
Di lain tempat yaitu tempat squad Saint legend. Di sana kita melihat mereka sedang di hentikan oleh Falcon yang datang dari arah penjara.
Mereka sedang menyerang satu sama lain di sana. Falcon cukup merepotkan karena kemampuan terbangnya itu. Namun ternyata hal itu tak membuat Stive berhenti menyerangnya.
"Stive arahkan pelurunya pada sayapnya," ucap Oskar.
"Hahaha coba saja kalau kalian bisa menyerangku, rasakan ini, Death rain," Falcon melancarkan serangan dari bulu sayapnya itu.
"Dia bisa mengeraskan bulunya seperti lempengan besi, kemampuannya cukup merepotkan," ucap Oskar.
Stive menghindari serangan yang dilancarkan oleh Falcon. Serangan death rainnya berhasil membuat area yang dilewatinya hancur seketika. Stive kembali melancarkan serangan peluru ledakannya itu.
Kali ini ia melompat ke kanan lalu menembakkan 3 peluru kearah Falcon. Terjadi ledakan di atas sana.
Honey mulai mengeluarkan skillnya, ia memiliki skill cairan pelengket mirip seperti lem. Ia mampu mengeluarkan dari sela-sela jarinya. Ketika ledakan itu terjadi, Honey mulai melancarkan serangannya mengarah pada Falcon.
"Sekarang! Rasakan ini," ucap Honey.
Dan seketika Falcon terjatuh dan sayapnya tak bisa iq gunakan.
"Bagus Honey, kau memang hebat, dia terlalu merepotkan," ucap Oskar.
"Cairan lengket ku akan terus menyelimuti sayapmu itu sehingga kau takkan bisa lagi menggunakan sayapmu," ucap Honey.
"Sekarang giliranku," ucap Stive.
Dari arah berlawanan Stive menembakkan peluru itu dengan cepat dan berhasil mengenai Falcon.
"Bagus Stive, kali ini dia akan kalah," ucap Oskar.
Sebuah gelombang angin menghempaskannya mereka, rupanya kini Falcon berubah ke mode berserk.
"Apa-apaan kalian ini? Berani sekali mempermainkanku," ucap Falcon.
Kini terlihat sayapnya yang semula ada dua, kini menjadi empat. Sayapnya nampak berasap seperti mengeluarkan aura yang cukup kuat. Falcon melesat dengan cepat dan tiba-tiba ada di belakang Oskar.
"Apa yang kau lakukan padaku? Apa kau ingin mati?" Ucap Falcon yang kini ada di belakang Oskar.
"Apa? Cepat sekarali dia berada di belakangku," ucap Oskar yang nampak terkejut mendapati Falcon ada dibelakangnya.
__ADS_1
Falcon menembakkan bulu-bulunya itu pada Oskar, namun dengan cepat ia menahannya dengan tameng yang ia pegang. Bulu keras itu menghujani tameng Oskar. Falcon mengarahkan satu pukulan melewati tameng itu mengarah pada wajah Oskar. Oskar terpental beberapa meter.
"Sial, dia menyerang Oskar," ucap Honey.
Honey kini mengumpulkan cairan lengket yang ada di tangannya dan mulai berlari mendekati Falcon. Falcon yang menyadari itu, menghujani Honey dengan bulu-bulunya. Namun Honey dapat menghindari setiap serangan yang mengarah padanya.
Untuk mengalihkan fokus Falcon, kini Stive mulai menyerang dengan peluru ledakannya itu. Itu berhasil mengalihkan perhatian Falcon. Kini Honey melompat dan melancarkan serangan yang ia miliki. Cairan lengket itu mengarah pada Falcon, namun Falcon memusnahkan nya dengan menembakkan bulu-bulunya dari sayapnya itu.
Honey terkena serangannya dan membuatnya penuh luka.
"Honey!" Ucap Oskar yang melihat Honey terkena serangan Falcon.
Falcon meraih leher Honey dan mengangkatnya. Stive mendekatinya dan berusaha menyelamatkan Honey. Namun Falcon terbang ke udara.
"Hei kembali kau, mau kau bawa ke mana temanku?" Ucap Stive, ia terus menembakkan pelurunya itu dengan jari-jarinya.
Falcon selalu dapat menghindari semua serangan Stive.
"Baiklah nona manis, aku akan membawamu terbang lalu menghempaskannya ke permukaan tanah," ucap Falcon yang kini terbang menembus lapisan awan pertama.
"Apa yang kau lakukan monster bodoh, jika kau ingin aku mati dari sini, itu artinya kau pun harus sama," ucap Honey.
