
Sementara itu ditempat Adam berada. Ia nampak nya tengah mengobati luka yang cukup parah pada wajah Brule, namun karena Brule seorang Hybrid sehingga memudahkan nya dalam memulihkan lukanya.
"Aku tau dia pun memiliki tekhnik regenerasi yang tinggi, namun dengan tumbuhan herbal ini akan membantunya lebih cepat pulih," Adam mengoleskan tanaman herbal yang telah ia hancurkan dan menempelkan nya di sekitar wajah Brule.
Di tempat pertarungan Falcon dengan Taurus, nampak nya kini Falcon benar-benar telah kalah, itu terlihat ketika tubuhnya kini berubah menjadi bentuk manusia nya, kini ia tergeletak di atas permukaan tanah yang nampak hancur itu.
"Hah? Ternyata kau manusia ya?" Taurus merasa terkejut karena yang ia dapat kan bukan lah seorang monster melainkan adalah manusia.
Ketika Taurus hendak mengangkat nya tiba-tiba dari arah depan Leon muncul dengan menyeret seseorang.
"Taurus? Hey Ethan? Sedang apa kau ini? Aku tunggu tak juga datang," Leon dari yang datang menyeret seseorang nampak memamnggil Taurus, iya benar Taurus memiliki nama Ethan, ia terlihat sedang ingin mengangkat Falcon.
"Oh kau Leon, aku membereskan sesuatu terlebih dahulu, maafkan aku," ucap Taurus yang menyadari kehadiran Leon.
"Wah apa yang kau dapatkan? Kau juga bersenang-senang ya?" Leon mendekati Taurus yang nampak nya sedang memeriksa kondisi tubuh Falcon.
Kini kedua nya nampak mensejajarkan kedua monster yang telah mereka kalahkan.
"Aku heran ternyata mereka adalah manusia, tapi bagaimana bisa seorang manusia menjadi seekor monster?" Ucap Taurus kebingungan.
"Aku pun bingung, baru kali ini aku mengetahui hal semacam ini, apakah memang bisa manusia menjadi seorang monster?" Ternyata Leon pun memiliki pemikiran yang sama seperti Taurus.
"Dan mereka pun memiliki kemampuan regenerasi yang cukup tinggi, tapi aku yakin walaupun mereka memiliki kemampuan semacam itu mereka takkan mampu menggunakan nya jika mendapatkan luka yang fatal," ucap Leon serius.
"Hmmm apa kita harus membawa nya ke pusat penelitian?" Tanya Taurus.
"Iya kita akan membawa makhluk ini, aku penasaran bagaimana mereka bisa menjadi seperti ini,"
Akhirnya mereka membawa kedua makhluk itu menuju ibukota dan berencana menyelidiki keduanya lebih lanjut.
__ADS_1
Kembali ketempat Adam berada.
"Aahh, apa yang terjadi padaku?" Brule tiba-tiba sadarkan diri dan kini lukanya telah sembuh seutuhnya.
"Eh kau sudah sadar ya?" Ucap Adam yang sedang berbaring di sebelah Brule.
"Adam kita sedang berada di mana?" Brule kebingungan dengan apa yang ada disekelilingnya, terlihat balok kayu tersusun dengan rapi membentuk ruang persegi yang cukup luas serta sebuah atap yang melindungi mereka dari cahaya bulan, dengan sebuah pintu yang terlihat ketika ia terduduk.
"Ini adalah sebuah ruang yang ku buat dengan skill realita ku," ternyata Adam yang telah membuat ruangan itu menggunakan skillnya, skill realita yang Adam miliki mampu membuat benda mati yang ia sentuh menjadi bentuk yang lain, ia memanfaatkan pohon yang telah tumbang lalu mengubah nya menjadi balok kayu yang kemudian ia gunakan untuk membuat ruangan itu.
"Apa? Kau bisa membuat hal semacam ini?" Brule sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Adam.
"Hehe selama bahannya cukup aku bisa melakukan nya, walaupun aku sedikit pusing ketika melakukan nya," ucap Adam tersenyum.
"Pusing?" Brule bingung dengan penjelasan Adam.
Lalu ia mulai menceritakan bagaimana caranya ia mendapatkan skill itu. Ia berkata jika skill yang ia dapatkan dari Zet termasuk skill yang bisa memanipulasi kenyataan, skill realita memungkinkan penggunanya dapat memanipulasi objek, keadaan, pikiran, serta kenyataan, sedangkan skill yang ia miliki sekarang adalah skill realita tingkat dasar yang masih harus dikembangkan. Skill yang Adam miliki sekarang hanya mampu mengubah benda mati menjadi objek apapun yang ia kehendaki namun masih dalam materi yang sama. Adam mengatakan pada Brule jika skill itu tak menggunakan energi yang berasal dari tenaga dalam, namun mengorbankan sel otaknya, semakin besar dan banyak skill yang ia gunakan, maka hal itu akan memakan semakin banyak sel otaknya.
