Menara Dimensi

Menara Dimensi
Telah Berakhir


__ADS_3

Tak pernah disangka sebelumnya jika Elvin ternyata bisa mengalahkan dua Hybrid sekaligus. Itu membuktikan jika dia bukanlah orang yang bisa diremehkan. Sekali lagi squad Celestial mampu membuktikan jika mereka memang berhak menerima gelar squad terkuat.


Para penjaga kemudian mulai mengevakuasi mereka dan membawa mereka untuk menerima penanganan yang lebih serius.


Begitu pula dengan para anggota squad Saint Legend. Setelah berhadapan langsung dengan Falcon. Stive yang sejak awal terlihat kuat, kini ia nampak tersungkur. Di tambah kedua orang temannya dinyatakan telah mati. Mereka segera dievakuasi sesaat setelah para penjaga menyisir daerah itu.


Sementara pertarungan masih terjadi antara Brule dan Sonic. Mereka nampak kelelahan. Sepertinya telah terjadi pertarungan yang cukup hebat sebelumya.


Di hadapan Brule, kini Sonic mulai terjatuh ke tanah. Kedua dengkul kakinya menyentuh tanah yang dipenuhi darah.


"Aku sudah memperingatkanmu, aku sudah bilang jangan pernah mempercayai orang itu, kini kau malah mengikuti keinginannya untuk menyerang kerajaan ini," ucap Brule yang kini nampak megangi perutnya yang terlihat mengeluarkan darah.


Sonic mulai berubah ke wujud manusianya.


"Dari awal, aku selalu ingin mengabdi padanya, dia tidak hanya menyelamatkanku, namun dia seperti Dewa di mataku, tanpa dia aku mungkin sudah mati," ucap Sonic.


Belum diketahui siapa sebenarnya orang yang mereka maksud. Namun ketika mereka bertemu, seperti memiliki ikatan yang kuat diantaranya. dengan badan penuh luka Sonic kini nampaknya telah berada di ujung napasnya. Tak lama kemudian ia tergeletak dengan keadaan penuh luka.


"Kuat sekali dia, walaupun pada akhirnya aku mengalahkannya, aku harus menyusul Adam," ucap Brule.


Ia kemudian pergi meninggalkan Sonic yang kini telah tak sadarkan diri.


Di tempat Leon berada, pertarungannya melawan Tiger masih berlangsung. Terlihat kini Tiger nampak berubah ke mode berserk. Ternyata seorang Leon memang bukan tandingan Tiger.


"Kuat juga kau, aku tak mengira kekuatan zodiak akan seperti ini," ucap Tiger.


Dia menaikkan kecepatannya dan bergerak lurus menuju Leon dengan kedua tangannya yang nampak membesar. Dua serangan sekaligus ia lancarkan.


Leon mengambil kuda-kuda lalu menyayar kedua tangan yang datang menyerangnya itu. Detik berikutnya kedua tangan Tiger putus. Serangan Leon dengan cepat mampir memotong kedua tangannya sebelum ia sempat menyentuhnya.


"Apa yang kau lakukan? Tak ada gunanya melawanku," ucap Leon.


Leon mengeluarkan cakarnya lalu nampak seperti tangan transparan muncul menyelimuti tangannya. Ia meraih leher Tiger yang kini berada di belakangnya.


Lalu dengan cepat tangan transparan itu menembus tubuh Tiger.


"Aaaaaaaa!" Teriak Tiger yang kini berada di genggaman Leon.


Ia berhasil mendapatkan jantung bagian dalam, lalu meremasnya sampai hancur. Seketika Tiger pun tak sadarkan diri.


Tak lama setelah itu, ia mendapatkan laporan jika gudang senjata telah kembali dikuasai. Tim Ricchan sudah mulai bergerak untuk menghentikan kekacauan.


"Baguslah, aku pun telah mengalahkan salah satu dari mereka," ucap Leon.

__ADS_1


Leon nampaknya tak terluka sedikitpun, ia duduk seketika. Ia masih berpikir mengapa para Hybrid itu menyerang kerajaan.


Sementara di gerbang barat, para monster nampaknya telah dikalahkan. Dua Hybrid pun telah berhasil di tangkap.


"Yeah, kita menang," ucap para tentara kerajaan Kilat Utara.


Mereka bersorak atas kemenangan yang mereka terima siang itu. Walaupun banyak memakan korban, namun mereka senang jika hari itu bisa memenangkan perang yang datang tiba-tiba itu.


Di tempat Jack berada, beberapa rank epic nampak ada di sana. Mereka membantu Jack dan teman-temannya mengalahkan Hybrid yang menyerang mereka. Walaupun agak telat untuk datang membantu. Namun pada akhirnya para epic rank itu berhasil mengalahkannya.


Dan tak jauh dari sana, ketika para rank epic telah sampai di tempat squad Orion. Terlihat Han sedang mengepalkan tangannya ke atas langit. Di depannya terlihat satu Hybrid terkapar tak sadarkan diri.


