Menara Dimensi

Menara Dimensi
Episode 11 : Fakta Prasasti


__ADS_3

Sementara itu di markas pertemuan 12 bintang keadilan. Di sana terlihat 10 orang Zodiak nampaknya sedang berkumpul dan mencoba memecahkan kode yang mereka dapatkan di menara pertama yang mereka temukan.


Memimpin jalannya pertemuan si jenius Aquarius adalah ketua dari para Zodiak, pemikirannya yang matang, cerdas, ahli strategi dan memiliki rasa kepemimpinan yang tinggi, itulah karakteristiknya. Jauh sebelum tergabung di dalam Zodiak, Aquarius telah banyak memecahkan banyak kasus kejahatan di negeri itu, namanya semakin di kenal atas insiden badai api 2 tahun yang lalu, ketika itu ia masih pemburu yang berada di level grandmaster. Setelah itu ia mulai dipromosikan untuk menggantikan Zodiak sebelumnya, usahanya membuahkan hasil, bukan hanya kecerdasannya, namun Aquarius berhasil mengalahkan salah satu Zodiak saat itu dan membuatnya berada di organisasi ini. Saat itu Zodiak masih di pimpin oleh ketua Ricchan. Satu tahun setelah ia bergabung dengan Zodiak akhirnya dia di percaya untuk memimpin organisasi ini. Joe atau Aquarius kini ia mencoba memecahkan kode yang mereka dapatkan di dalam menara.


"Aku yakin sebenarnya kita tidak pernah salah memasuki menaranya, prasasti pertama yang kita jumpai di dalam menara itu, seperti kode yang saling berkaitan satu sama lain, itu terbukti dari prasasti pertama yang kita temukan, di dalam prasasti itu terdapat prasasti lainnya," ucap Joe yang duduk di bangku paling depan, mereka berkumpul di meja persegi panjang yang mana di setiap sisinya terdapat 12 kursi yang sering mereka gunakan, kursi yang di gunakan Aquarius adalah kursi paling depan, hingga kini mata mereka hanya tertuju padanya.


"Aku mencoba membaca semua tulisan yang disalin dari prasasti itu, dan sangat mengejutkan ternyata prasasti itu menyimpan lebih banyak misteri,"


"Banyak fakta menarik yang ku temukan dengan timku saat menyelidikinya, apa kalian tahu? Jika prasasti yang ada tidak hanya berjumlah 11,“ wajahnya terlihat sangat serius, matanya penuh dengan keyakinan, siapa pun yang memandangnya akan langsung percaya dengan semua yang ia bicarakan.


"Apa? Apa maksudnya? Bukankah dari dulu sampai sekarang pengetahuan tentang prasasti itu hanya ada 11?“ ucap Richard yang berjarak 4 kursi dari Joe, Richard adalah orang yang penuh pertimbangan, semua yang ia dengar tidak serta merta membuatnya langsung percaya, baginya fakta itu harus terbukti jika ia melihat dengan mata kepalanya sendiri.


"Entahlah aku pun tak begitu mengerti, tapi aku yakin sebenarnya para Zodiak terdahulu mengetahui Kebenaran ini, namun aku rasa mereka kesulitan untuk memecahkan semua kode itu," Joe melanjutkan perkataannya.


"Tunggu dulu itu artinya kau?" Richard terkejut dengan semua yang Joe katakan, apakah mungkin Joe berhasil memecahkan kode yang selama ini tidak diketahui oleh para Zodiak sebelumnya.


"Benar, aku telah berhasil mengungkapkan fakta baru," ucap Joe sangat yakin sambil berdiri tegap memandang mereka yang sedang mendengarkan ucapannya.


"Jika memang seperti itu, artinya kau benar-benar jenius, kami tidak pernah salah di pimpin olehmu," ucap Brian yang duduk di hadapannya.


"Hahaha jadi apa yang akan kita lakukan?" Henry yang duduk di samping Brian tertawa penuh semangat.

__ADS_1


"Kita takkan menuju tempat itu lagi," ucap Joe serius.


"Apa? Apa maksudmu? Bukankah ini kesempatan terbaik untuk kita?," balas Henry lagi.


"Tak usah terburu-buru, sementara pasukan elit negara lain berebut untuk pergi ke tempat itu, kita akan menemukan tempat lainnya?" Joe makin meyakinkan mereka dengan apa yang baru saja ia temukan.


"Apa? Jadi kau berniat menemukan prasasti yang lain?" Ucap Henry sangat terkejut.


"Sungguh tak bisa di percaya," ucap Mia yang duduk di samping Henry.


"Jangan khawatir, kita pasti bisa menemukannya," ucap Joe.