"Siapa kau sebenarnya Adam? Itu tak masuk akal, biasanya orang-orang akan menggunakan tenaga dalam untuk menghasilkan kemampuan nya, tapi apa-apaan ini, kau menggunakan sel otak mu?" Brule merasa kebingungan dengan cara kerja skill yang Adam ciptakan, menurutnya hal semacam itu adalah mustahil.
"Hehe tapi memang itu kenyataan nya, tapi kemampuan ku masih harus aku kembangkan, untuk bisa mencapai menara itu, Zet bilang padaku agar aku bisa menguasai semua yang ia miliki," namun Adam berkata jika semua yang ia miliki memang lah sebuah kenyataan.
"Sebenarnya aku tak terlalu mengerti tentang jiwa dua dewa yang ada pada dirimu, dan aku hanya berharap kau bisa mengumpulkan artefak itu untuk menghentikan perang," Brule mengatakan jika Adam harus segera mendapatkan artefak yang sedang mereka cari.
"Tapi Zet dan Ex tidak pernah tahu akan hal ini, dia menyuruh ku untuk mengabaikan kata-katamu, baginya lebih cepat aku menemukan menara itu, maka keadaan akan semakin baik," Adam menjelaskan apa yang selalu dikatakan oleh dewa itu.
"Tunggu apa maksud mu? Apa kau tak ingin mengakhiri perang ini?" Tentu saja itu membuat Brule terkejut, karena sebelumnya Adam akan membantu nya untuk mendapatkan artefak yang sedang ia cari.
"Hahaha aku bukan lah orang jahat Brule, bagiku janji adalah janji, ketika aku telah berbicara maka akan aku lakukan, tenang saja aku akan menyelamatkan dunia ini dari perang besar," dengan wajah yang serius ia meyakinkan Brule jika ia masih akan tetap memegang kata-katanya.
__ADS_1
"Kau benar-benar bisa diandalkan, tenang saja aku pasti akan selalu ada untuk mu dan selalu membantu mu Adam," ucap Brule.
"Terimakasih Brule," Adam tersenyum.
Di markas tersembunyi para Hybrid. Terlihat di sana banyak sekali Hybrid yang sedang berkumpul menunggu informasi yang masuk hari itu.
"Hey kenapa mereka belum juga kembali?" Nampak nya salah satu diantara mereka sedang mencari seseorang.
Tiba-tiba Ryno yang berpisah dengan kedua temannya kembali ke markas.
"Aku kembali, di mana si Falcon sialan itu? Dia meninggalkan ku sialan,"
"Hei kemana saja kau? Mana temanmu yang lain?" Ucap Tiger salah satu dari 3 jendral Hybrid.
"Temanku? Apa maksud mu? Siapa yang kau maksud? Bukankah mereka telah kembali lebih awal sebelum aku sampai di sini?" Ucap Ryno.
"Hah? Baru kau saja yang sampai di sini," ucap Tiger.
Ryno menjelaskan pada Tiger tentang apa yang terjadi pada mereka, ia berkata jika kedua temannya itu kembali lebih awal. Dan ia mengatakan jika Brule masih hidup.
"Apa? Kalian dikalahkan oleh seorang manusia? Hybrid macam apa kalian ini?" Ucap Tiger yang kini wajahnya nampak marah.
"Sudah Tiger, sekarang yang lebih penting kita tahu kalo si beruang itu masih hidup, ini kesempatan bagus untuk kita, kita akan mencarinya," ucap Crocodile yang juga salah satu dari 3 jendral para Hybrid.
"Kau benar, tapi aku tak percaya mereka bisa dikalahkan oleh seorang manusia," ucap Tiger.
"Kemungkinan para Hybrid itu dikalahkan oleh mereka berdua, tapi seharusnya mereka kembali," ucap Crocodile.
"Kalo begitu aku akan mengirimkan Norman," Tiger menatap ke arah Norman.
__ADS_1
"Hei Norman, cepat cari kedua Hybrid itu, aku penasaran kemana mereka pergi," lalu ia menyuruh Norman menyelidiki mereka.
"Oke baiklah," Norman yang seorang Hybrid tipe burung merpati pun terbang dan meningkatkan markas untuk mencari kedua rekannya itu.