"Anak itu? Apakah dia mengalahkannya?" Ucap seorang epic rank yang melihatnya.


"Aku menang," ucap Han, lalu kemudian terjatuh tak sadarkan diri.


Segera para epic rank membawa mereka bertiga untuk mendapatkan perawatan.


Ricchan yang berniat mengalahkan para Hybrid tentu saja terkejut. Karena telah mendapatkan para monster itu dikalahkan oleh para squad besar yang ada di negaranya.


Ditempat Adam berada, ia seperti sedang berbicara sesuatu pada seekor monster yang baru saja ia lawan.


Monster itu nampak terkapar namun masih bisa membuka matanya dan tidak kehilangan kesadarannya.


Adam hanya terduduk di atas reruntuhan bangunan bekas pertarungannya dengan Cameleon.


"Aku hanyalah anak tersesat," ucap Adam.


Adam yang merasakan hawa kehadiran seseorang, akhirnya ia pergi meninggalkan Cameleon yang ada di sana.


Tak lama setelah Adam pergi, terlihat beberapa penjaga dan rank epic yang menemani mereka mendatangi Cameleon.


"Lihat di sini, di sini juga ada monster yang terkapar," ucap penjaga yang melihat Cameleon yang sudah tak sadarkan diri.


Dalam sekejap pasukan penjaga telah mendatangi beberapa lokasi medan pertempuran para Hybrid. Sementara Leon membawa Tiger untuk diserahkan di laboratorium profesor Darwin.


Beberapa saat sebelum pertarungan selesai. Terlihat beberapa orang menggunakan penutup kepala dan memakai jubah sedang mengintai seseorang.


"Itu dia orangnya, aku yakin dia adalah orang yang kita cari, seorang yang memiliki salinan peta menuju menara itu," ucap salah seorang.


Mata mereka tertuju pada gadis yang sedang kelelahan.


"Ya ampun, Adam cepat sekali, aku ingin istirahat dulu," ucap Luci.

__ADS_1


Ia menyandarkan tubuhnya pada blast. Tiba-tiba sekumpulan orang berjubah itu mengepungnya dan berusaha untuk membawanya.


Namun ia dan hewan peliharaannya mencoba melawan. Tapi perlawanan mereka sia-sia karena kelompok itu terlalu kuat.


"Siapa kalian? Apa mau kalian?" Tanya Luci.


"Kau yang kami cari selama ini, ternyata kau ada di Kerajaan ini ya," ucap orang berjubah itu.


Sepertinya mereka bukan penduduk Kerajaan Kilat Utara. Itu terlihat jelas karena lambang bendera yang ada di bajunya mulai terlihat oleh Luci.


"Mereka bukan dari Kerajaan ini, apa mereka ingin menculikku?" Ucap Luci.


Akhirnya beberapa orang melumpuhkan dia dan hewan peliharaannya. Dalam sekejap mereka kehilangan kesadarannya. Akhirnya Luci pun dibawa meninggalkan Kerajaan.


"Beruntung sekali kita tidak kerepotan memasuki Kerajaan ini, ternyata mereka sedang berpengarang," ucap salah seorang berjubah itu.


"Hahaha, aku pun tak mengira akan seperti itu, yang jelas kita telah mendapatkan anak ini, ini saatnya mencari artefak yang kita cari," ucap salah seorang lainnya.


Mereka pergi meninggalkan Kerajaan Kilat Utara membawa Luci. Sedangkan Blast dan Poro kini tengah pingsan.


Adam yang telah selesai dengan urusannya, akhirnya kembali untuk menemui Luci. Begitu pula dengan Brule. Akhirnya mereka saling bertemu di tempat terakhir Luci sebelumnya berhenti. Mereka menemukan Blas dan Poro yang terkapar tak sadarkan diri.


Ketika Adam dan Brule bertemu di tempat itu, ia langsung berlari ke arah dua hewan peliharaan Luci itu.


"Hei, apa yang terjadi? Kemana Luci?" Ucap Adam menyadarkan dua peliharaannya Luci.


"Apa yang terjadi Adam?" Tanya Brule.


"Aku tak tahu, aku baru saja sampai di tempat ini,"


Tak lama setelah itu, Blast tersadar dari keadaannya. Ia seperti kebingungan dan mencari seseorang sambil meringis.


Adam nampak bisa mengerti ekspresi yang dikeluarkan oleh Blast.


"Apa yang terjadi?" Tanya Adam.


Blas tampak seperti memberikan kode tentang keadaan Luci. Ia seperti berbicara mengenai kejadian yang menimpa Luci.


"Apa kau mengerti apa yang ia ucapkan Adam?" Tanya Brule.


"Tentu saja, ia bilang mereka diserang oleh orang tak dikenal, lalu orang itu membuat mereka tak sadarkan diri, ketika mereka sadar ternyata Luci telah tak ada di tempatnya," ucap Adam.


"Itu artinya dia diculik,"

__ADS_1


"Aku tak bisa membiarkan ini, aku akan menyelamatkannya," ucap Adam.


__ADS_2