
Laporan diterima oleh Ricchan bahwa saat ini ada 4 squad yang ikut bertarung di kota bersama para penjaga. Sementara yang lainnya telah dievakuasi oleh penjaga.
"Apa? Apa maksudnya? Bagaimana bisa kalian membiarkan anak-anak itu melawan monster itu? Cepat suruh mereka mundur, aku tak ingin terjadi apa-apa terhadap mereka," ucap Ricchan yang kini masih berada di istana.
Seorang penjaga masuk dengan tergesa-gesa, sepertinya ada keadaan darurat di luar.
"Maaf jendral, terjadi penyerangan di luar istana, sepertinya itu adalah salah satu dari mereka," ucap penjaga yang tiba-tiba masuk itu.
"Ternyata memang benar ya, ada yang mengarah ke sini, akan aku hentikan, pastikan keamanan tetap terjaga," ucap Ricchan kini ia bergegas keluar istana itu.
Di luar istana yang sekitar 700 meter dari gerbang istana, seorang Hybrid bertipe buaya sedang mengobrak-abrik para penjaga seorang diri. Ia cukup kuat sehingga para prajurit dibuat tak berdaya olehnya.
"Monster apa dia ini? Kuat sekali, kulitnya sangat tebal tak bisa ditembus benda tajam," ucap salah seorang penjaga itu.
"Lemah sekali penjagaan yang ada di sini, aku akan hancurkan kalian semua," ucap Crocodile.
Beberapa serangan nampak mengarah padanya, namun satupun tak ada yang berhasil melukainya.
"Makhluk apa dia, berkali-kali serangan kita tak melukainya, kulitnya tebal sekali," lagi-lagi seorang penjaga berbicara seperti itu.
Crocodile memutar tubuhnya sehingga tentara yang ada di hadapannya mulai terhempas.
Ia mulai berlari ke arah penjaga dan membuka mulutnya yang lebar itu. Giginya yang tajam membuatnya terlihat menyeramkan.
"Mau apa kau? Pergi kau dari sini, tidak!" Teriakan ketakutan dari penjaga itu karena kini Crocodile membuka mulutnya.
Hap! Ia melahap setengah bagian tubuh si penjaga lalu melemparkannya. Tidak hanya satu, namun beberapa penjaga yang ada di sana.
Semua penjaga terkejut dengan apa yang dilakukan monster itu, tak ada yang bisa menghentikan nya. Ia kembali lagi melompat dan hendak menggigit tentara lainnya yang berada di depannya.
Namun tiba-tiba seseorang memegangi mulut besarnya itu, lalu ia membanting nya ke tanah.
"Jangan sentuh prajurit ku monster bodoh,"
Ternyata itu adalah Ricchan, ia kini telah hadir diantara penjaga itu. Dengan membawa pedangnya yang cukup besar, serta menggunakan zirah lengkap. Membuat Ricchan terlihat elegan dan gagah.
"Kalian mundur, biar aku yang menghadapinya," ucap Ricchan.
__ADS_1
Crocodile cukup terkejut karena Ricchan mampu menghentikannya. Apalagi ia menahan gigitan yang hendak dilakukannya pad penjaga.
Crocodile pun akhirnya berdiri dan terlihat tersenyum pada Ricchan.
"Mantan ketua Zodiak di masa lampau, aku kira kau sudah tiada," ucap Crocodile.
Crocodile adalah Hybrid tipe buaya, ia memiliki kemampuan gigitan yang luar biasa serta kulitnya yang sangat keras dan tebal.
Ricchan sepertinya ingin mengakhiri pertempuran melawan Crocodile dengan cepat. Namun sepertinya Ricchan menemukan sesuatu yang aneh pada Crocodile.
"Pusaka itu? Pedang 6 elemen yang di simpan di gudang senjata, sial ternyata dia mengambilnya," ucap Ricchan.
"Maaf Ricchan sepertinya hari ini adalah hari di mana kau akan mati, setelah sekian lama aku menunggu, akhirnya aku bisa kembali ke sini," ucap Crocodile.
Ricchan nampak tidak aneh dengan perkataan monster itu. Ketika ia mendengarnya, ia seperti mengingat kejadian beberapa puluh tahun lalu.
Crocodile kini bergerak menuju Ricchan dan mulai mengayunkan pedang yang kini tampak mengeluarkan energi listrik. Satu tebasan ia lancarkan pada Ricchan, namun Ricchan berhasil menghindarinya. Sehingga listrik yang di lepaskan menabrak pohon yang Dilaluinya.
Scrat! Pohon itu terbelah karena satu tebasan yang meleset mengenai Ricchan.
"Luar biasa senjata ini," ucap Crocodile.
