
Norman terlihat terbang di udara menuju arah barat, ia kini menggantikan tugas Sonic untuk mengumpulkan para monster pada titik yang telah mereka tentukan. Kini kerajaan kilat utara harus bersiap dengan sesuatu yang mengerikan, aliansi Hybrid itu bertujuan untuk menyerang kerajaan kilat utara dengan para monster yang akan mereka kumpul kan.
"Sebentar lagi kebebasan kami akan segera tiba, setelah kerajaan dengan sistem pertahanan terkuat di dunia dikalahkan, itu akan membuat kerajaan yang lain ketakutan akan kekuatan kami," ucap Norman yang kini masih terbang tinggi di atas langit.
Ia nampak berhenti disalah satu pohon besar, dihadapan nya kini nampak koloni monster singa taring perak.
"Aku akan menggunakan kemampuan ku sekarang, monster ini berada di level 4 dan cukup membantu untuk menyerang kerajaan kilat utara," Norman kemudian turun dari pohon tersebut dan mendekati koloni itu secara terang-terangan.
Koloni itu menyadari keberadaan Norman dan kini mereka menatap ke arah Norman penuh kebencian.
"Hipnotis," Norman menatap kembali mata mereka, kini mata Norman nampak berubah. Ia gunakan kemampuan yang ia miliki untuk mencuci otak para monster itu.
Norman adalah Hybrid tipe merpati dengan berbagai macam kemampuan unik yang ia miliki, salah satunya adalah hipnotis, kemampuan yang memanfaatkan alam bawah sadar musuh yang ia tatap, seseorang yang terkena skill ini akan berada pada kondisi ketakutan, ia mengendalikan alam bawah sadar targetnya dan mengunci semua ingatan yang dimiliki oleh target lalu menggantinya dengan ingatan yang ia manipulasi.
"Diam kalian semua, sekarang kalian adalah anak buahku, diam dan ikutilah perintah ku, sekarang ingatan kalian adalah menghancurkan kerajaan kilat utara," Norman terus menatap koloni itu dan berjalan ke arahnya, kini Koloni itu nampak diam tak bergerak dan hanya mendengarkan perkataan Norman.
Namun kelemahan skill ini ketika seseorang yang terkena hipnotis nya melawan ketika sedang dalam pencucian otak, maka efek ini akan berakhir, sehingga harus melemahkan si target terlebih dahulu.
Dari gerombolan koloni itu nampak seekor monster yang dua kali lebih besar dari yang lain, kemungkinan itu adalah pemimpin mereka, dengan taring nya yang panjang serta cakar yang terlihat tajam keluar singa itu berlari dan melompat ke arah Norman.
"Apa? Sial," Norman segera terbang ke langit, tentu saja tidak mudah baginya menaklukkan sang pemimpin koloni itu.
Kini singa itu nampak marah namun koloninya kini masih dalam keadaan terkunci dan berada pada kondisi terhipnotis.
"Hei kalian, cepat serang singa itu," ucap Norman di udara dan menyerukan agar semua singa itu menyerang pemimpin nya.
Butuh waktu lama mengalahkan pemimpin nya itu, kekuatan nya sangat besar dan ia mampu menembakkan bola-bola api dari mulutnya, sehingga area itu kini dipenuhi api di mana-mana, namun karena terlalu banyak melawan kawanan nya sendiri, singa itu pun kelelahan dan akhirnya terkapar.
Kini kesempatan Norman untuk menghipnotis pimpinan Koloni itu.
"Hahaha takkan ada yang bisa selamat dari tekhnik ku ini, aku adalah Norman si penguasa pikiran, baiklah sekitar 200 ekor singa ada dihadapan ku dan kini aku akan memimpin mereka," Norman kini berhasil menjinakkan semua koloni singa itu, kini ia membawa serta koloni itu untuk menemaninya merekrut paksa koloni monster yang lain.
__ADS_1
Kerajaan kilat utara ibukota Vena. Terlihat kini Adam sedang melatih kemampuan nya di depan lapangan penginapan yang ia sewa, ia terlihat sendiri di sana tanpa adanya Brule.
"Aku harus meningkatkan kemampuan realita dan ruangku, aku harap aku bisa menyempurnakan nya, ketika menggunakan skill dimension aku masih kesulitan untuk menentukan target, dan skill transform ku pun masih belum sempurna," ia nampak nya akan meningkatkan skill nya kali ini.
Ia nampak beberapa kali menggunakan skill transform dan dimension yang ia kuasai.
"Hari ini mungkin cukup sampai di sini, dan aku belum mendapatkan informasi apapun di sini, ini sudah hampir 2 hari aku di penginapan ini," ucap Adam lalu meninggalkan lapangan itu menuju kamarnya.
Di dalam kamarnya Adam nampak sedang akan bermeditasi.