"Matilah kau dari sini, dan aku akan memberikanmu hadiah, Death Rain," Falcon tidak hanya menjatuhkan Honey namun ia menyerang nya dengan death rain miliknya.
"Arrrggghhh," Honey terkena banyak serangan death rain Falcon.
Tubuhnya dipenuhi oleh bulu keras milik Falcon.
Wush... Honey melesat sangat cepat dari langit dan.
Bamm! Tubuhnya menghantam tanah sangat keras, menyebabkan tanah tempatnya mendarat menggembur.
"Honey!" Teriakan yang dikeluarkan oleh Stive dan Oskar.
Falcon kembali melesat mendekati mereka, kini ia terlebih dahulu menghujani mereka dengan death rain. Stive dan Oskar berhasil menghindari serangan itu.
Falcon menujukan Stive terlebih dahulu. Kini mereka melakukan pertempuran jarak dekat dengan tangan mereka. Mereka beradu tinju dan tendangan. Sesekali Falcon melancarkan serangan menggunakan bulunya, begitupun sebaliknya. Stive berusaha menyerang Falcon dengan pelurunya.
"Sial, peluruku tersisa 2 buah, ternyata monster ini kuat juga," ucap Stive.
__ADS_1
Falcon masih terus menyerangnya, namun kini Oskar datang dari samping dan berhasil mendaratkan satu pukulan pada Falcon. Membuat Falcon sedikit terhempas.
Oskar telah mengalami peningkatan fisik, Oskar memiliki kemampuan semakin ia mendapat damage maka akan semakin meningkat kekuatan fisiknya. Sekarang Oskar cukup lebih kuat dari sebelumnya.
Falcon lagi-lagi melancarkan serangan beruntun dari bulu yang ia tembakkan. Oskar melompat dan mengarah pada Falcon. Kini menangkap leher Falcon.
"Kena kau! Rasakan ini, hujan pukulanku, Gatling punch, haaaaa," ucap Oskar yang kini berhasil menangkap Falcon.
Ia menghujani wajah Falcon yang terkapar di tanah dengan ribuan pukulan yang ia lakukan. Nampaknya Falcon tak bisa berkutik, namun ia masih bisa menyerang dengan sayapnya. Kini pertarungan itu sungguh menyeramkan.
Oskar yang menghujani Falcon dengan pukulan, sementara Falcon yang menghujaninya dengan bulu keras milik Falcon.
"Aku takkan kalah makhluk jelek," ucap Oskar yang kini matanya nampak memutih dan aura di sekitarnya berubah.
"Itu adalah kemampuan terbaik yang Oskar miliki, aku yakin dia akan menang," ucap Stive.
Namun serangan Falcon begitu berbahaya, serangannya pun tak pernah berhenti.
"Oskar pergi dari sana, kau akan mati jika terus menerus menerima serangannya," ucap Stive.
Cukup lama mereka melakukan itu, namun tiba-tiba mereka berhenti.
"Aku sudah cukup kuat, tapi aku tak bisa melindungi temanku, jika aku harus mati hari ini, itu tak apa-apa, karena aku telah puas memukuli orang yang berani memukul temanku," ucap Oskar.
Sepertinya sekarang mereka telah berhenti. Oskar berdiri dengan tubuh penuh luka dan bulu keras yang menempel di sekitar tubuhnya. Sementara Falcon nampak tak bergerak.
Tiba-tiba setelah Oskar berdiri, ia pun kini tergeletak. Stive yang melihat itu cukup terkejut.
"Hei! Oskar! Apa kau baik-baik saja?" Teriak Stive, ia lari menuju Oskar.
"Hei bertahanlah, aku akan menyelamatkan kau dan Honey," ucap Stive.
Dengan tubuh penuh luka, kini Oskar nampak masih bisa tersenyum dan berbicara pada Stive.
"Kau harus bisa melampauiku, kau harus bisa menjaga dirimu sendiri, aku dan Honey selalu menyayangimu, gapailah cita-cita mu dan tunjukkan pada dunia, jika kau adalah orang terbaik di dunia," ucap Oskar yang nampak sekarat.
"Bicara apa kau ini, aku akan menyelamatkan kalian,"
"Hei sadarlah, Oskar! Bangun bodoh!" Air mata menetes dari Stive.
__ADS_1
Sejak saat itu Oskar pun mati, nampaknya hal itu juga terjadi pada Honey. Stive kini terlihat keras menangis melihat kenyataan yang ada di depan matanya. Sedangkan Falcon benar-benar mati dan wajahnya sudah tak berbentuk.