Ricchan menahannya dengan kedua tangannya dan membelokkan unsur elemen itu ke atas langit. Lalu ia menarik pedang dari punggungnya.
"Sekuat apapun pedang yang kau gunakan, tapi jika kau tak mampu menggunakannya akan sangat percuma," ucap Ricchan.
Kini Ricchan berlari menuju Crocodile dan berusaha menebasnya. Namun pedang itu dihentikan oleh pedang 6 elemen yang Crocodile pegang.
Mereka kini beradu pedang, kilat menyebar kemana-mana, begitu pula api dan angin. Menghancurkan apa yang di lewatinya. Seketika area itu kini menjadi medan pertempuran yang menyeramkan. Ternyata kemampuan dari pedang 6 elemen sangat luar biasa.
Ricchan berusaha mengimbanginya, sedangkan Crocodile sesekali membuka mulutnya untuk melahap kepala Ricchan.
Monster itu cukup besar memiliki tinggi sekitar 3 meter, sedangkan Ricchan hanya memiliki tinggi 2 meter. Kini Ricchan dipaksa untuk mundur, kekuatan pedang itu sangat berpengaruh dalam pertempuran.
Ricchan mau tak mau mengeluarkan kemampuan yang ia miliki. Sebuah kekuatan kuasa matahari, ia telah berlatih dan menaklukkan iblis singa untuk mendapatkan kekuatan ini.
Tubuh Ricchan mulai berasap dan matanya bercahaya.
__ADS_1
"Ini dia kekuatan yang aku tunggu, ternyata mulai serius ya?" Ucap Crocodile.
Kini Ricchan dengan cepat melesat ke hadapan Crocodile dan melepaskan satu pukulan kuat ke arah perutnya. Bukan hanya sekali, tapi berkali-kali hingga Crocodile tak mampu bergerak di buatnya.
Crocodile terhempas jauh dari tempatnya, ia masih melancarkan serangan menggunakan pedangnya itu. Beberapa kali ia ayunkan, namun diluar dugaan sepertinya Ricchan menyerap semua energi yang mendatanginya.
Dalam sekejap serangan yang dilakukan Crocodile diserap oleh Ricchan.
"Percuma saja, elemen adalah makananku, kuasa matahari adalah yang terbaik di siang hari, aku bisa menjadi orang terkuat dalam jangka waktu tertentu," ucap Ricchan.
Kini Ricchan nampak membuka Zirah dan melepaskan senjatanya. Crocodile pun nampak memasuki mode berserknya. Kini mereka berdua sepertinya akan sangat serius dalam bertarung.
Crocodile berlari kearah Ricchan lalu menyerang dengan ekornya. Ricchan menghindari nya dan melompat ke arah yang berlawanan. Ia seperti mengumpulkan bola-bola energi di tangannya.
Bola energi itu semakin lama semakin membesar. Sebuah api berbentuk bola berwarna biru kini ada di tangannya.
"Dengan api ini, matilah kau monster!" Ucap Ricchan mengarahkan bola api itu tepat kearah wajah Crocodile.
Crocodile berhasil menjauhkan wajahnya, namun tidak dengan bahu kanannya. Sehingga api biru itu melahap area bahu bagian kanannya beserta tangannya. Dalam sekejap bagian itu pun melebur tanpa bekas.
Semua penjaga yang melihat itu dibuat terkejut, baru kali ini mereka melihat ada api yang mampu melahap dalam sekali serangan.
"Aaaarrrrgghh,"
Kini Crocodile kehilangan tangan kanannya dan tak mampu beregenerasi. Kemampuan kuasa matahari Ricchan sangatlah berbahaya.
"Tak ada satupun makhluk yang selamat ketika ia dilewati oleh api ini, sumua yang dia lewati akan hangus dan melebur seketika," ucap Ricchan.
"Hahaha, kau memang hebat Ricchan, seharusnya aku tak meremehkanmu," ucap Crocodile.
Lalu ia pun berubah ke wujud manusianya. Tanpa disangka Ricchan pun terkejut mendapati sosok itu.
"Kau? Bukankah sudah ku perintahkan agar tak menginjakkan kaki di Kerajaan ini lagi? Aku telah mengampuni nyawamu dulu, sekarang kau malah bertindak bodoh," ucap Ricchan.
"Maafkan aku, tapi sampai kapanpun aku tak bisa memaafkan Kerajaan ini," ucap orang itu kemudian ia pun mati terkapar.
"Sial, ternyata mereka benar-benar kembali, itu artinya dugaanku benar, jika para provokator itu kembali lagi dan tidak akan berubah," ucap Ricchan.
__ADS_1
"Sekarang Kerajaan sudah aman, kini kita ke ibukota dan masuk ke medan perang, untuk mengurus sisanya," ucap Ricchan pada para penjaga yang ada di sana.