"Jika aku bermeditasi sekarang apakah aku bisa berinteraksi dengan mereka? Tapi waktu itu ia bilang takkan bisa ditemukan untuk waktu yang lama, mungkin itu efek dari skill yang mereka keluarkan ketika membuat dimensi realita di dalam jiwaku, kalau begitu aku hanya bisa berlatih sendiri, aku masih penasaran apa saja yang bisa dilakukan oleh skill ini," ucap Adam yang kini hendak bermeditasi namun ia menghentikan niatnya.
Di tempat lain Brule nampak sedang mencari informasi dengan menyamar menjadi penyemir sepatu.
"Hei pak, apa kau bisa menyemir sepatuku ini?" Seseorang memanggil Brule yang kini sedang menyamar, terlihat sekitar 4 orang yang terduduk di area yang cukup teduh itu.
"Baik tuan tunggu sebentar," ucap Brule, mungkin ini kesempatan baginya untuk mendapatkan informasi. Dari penampilan nya, seseorang yang sepatu nya kini ingin disemir nampaknya seseorang yang memiliki banyak informasi, terlihat seperti seseorang yang selalu update tentang kabar terkini.
"Hei apa kau mendengar sesuatu bahwa beberapa hari lalu beberapa orang Zodiak membawa seseorang yang misterius," orang itu nampak berbicara pada seseorang yang berada disampingnya.
"Apa? Apakah itu seorang grandmaster yang mati dalam insiden beberapa minggu yang lalu?" Ucap salah seorang yang mendengar nya.
"Tidak, aku rasa bukan itu, aku mendengar seseorang itu bisa berubah menjadi monster," ucap pria itu lagi.
"Apa? Hahaha ada-ada saja kau ini, mana mungkin ada manusia menjadi seekor monster hahaha," salah satu diantara mereka hanya tertawa seakan tak percaya dengan ucapan pria itu.
"Ya ampun kok kalian tak percaya sih," kini pria itu nampak kesal.
"Dari pada membicarakan itu lebih baik membicarakan sesuatu yang lebih penting, seperti sebagian Zodiak yang hendak mencari artefak di barat," seseorang diantara mereka mengalihkan pembicaraan.
"Apakah mereka berhasil ya? Aku harap mereka membawa perubahan untuk kerajaan ini," ucap salah seorang dari mereka.
__ADS_1
"Beruntung sekali jika mereka mendapatkannya,"
"Tapi semua itu kan ada resikonya,"
"Mereka harus berebut dengan kerajaan yang lain, hidup mati mereka dipertaruhkan,"
Setelah selesai Brule menyemir sepatu pria itu lalu ia meninggalkan mereka, nampaknya kini Brule mendapatkan banyak informasi.
"Ternyata mereka ditangkap oleh Zodiak sekarang, itu artinya tak lama lagi aliansi Hybrid akan melakukan pergerakan nya, dan yang lebih penting lagi lokasi artefak itu mereka bilang ada di barat? Bukankah itu area padang pasir?" Brule meninggalkan tempat itu dan kembali menujukan penginapannya untuk memberikan informasi itu pada Adam.
"Apa? Jadi tiga Hybrid yang kita kalahkan itu berhasil ditangkap oleh Zodiak?" Ucap Adam terkejut.
"Ia mungkin mereka kurang beruntung, tapi kerajaan ini kini dalam bahaya, karena sebentar lagi mereka pasti akan menyerang kerajaan ini," ucap Brule.
"Apa? Jadi mereka akan menyerang kerajaan ini? Jika itu terjadi bukannya akan banyak kekacauan?" Tanya Adam yang terlihat panik.
"Aku tidak tahu apa yang mereka rencanakan, tapi sebelum aku kabur dari mereka, mereka berencana mengumpulkan seluruh monster yang ada di hutan lalu kemudian melancarkan serangan," ucap Brule.
"Itu artinya negeri ini dalam bahaya, apa kita harus memberitahu hal ini pada mereka?" Tanya Adam lagi.
"Tidak, jika kita memberitahu mereka, itu akan membuat mereka curiga pada kita, mereka akan berpikir jika kita berada pada pihak Hybrid," ucap Brule.
Di tempat lain, penjara khusus orang kuat bernama penjara Hercules. Sonic dan Falcon dibawa ke penjara level 3, penjara dengan sistem keamanan tertinggi di sana.
"Hei kalian mencari mati ya hahaha, cepat bebaskan aku bodoh!" Ucap Sonic dengan tatapan menyeramkan.
Di hadapan nya nampak Taurus kini berdiri tepatnya di luar sel tahanan mereka.
"Ya ya ya, terserah kau saja, panggil semua kawanmu kemari, akan aku habisi mereka semua, dan kau akan kami eksekusi sebentar lagi, tunggu saja ajalmu," ucap Taurus lalu mulai meninggalkan mereka berdua di sana.
"Hei mau kemana kau? Sebentar lagi kiamat akan datang pada kerajaan ini, tunggu saja!" ucap Sonic penuh amarah.
__ADS_1