"Kau memang hebat Joe," ucap Alex yang duduk di sebelahnya.


Tim yang dipimpin Oleh Joe kini merubah rencana dengan tidak kembali ke menara sebelumnya.


Sementara itu di hutan kebisingan pertarungan sengit antara Brule dan Sonic masih belum berakhir, terdengar suara benturan benda tajam, yang tak lain itu adalah suara yang di hasilkan dari benturan kedua cakar Hybrid itu.


"Aku tak mengerti lagi bagaimana meyakinkan dan memberi tahu kebenaran padamu,"


"Tak usah banyak bicara, kita selesaikan ini dengan cepat," sonic bersiap menyerang kembali, kini matanya terlihat menyeramkan, kedua alis matanya saling beradu, giginya yang tajam membuat ia terlihat mengerikan, ia melompat sekali lagi ke arah Brule.

__ADS_1


Brule meluruskan tangan kirinya mengarah pada Sonic, sedangkan tangan kanannya telah bersiap untuk melancarkan serangan jika tiba-tiba Sonic mendekatinya, ia memasang kuda-kudanya memaksa kakinya dalam posisi setengah menekuk, itu terlihat sangat kokoh.


Sonic melancarkan satu serangan memutar kearah wajah Brule, namun tangan kanannya dengan cepat menangis serangan itu. Di luar dugaan, Sonic mengeluarkan gelombang udaranya tepat sebelum ia terhempas oleh tangkisan tangan kanan Brule. Gelombang itu mengarah tepat ke wajah Brule, dan mendorong Brule menabrak pohon yang ada di belakangnya.


"Kau pikir mudah mengalahkanku? Hanya karena apa yang kau gunakan sekarang, bukan berarti aku tak bisa melukaimu, seharusnya kau mati saja," Sonic dalam mode Hybridnya, mendekati Brule yang terlihat tak sadarkan diri.


Namun ketika akan mendekat tiba-tiba, Brule bangkit lalu memutar tangannya dan mengarahkan serangan kepada Sonic menghempaskan gelombang udara tajam yang mengarah pada perut Sonic. Sonic terkejut tapi ia dapat menghindarinya dengan lompatan ke atas, namun tiba-tiba Brule berada di hadapan Sonic yang tengah melompat di udara mengarahkan cakarnya yang besar tegak lurus kearah dada Sonic.


CRAT! Tusukan yang dilakukan Brule menggunakan cakar besarnya itu menembus dada Sonic. Membuat Sonic mengeluarkan darah, Sonic masih belum menyerah. Kini ia memegang kepala Brule dengan kedua tangannya, mereka berdua terjatuh karena lompatan Brule mendorong mereka ke tanah, sekarang posisi Brule menindih badan Sonic sementara ia membiarkan cakarnya berada di dada Sonic.


Sonic menyerang Brule kembali dengan gelombang yang ia tembakan dari mulutnya, memaksa Brule untuk menghindari serangan itu. Namun Sonic tidak dapat mengenai Brule, karena Brule telah lebih dulu melepaskan cakarnya dan melompat kearah belakang.


Sonic bangkit dan kini lukanya tampak terlihat parah, iya menembakkan gelombang udara dari mulutnya berkali-kali sehingga membuat area itu nampak di selimuti oleh debu yang beterbangan menyelimuti area itu.


"Sepertinya untuk kali ini aku harus melarikan diri terlebih dahulu, aku takkan menang melawannya, luka yang ku terima pun cukup parah, aku harus meninggalkan tempat ini," Sonic meninggalkan tempat itu mengalihkan perhatian Brule dengan gelombang udara yang ia hempaskan terus menerus.


"Sial dia terus menembaki ku dengan gelombang udara ini, aku tak bisa melihatnya sekarang, apa dia akan menyerang lagi dari sisiku atau dari atas," Brule hanya melompat menghindari serangan itu, sesekali ia menangkisnya dengan gelombang yang ia ciptakan pula dengan tangannya.


Beberapa saat kemudian serangan itu berhenti membuat Brule menghentikan lompatannya.


"Berhenti, serangannya berhenti, kemana dia? Apa dia akan melakukan serangan tiba-tiba?" Brule tak menemukan Sonic di sana, karena Sonic kini meninggalkan area itu.

__ADS_1


"Aku tak bisa bertarung lagi kali ini, luka yang ku terima ternyata cukup parah, andai saja aku tak memakai pelindung yang di berikan Adam, mungkin aku telah mati oleh serangannya, sial dia kuat sekali," Brule nampak terjatuh dan untuk sesaat tak bisa bangkit.


__ADS_2