.


"Air brust," Cecilia mengarahkan payung itu dan mengeluarkan gelombang angin tegak lurus mengarah wanita yang ada dihadapannya.


Wanita itu ternyata tidak sendiri, tiba-tiba 3 orang berzirah dan membawa perisai nampak melompat dari belakangnya. Lalu membelokkan gelombang angin itu dengan perisai mereka. Itu artinya kini Cecilia berhadapan satu melawan 4.

__ADS_1


Sedangkan Natan masaih berada di posisi yang lain. Melihat Cecilia menghadapi 4 orang, Natan pun menghentikan serangan yang ia lakukan dan mencoba mendekati Cecilia.


"Kau pikir aku sendirian? Hahaha percaya diri sekali kau, rasakan ini fire heat!" Wanita itu mengeluarkan api dari telapak tangannya mengarah pada Cecilia. Cecilia terkena serangan api itu, ia tak memblokir nya dengan kemampuan gelombang anginnya, karena itu akan menyebabkan api semakin membesar.


"Sial, aku terkena serangannya, ini takkan mudah, aku harus melawan 4 orang sekaligus, ini tak mungkin," ucap Cecilia yang tersungkur karena serangan api itu.


Dari arah kanan Natan datang untuk membantu Cecilia. Ia membangunkan Cecilia dan kini mereka melawan 4 orang yang ada dihadapannya.


"Bantuan ya? Bagus lah karena kau memang terlalu sombong ingin melawan kami, walaupun kalian dari squad Dragon, tapi kami takkan kalah dari kalian," ucap wanita itu.


Akhirnya wanita itu membuat sebuah formasi pengepungan untuk mengalahkan mereka. 3 orang yang memakai perisai bertugas untuk melindungi nya dari berbagai macam serangan. Dan wanita itu akan menyerang nya dari belakang.


"Ini sangat sulit, wanita itu tidak bisa diserang, ini karena 3 orang yang membawa perisai itu terus melindunginya, kita harus menyingkirkan 3 orang itu," ucap Natan.


3 orang itu mulai mendekati mereka dan mengayunkan senjatanya ke arah mereka. Situasi itu tidak menguntungkan untuk Natan dan Cecilia, karena serangan mereka terus diblokir oleh 3 orang yang ada di depannya.


Wanita itu terus melancarkan gelombang api panas ke arah mereka berdua. Natan mulai mengeluarkan skillnya, ternyata ia pun pengguna kekuatan api. Kini ia memfokuskan api pada kedua telapak tangannya, dan kini terlihat seolah-olah tangannya terbakar.


"Aku takkan kalan dari kalian, aku pun bisa menggunakan api," ucapnya pada 4 orang yang ada di hadapannya.


Akhirnya Natan Mulai menyerang mereka, Natan fokus menyerang 3 orang berprisai itu dengan apinya, sehingga Cecilia memiliki celah menyerang wanita yang ada di belakangnya.


"Apa? Lelaki itu mengalihkan teman-teman ku, kini gadis itu mulai mengarah ke arah ku," ucap wanita itu.


Namun ia pun tak mau dipermalukan seperti itu, ia menyerang Cecilia dengan apinya, namun Cecilia menangkis semua dengan payung yang ada di tangannya.


"Aku takkan seperti yang barusan, aku akan mengalahkan dan mengambil cincin itu darimu," ucap Cecilia mengayunkan payung yang ia pegang dan menyerang wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2